gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Swasembada Pangan Bisa Tercapai Jika Petani Diberdayakan

Swasembada pangan hanya akan jadi angan-angan, jika pemerintah tidak punya sikap yang bijaksana yang tegas atas impor produk pertanian, terutama beras dan kedelai. Setiap tahun angk impor terus meningkat. Pertengahan tahun ini impor beras berada pada angka 1,5 juta ton, kedelai sebanyak 1,52 juta ton. Pemerintah seolah menjawab kebutuhan masyarakat akan pangan dengan cara-cara yang dianggap sebagai langkah taktis (impor) namun berujung tragis pada nasib petani lokal.

Irigasi dan Infrastruktur
Bicara soal pertanian Indonesia, hanya akan berkutat dalam bahasan impor dan ekspor tanpa memperhatikan hal-hal yang menunjang produktivitas petani lokal. Bagaimana kita bisa swasembada pangan, kalau yang menjadi perhatian kita (masyarakat dan pemerintah) hanyalah tentang bagaimana mencukupi kebutuhan, bukan bagaimana menghasilkan. Sudah saatnya kita lebih fokus untuk meningkatkan produktivas petani kita agar mereka mampu menghasilkan produk pangan yang maksimal sehingga mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional bahkan lebih jauh lagi, mampu mengekspor hasil pertanian kita. Hal ini merupakan tugas penting kita bersama, baik itu masyarakat serta pemerintah untuk lebih mengkaji bagaimana menciptakan swasembada pangan dengan cara yang mandiri. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah untuk meningkatkan produktivitas petani lokal kita dan merupakan kebutuhan utama dalam mengelola produksi pertanian yang baik.

Pertama, menciptakan sistem irigasi yang efisien dalam penggunaan air sehingga dapat dimanfaatkan seluruhnya untuk kebutuhan tanaman tanpa adanya kehilangan air ataupun air berlebih. Undang-undang No. 7 tahun 2004 tentang SDA dan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 2006 tentang irigasi mengamanatkan bahwa tanggung jawab pengelolaan jaringan irigasi tersier sampai ke tingkat usahatani (JITUT) dan jaringan irigasi desa (JIDES) menjadi hak dan tanggung jawab petani pemakai air (P3A) sesuai dengan kemampuannya.

Begitu banyak contoh yang dapat dikembangkan untuk menciptakan sistem irigasi yang efisien dalam penggunaan air, seperti sistem Tuo Banda di Sumatera Barat, sistem Tudang Sipulung di Sulawesi Selatan, sistem Subak di Bali dan sistem kalender pertanian Pranatamangsa di Jawa. Selama sistem irigasi belum baik, maka kita tidak akan pernah mampu untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia karena pentingnya ketersediaan air bagi tanaman seperti ketersediaan udara bagi manusia.

Data dari kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat menunjukkan bahwa dari 7,2 juta hektar sawah yang ada di Indonesia, hanya 11% lahan yang memilki saluran irigasi yang baik. Untuk itu dibutuhkan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota disebutkan bahwa kewenangan pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi tingkat usahatani dan jaringan irigasi desa menjadi kewenangan dan tanggung jawab instansi tingkat kabupaten/kota yang menangani urusan pertanian

Kedua, pembangunan infrastruktur pertanian yang akan menunjang produktivitas hasil pertanian seperti alat dan mesin pertanian dengan teknologi yang lebih modern serta infrastruktur pertanian yang akan menunjang distribusi hasil pertanian. Produktivitas hasil pertanian akan meningkat jika petani menggunakan alat dan mesin pertanian dengan teknologi yang lebih modern, contohnya: pembajakan lahan menggunakan traktor, penanaman benih menggunakan seeder, hingga kepada pengolahan hasil produksi menggunakan sistem pengembangan pasca panen.

Untuk menunjang distribusi hasil pertanian perlu adanya perhatian terhadap kondisi jalan, angkutan, serta pasar yang akan menampung hasil pertanian tersebut agar petani semangat untuk meningkatkan hasil produksinya. Selain sektor transportasi yang perlu ditingkatkan, faktor kelembagaan antara masyarakat dengan pemerintah perlu dibangun sehingga semua kegiatan usaha tani dapat dilakukan dengan seefektif dan seefisien mungkin dengan memanfaatkan lembaga pemasaran baik untuk pengelolaan, pengangkutan, penyimpanan dan pengolahannya. Namun, hal mendasar yang juga harus diperhatikan ialah ketersediaan lahan pertanian yang luas karena alat dan mesin pertanian serta infrastruktur penunjang distribusi hasil pertanian tidak akan berjalan tanpa didukung dengan lahan yang luas.

Saat ini pemerintah terlihat fokus pada pengembangan industri untuk mencapai pangsa pasar. Padahal, untuk memperoleh nilai jual pasar suatu produk dibutuhkan pengembangan infrastruktur yang memadai sehingga optimalisasi produk pertanian dapat dicapai, seperti optimalisasi sistem irigasi dan pembuatan sumur rentengan. Masalah yang krusial sampai saat ini dan belum teratasi dengan bijak dalam pengembangan infrastruktur pertanian adalah sistem transportasi, irigasi dan kelembagaan masih terbatas sehingga mengakibatkan usaha pertanian kurang berkembang.

Dengan berpatokan pada masalah-masalah tersebut, diharapkan upaya perbaikan infrastruktur pertanian dan peningkatan teknologi tepat guna yang berwawasan pada konteks kearifan lokal serta pemanfaatan secara maksimal penelitian di bidang pertanian dapat terus ditingkatkan. Berdasarkan analisis tersebut, maka reorientasi kebijakan dasar yang diperlukan adalah perubahan strategi pembangunan dan penataan ruang berimbang yang berkelanjutan, penanggulangan kemiskinan, reforma agraria, percepatan pembangunan pedesaan. Pengarahan kembali strategi dan kebijakan ini dilakukan berdasarkan isu-isu krisis bangsa yang sekarang ini terjadi. Perspektif baru pembangunan merupakan kerangka memandang strategi dan kebijakan di bidang ekonomi, pangan, ekologi, dan pertanian.

Dimuat di : http://inspirasibangsa.com/swasembada-pangan-bisa-tercapai-jika-petani-diberdayakan/

Ditulis oleh : Bung Faisal Ahmad

Sekretaris DPC GMNI Sumedang

Periode 2014-2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 30, 2016 by in Uncategorized.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters