gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Tantangan Buruh Di Tengah Gempuran Globalisasi

Buruh adalah elemen penting dalam industri yang merupakan agenda sentral dalam membangun sebuah Negara.Argumentasidemikiantelah di sampaikan tokoh Proklamator RI,PresidenIr. Soekarno yaitu,menganjurkan agar pembangunan dimulai dari “modal dankekuatan yang kita punyai”, ini adalah prinsip dasar pemikiran Soekarno: “self-reliance” (jiwa yang percaya kepada kekuatan sendiri) dan “self help” (jiwa berdikari) yang kemudian disempurnakan menjadi konsep Berdikari.

Perjalanan kehidupan buruh memang taklepas dari kondisi dinamika pasar,situasi ini berpengaruh pada kebutuhan buruh.Keberpihakan Pemerintah untuk menentukan arah atau direction law mengenai UUD 1945 pasal 33 tentang,”kekayaanalam di kuasai negara dan di pergunakan untuk kemakmuran rakyat”seharusnya membangun Industrialisasi Nasional.Industrialisasi Nasional adalah manifestasi kedaulatan sebuah negara ditengah hegemoni ekonomi pasar bebas.Buruh sebagai prioritas pembangunan bangsa maka,perlu keberpihakanya itu, dengan memperhatikan aspek kesejahteraannya dan tantangan yang akan di hadapi buruh kedepannya.Situasi buruh di Indonesia hari ini berbanding terbalik,penguasaan sumber-sumber ekonomi dan produksi justru di kuasai oleh pemilik modal sebagai pengendali ekonomi negara, bahkan penentuan upah buruh pun dikendalikan korporasi.

Permasalahan dan gerakan buruh dari orde lama hingga reformasi kian meningkat. Di masa PresidenSoekarno, gerakan buruh lebih didorong untuk menasionalisasi aset-aset produksi, saat itu justru gerakan buruh sangat masif. Kemudian pada masa Orde Baru,pembukaan kran investasi dan regulasi yang sangat berpihak pada pemilik modal.Sehingga aktivitas ekonomi di kendalikan korporasi dan pemerintah yang punya kesepahaman sama dalam menentukan kebijakan,belum tambah lagi tindakan represif militer saat itu yang sangat menantang upaya buruh untuk melakukan gerakan menantang pemerintah. Dari perjalanan Orde Baru ke reformasi sebenarnya tidak menunjukan kesejahteraan dan keberpihakan signifikan terhadap buruh justru pemerintah banyak melakukan liberalisasi diseluruh sektor produksi maupun non-produksi termasuk diantaranya mengenai Ketenagakerjaan

Melihat kondisi Indonesia saat ini, dimana kita dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa korporasi dan investor yang akan bertarung di pasar global. Globalisasi membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan profesionalisme tinggi.Jika demikian,dapat dipastikan bahwa buruh yang mencari pekerjaan dengan keterbatasan pendidikan dan keterampilan memiliki masalah besar, demikian semakin lama pencari pekerjaan terus bertambah tiap tahunnya maka,buruh Indonesia yang latar belakang pendidikannya rendah dan tidak memiliki ketrampilan akan makin termarjinalkan dengan kondisi persaingan pasar global yang kian ketat.

Setiap zaman memang memiliki tantangannya masing-masing,salah satunya adalah dengan kehadiran globalisasi. Proses globalisasi telah membawa dampak begitu besar bagi pembangunan suatu negara dan setiap negara akan melakukan kerja sama di segala sektor ,tujuannya tentu untuk mentransfer teknologi, produk, tenaga kerja,baik tenaga kerja tak terlatih dan tak terpelajar hingga tenaga kerja professional.Globalisasi menghadirkan sebuah konvergensi atau homogenisasi diberbagai aktivitas ekonomi,politik maupun budaya. Konvergensi ini menimbulkan budaya yang individualistik, konsumtif, pragmatis, dan eksploitatif.

Dalam aktivitas ekonomi tentu juga harus punya wadah,salah satunya seperti,kesepakatanMasyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang di gagas negara-negara ASEAN,hubungan dengan buruh dalam pergulatan arus globaliasi dan pasar bebas adalah soal tenaga kerja terampil,hal demikian menjadi tantangan sendiri bagi buruh untuk bersaing.Buruh (tenaga kerja) di Indonesia hari ini,dihadapkan pada permasalahan yang sangat kompleks,situasinya karena minimnya Sumber DayaManusia (SDM),rata-rata Pendidikan kita masih sangat rendah,sehingga pemerintah harus punya formulasi yang tepat untuk mengisi kelemahan dan memperbaiki nasib buruh kedepan.

MenurutMunck, pengaruh globalisasi yang membawa dampak pada berkembangnya isu perburuhan menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai nasib buruh saat ini. Hal ini tentu seharusnya menjadi perhatian serius bagi Pemerintah untuk menentukan regulasi dan kebijakan yang akan menentukan nasib buruh kedepan. Selain itu, Pemerintah dituntut untuk memberdayakan masyarakat klas buruh untuk membuka lapangan pekerjaan dengan kapasitasnya dan mendistribusikan ulang asset-aset negara berupa lahan produktif untuk masyarakat.Selain itu, ketergantungan masyarakat Indonesia akan barang/jasa asing begitu tinggi, sehingga perlupembangunan industrialisasi nasional untuk membendung arus kapitalisasi produk-produk asing yang ada di Indonesia.

Permasalahan buruh di Indonesia kian meningkat karena liberalisasi di berbagai sektor dan kebijakan yang masih pro kepada pemilik modal,salah satu yang nampak saat ini adalah masalah Liberalisasi tenaga kerja dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang berlaku 2015 danbergulir 2016,hal ini tentu akan membuka persaingan tenaga kerja asing dan domestiK.Ini realita yang terjadi dimana, untuk menghadapi MEA, pemerintah belum serius melindungi buruh dari dampak buruk Liberalisasi pasar tenaga kerja yang akan di terapkan,apalagi potensi pemutusan hubungan kerja cukup besar mengingat mayoritas buruh Indonesia memiliki kualitas rendah dan didominasi dengan latar belakang pendidikan SD dan SMP.

Persoalan perburuhan cukup pelik,kehadiran MEA telah mendorong negara-negara ASEAN untuk memperkuat daya saing di berbagai sektor,menariknya yang paling di soroti adalah di bidang ketenaga kerjaan,situasi demikian tentu menjadi pekerjaan serius bagi pemerintah untuk meningkatkan SDM,atau minimal ketrampilan agar bisa berkompetisi dengan negara tetangga.Dengan melihat tenaga kerja terdidik di Indonesia yang berpendidikan rata-rata mencapai 68,27 % atau 74.873.270 jiwa dari seluruah penduduk yang bekerja,yaitu,110.808.154 jiwa.Hal ini belum di tambah lagi jumlah pengganguran yang 80% adalah lulusan SD dan SMP,sangat berbanding terbalik dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang rata-rata pendidikan SMA.

Realitas dan fakta diatas, tentu memiliki daya tarik tersendiri bagi pemilik modal dan investor untuk Invest di Indonesia.Salah satu daya tarik investor melirik Indonesia adalah Tenaga kerjamurah sehingga menjadi pasar yang sangat menguntungkan ,kemudian konsepsi yang di tawarkan pun beragam yaitu,perubahan produksi padat karya menjadi padat modal,keuntungan dari padat modal adalah mengurangi tenaga kerjakasar yang selama ini dianggap yang memiliki kontribusi besar dalam biaya produksi,alih fungsi tenaga kerja kasar menjadi tenaga mesin tentu membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) terampil, situasi ini membuka jurang kemiskinan bagi buruh dengan SDM rendah.

Dengan berbagai fenomena pasar bebas yang kian kompleks,pemerintah tidak boleh tinggal diam. Keberpihakan pemerintah dituntut untuk memformulasikan menyelamatkan kaum buruh.Ditengah liberalisasi pasar yang kian meluas dan memberi ruang bagi para kapital untuk mengatur kesejahteran buruh,upah,jam kerjadan lain sebagainya.Negara bertugas dan berkewajiban untuk melindungi seluruh warga negara dari ancaman hilangnya pekerjaan dan penghidupan yang layak.Oleh karena itu,perlua dan ya Undang-Undang tentang Perlindungan terhadap Ketenagakerjaan.

dimuat di : http://inspirasibangsa.com/sosialisasi-tupoksi-ppid-di-banggai/

Ditulis Oleh : Bung Fransisco Antonio Yassie

Sekretaris DPC GMNI Sumedang 2014-2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 19, 2016 by in Uncategorized.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters