gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

“Mensiasati” Poros Maritim Dunia

https://i0.wp.com/maritimnews.com/wp-content/uploads/2016/08/luhut.jpg

Doni Arindy*

Dengan, paparan geostategis dan geoekonomis Indonesia yang begitu besar, seharusnya membawa dampak bagi nasib hidup masyarakat, khususnya nelayan. Tak heran, konsep ini dimasukkan kedalam kampanye Jokowi-Jk dengan istilah Indonesia Poros Maritim Dunia. Dalam hal ini, Nelayan adalah lapisan masyarakat yang terkena dampak paling signifikan dari segi ekonomi, ekosistem maupun kebijakan politik. Sementara disatu sisi, terdapat kontradiksi mendasar dalam arah kebijakan Negara dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia dengan peranan atau partisipasi masyarakat.

Kebijakan pemerintah atas nelayan kecil harus menjadi lokomotif pembangunan. Hal ini tentu bukan tanpa dasar, apabila melihat dalam amanat konstitusi kita sudah menggariskan demikian. Kebijakan Menteri KP, Susi Pudjiastuti dalam penegakan kedaulatan laut dan menjaga jiwa nasionalisme dalam memberantas illegal fishing dan pengawasan adalah bentuk wujud nyata dari konsep Poros Maritim Dunia. Namun, hal demikian tidaklah cukup untuk membentuk sebuah Negara bernuansa kemaritiman.

Kebijakan lainnya yang bersifat parsial adalah dalam kebijakan penenggelaman kapal asing. Oleh pemerintah Indonesia yang juga menurut penulis, tidak cukup dalam memberikan efek gentar pada negara lain atau korporasi. Menurut pemahaman penulis, bahwa efek gentar selama ini dikenal melalui kecanggihan alutsista Hankam, dan prestasi militer suatu negara. Disatu sisi, kebijakan Menteri KP selaku “pelaksana tugas” penenggelaman kapal menjadi kritikan pedas bagi Negara, menyoal kapasitas dan kemampuan Pertahanan dan Keamanan RI.

Praktek illegal fishing, penyelundupan, human trafficking, armed robbery, piracy maupun terorisme adalah ancaman lintas batas negara. Tentu ancaman demikian, juga menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengelola negara melalui kebijakan Poros Maritim Dunia-nya. Kementerian Kelautan Perikanan sejauh ini dapat dikatakan leading dalam menanggapi isu demikian. Pembentukan satgas dan penambahan armada PSDKP dalam menjaga kawasan perairan Indonesia adalah bentuk respon KKP. Lagi-lagi, hal demikian pun tidaklah cukup. Perlu adanya koordinasi dan pemimpin nasional yang menjadi komando, ialah Presiden RI Joko Widodo. Tongkap komando dalam mengawal Poros Maritim Dunia, harus terucap dan terlaksana sesuai arahan Presiden, bukan Menko Kemaritiman ataupun Menteri KP.

Terang Susi dalam berbagai kesempatan, bahwa pemberantasan illegal fishing berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan, menutup kran investasi asing di sektor perikanan tangkap dan stok ikan yang meningkat. Dalam logika sederhana, dapat di garis bawahi bahwa dengan diperkecil kran output, berdampak pada tekanan dan volume input.

Langkah taktis yang dapat dilakukan Kementerian Perikanan Kelautan seiring menuggu direction Pemimpin Nasional, Presiden Jokowi adalah dengan, Pertama, penguatan dan pemberdayaan masyarakat nelayan, khususnya nelayan tradisional. Pemberdayaan masyarakat nelayan tidak hanya membawa pada indeks rasio Gini ataupun Pendapatan Negara. Pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan nilai tukan nelayan (NTN) yang berpengaruh pada daya beli masyarakat, dan taraf hidup masyarakat. Pemberdayaan masyarakat, adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam mengelola kekayaan laut-nya. Hal ini tentu berpengaruh kepada kecintaan kepada semangat nasionalisme dalam menjaga kawasan perairan maupun perbatasan.

Kedua, membangun industri pengolahan perikanan nasional. Industri pengolahan nasional adalah sebagai buffer untuk meredam arus impor bahan pangan kedalam negeri. Disamping sebagai wadah bagi masyarakat nelayan menjual hasil tangkapannya, juga dapat meningkatkan nilai tambah dari segi ekonomi. Kesadaran masyarakat global akan pentingnya industri pengolahan, seharusnya menyadarkan pemerintah, bahwa industri ini dapat memberikan pendapatan negara yang cukup fantastis. Selain itu, produk non-pangan, seperti industri garam adalah potensi dari panjang garis pantai sepanjang 80.000 km.

Ketiga, pemberian bantuan, penyuluhan dan IPTEK kepada masyarakat nelayan. Bentuk supporting pemerintah demikian tentu harus di monitoring dan diawasi setiap saat. Selama ini, bentuk supporting demikian dijadikan sebuah alat politik untuk mendatangkan elektabilitas dan sebagainya. Parahnya, supporting ini menjadikan masyarakat ketergantungan, tanpa alat ukur pasti, tanpa progress, dan menurunkan mental usaha atau kerja. Butuh sinergisitas antara Kementerian KP dan komunitas di lapisan masyarakat untuk gotong royong.

Perwujudan ketiga langkah taktis ini dapat dilakukan Kementerian Perikanan dan Kelautan dalam merespon gejolak dan kegelisahan masyarakat. Bahu-membahu dalam mewujudkan berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya. Kebimbangan dan pesisme di era Reformasi ini dan Menteri KP, Susi Pudjiastuti selaku pelaksana tugas amanah rakyat dengan langkah taktis demikian, adalah hal yang paling rasional menurut pandangan penulis. Mengutip pidato Bung Karno, “Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad Merdeka, Merdeka atau mati”.

Tulisan ini diterbitkan di : http://maritimnews.com/mensiasati-poros-maritim-dunia/

Pada Tanggal : 09 Oktober 2016

*Komisaris Komisariat MIPA UNPAD,

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPC Sumedang

Aktif di Himpunan Mahasiswa Perikanan Unpad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 23, 2016 by in kelompok menulis, rubrik media, Uncategorized.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters