gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Menimbang Kesiapan Indonesia Menuju Abad Asia-Pasifik

Sejak 8 desember 1941 ditandai dengan pecahnya perang Pasifik atau lebih dikenal dengan Perang Asia Timur Raya. Disaat Bung Karno semasa penahanan sudah memperkirakan akan terjadinya perang pasifik. Ditandai dengan menguatnya poros Jerman-Italia-Jepang. Kekuatan poros Fasisme mempengaruhi situasi global saat itu. Jerman mengambil kendali politik dan berhasil menjadi pemain kunci dalam percaturan politik Eropa maupun dunia. Demikian jugahalnya dengan Jepang yang mengambil peranan di kawasan Asia. Invasi Jepang ke Indonesia adalah salah satu target operasi untuk memperkuat armada militer Jepang.

Pengambil-alihan kekuasaan di Indonesia oleh Jepang dari tangan Belanda merupakan konsekwensi logis dari pecahnya Perang Asia-Pasifik. Kemudian disusul kekalahan Jepang di Pasifik Barat Daya oleh pasukan sekutu. Pukulan telak paska bom Hiroshima-Nagasaki membuat Jepang kalang kabut dan mundur perlahan dari Indonesia.

Hampir 74 tahun paska perang Pasifik, kemudian menguat kembali di era masa saat ini. Perang Asia-Pasifik Jilid II dengan metode yang berbeda tapi satu tujuan yaitu monopoli ekonomi, hegemoni politik dan penetrasi budaya. Babak baru dari era globalisasi yang semakin masif ditandai dengan kelahiran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Kekuatan politik nasional dalam menyusun strategi politik adalah kunci menuju keberhasilan dalam pertarungan ‘vis a vis’ dengan negara lain.

Terbilang ada tiga hal dalam babak baru Abad Asia-Pasifik yakni dalam hal ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan-keamanan (HanKam). Benteng Pertahanan Indonesia terletak pada kedaulatan atas politik, berdikari ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Amunisi dalam menghadapi perang Asia Pasifik haruslah komunikasi politik dengan bangsa lain untuk memperkuat kedaulatan nasional.

Setidaknya terdapat empat kajian persoalan yang harus dicermati bersama, yakni sektor maritim, hubungan internasional, geopolitik-geostrategis, dan ekspor-impor. Empat hal ini adalah kajian dalam Perang Asia-Pasifik Jilid II. Pertama, sektor maritim adalah bentangan alam yang mengatur jalur distribusi barang/jasa ke seluruh dunia dan juga potensi ekonomi didalamnya. Penguasaan maritim juga mengacu pada kekuatan pertahanan suatu negara. Jika penguasaan laut dapat dikuasai, bisa dikatakan dapat memperkuat nilai tawar suatu negara. Stabilitas ekonomi suatu negara juga dipengaruhi oleh penguasaan laut karena merupakan akses perdagangan dunia.

Kedua, Hubungan Internasional dapat memperkuat kekuatan politik suatu negara. Dalam kajian Hubungan Internasional dilakukan untuk menjalin kerjasama dagang untuk meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) suatu negara, memperkuat armada militer dan memperkuat kekuatan politik suatu negara. Persekawanan dalam percaturan politik dunia adalah menyangkut jangka panjang terutama dalam menghadapi Perang Asia-Pasifik Jilid II mendatang. Sepertihalnya, Republik Rakyat Tiongkok yang merupakan kawan strategis dalam menyusun langkah strategis karena mempunyai latar belakang sejarah yang kuat dan mempunyai kekuatan maritim yang hebat.

Ketiga, kajian Geopolitik-geostrategis dituntut untuk merumuskan sebuah kebijakan nasional mengacu pada wilayah atau teritorial Indonesia. Bentangan alam dari Sabang sampai Merauke adalah wilayah geografis Indonesia yang mempunyai potensi ekonomi dan sumberdaya manusia yang sangat besar. Indonesia merupakan jembatan antara benua Asia-Afrika dengan benua Amerika dan juga dengan benua Australia, selain itu penghubung antara Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia. Potensi geografis yang besar harus merumuskan langkah strategis sebagai kebijakan nasional. Langkah strategis yang harus dimulai adalah merevitalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terutama dibidang transportasi laut (pelabuhan, perkapalan, dan bandara), industri militer dan basis ekonomi produktif seperti perikanan dan pertanian.

Keempat, mengaitkan dengan laju ekspor-impor perlu dipertimbangkan dalam arus globalisasi yang kian masif. Neraca perdagangan yang kian merosot ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah di angka 14.000. Kran impor harus dibatasi berbanding lurus dengan penguatan sektor ekonomi dalam negeri. Saat ini Indonesia merupakan pasar dan medan ‘tempur’ barang/jasa luar negeri ditambah investasi asing yang menguasai hajat hidup orang banyak. Tak ayal, jika sangat sulit melepaskan ketergantungan akan bangsa lain. Kompleksitas masalah yang menahun mengakibatkan sulitnya Indonesia lepas landas menuju negara merdeka. Nilai ekspor yang defisit juga ditambah nilai investasi asing terus merayap keseluruh sektor. Perlunya, basis ekonomi produktif dalam negeri untuk meningkatkan nilai ekspor dan merevitalisasi BUMN. Disamping itu, negara dituntut untuk menyediakan pasar nasional maupun global agar mengantisipasi kegagalan pasar (market failure).

Dalam menyongsong abad Asia-Pasifik Jilid II, perlu kiranya dipertimbangkan empat kajian tersebut. Abad Asia-Pasifik Jilid II ini merupakan pertarungan perebutan akses dan sumber hidup manusia. Perang hari ini bukanlah perang fisik antar senjata dengan senjata tapi perang hari ini adalah pertarungan untuk keberlangsungan hidup manusia. Abad Asia-Pasifik Jilid II ini mempunyai kesamaan prasyarat dimasa revolusi fisik tahun 1941. Sejatinya, abad Asia Pasifik Jilid II adalah sebuah strategi untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah menuju Sosialisme ala Indonesia.

Trianda Surbakti,

Wakabid Politik DPC GMNI SUMEDANG 2012-2014,

WAKABID POLITIK DAN AGITPROP KORDA GMNI JABAR 2015-2017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 5, 2016 by in Uncategorized.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters