gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Masyarakat Bukan Pasar Ekonomi

Kontestasi ekonomi semakin memanas! Semua sibuk mencari pasar yang empuk demi keuntungan yang banyak. Negara – negara industri akan sibuk mencari pangsa pasar paling tinggi dan biasanya sasaran utamanya adalah negara berkembang dengan jumlah penduduk yang amat tinggi seperti Indonesia. Lantas bagaimana kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia untuk menghadapi persaingan pasar ini?

Siap tidak siap harus dipersiapkan! Dalam menghadapi era ASEAN 2015 tentu akan membutuhkan SDM yang berkualitas. Indonesia sebagai salah satu negara yang tergabung dalam pasar bebas tersebut harus mempersiapkan SDM yang baik agar mampu bersaing.

Permasalahan Sumber Daya Manusia

Pertama, tingginya pertumbuhan penduduk. Pertambahan jumlah penduduk akan berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Pada tahun 2014 diperkirakan bahwa jumlah penduduk Indonesia telah mencapai sekurang – kurangnya 250 juta jiwa. Perkiraan Badan Pusat Statistik pada tahun 2011 saat jumlah penduduk Indonesia masih sekitar 237 juta jiwa adalah bahwa laju pertumbuhan pertahunnya sekitar 1.49 persen atau sekitar 3.5 juta penduduk pertahunnya. Hal ini akan terus naik jika tidak dilakukan pengendalian yang serius tentunya akan berdampak pada kualitas SDM juga.

Masalah kedua adalah kesenjangan. Jika kita berbicara kemiskinan sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Masalahnya bukan kemiskinan tapi kesenjangan, dimana si kaya semakin kaya dan si miskin semakin miskin. Selain kesenjangan manusia perorangan terdapat pula kesenjangan pulau per pulau, sudah barang tentu fasilitas dan akses yang didapatkan masyarakat di pulau Jawa tidak sama dengan masyarakat yang ada di pulau Flores misalnya. Akses yang tidak merata akan mempengaruhi kualitas SDM Indonesia yang tidak merata pula.

Ketiga, pengangguran. Menurut catatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas angka pengangguran sarjana di Indonesia
lebih dari 300.000 orang. Saat ini angkatan kerja kita mencapai 122 juta. Namun, yang berpendidikan sarjana hanya 6,42 persen, sisanya berpendidikan SLTA/SLTP/SD sekitar 49,9 persen (Pakar ekonomi Prof. Dr. Anwar Nasution ). Pengangguran selalu menjadi masalah utama bagi ekonomi masyarakat. Persaingan semakin ketat karena pada tahun 2015 akan diberlakukan pasar bebas ASEAN yang sebenarnya akan semakin memberikan peluang besar bagi masyarakat Indonesia mendapat banyak saingan.

Akibatnya, penduduk dengan SDM lemah akan dijadikan pasar. Dengan pandangan ekonomi kapitalistik penduduk yang besar akan mampu menyedot konsumsi pasar yang besar sehingga investor asing akan sangat tertarik datang ke Indonesia. Tingkat konsumerisme masyarakat kita yang tinggi dan kemampuan untuk bersaing perusahaan dalam negeri dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) belum mampu menyaingi pasar. Hal ini berakibat pada semakin terpuruknya perusahaan anak negeri sendiri yang sebaliknya membesarkan perusahaan asing di negeri sendiri.

Solusi Alternatif untuk Mengatasi SDM Lemah

Pertama, meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan. Selain untuk meningkatkan potensi SDM pendidikan juga berperan untuk melawan budaya konsumtif. Diatas telah disebutkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat konsumerisme yang tinggi. Pendidikan sejak dini menolak konsumerisme dan mengutamakan pendidikan yang inovatif agar masyarakat bukan hanya sebagai konsumen namun dapat menghasilkan daya cipta dan kerativitas. Intinya masyarakat Indonesia jangan hanya sebagai penikmat saja.

Kedua, tingkatkan produksi dalam negeri. Negara kita adalah negara agraris, tongkat kayupun jika ditancapkan akan tumbuh, demikian kata Koes Plus. Negara yang kaya akan sumber daya ini sebaiknya kita syukuri dengan menggunakan sebesar – besarnya untuk kesejaheteraan rakyat sebagaimana yang telah diamanatkan UUD pasal 33 ayat (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pemberian subsidi bagi petani seperti pupuk dan bibit akan membantu peningkatan produksi dalam negeri sehingga dapat mengurangi jumlah impor. Mendorong potensi SDM untuk terus berproduksi dan memberikan penyuluhan terhadap petani sebagaimana mestinya tugas P3K (Penyuluh Pertanian Perkebunan dan Kehutanan) di Dinas Pertanian.

Ketiga, jangan matikan produk dalam negeri dengan impor. Impor dijadikan pemerintah sebagai jalan paling handal untuk menekan harga bahan pangan. Dengan kekuatan impor petani akan semakin melarat dan juga masyarakat yang memiliki Usaha Kecil Menengah (UKM). Pemerintah perlu bijak dalam melakukan impor jangan sampai mematikan produk dalam negeri.

Keempat, membangun infrastruktur dan suprastruktur yang agar dapat menjalankan keempat hal diatas. Kebanyakan infrastruktur yang telah dibangaun namun tidak dibarengi dengan pembangunan kemampuan manusianya hanya akan membantu investor asing melanggengkan usahanya didalam negeri ini. Karena itu perlu juga pemerintah bijak dalam menentukan pembangunan infrastruktur yang dibarengi dengan pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

Masalah utama penyebab lemahnya SDM adalah pendidikan. Pendidikan disini bukan hanya berbicara soal tingkat pendidikan, namun juga kualitas pendidikan. Mutu pendidikan yang kurang baik dan belum merata di Indonesia menghasilkan SDM yang lemah. Masyarakat yang memiliki pendidikan rendah dan ekonomi rendah akan berdampak pada pertambahan penduduk yang tinggi namun SDM nya lemah. Hal ini tentu akan mengakibatkan tingginya pengangguran karena selain tidak mampu bersaing, lemahnya SDM juga berpengaruh pada kreativitas anak bangsa. Jadi, jika ingin memperbaiki kualitas SDM maka perbaikilah sistem pendidikannya. Dengan demikian masyarakat kita tidak dijadikan sebagai sasaran pasar ekonomi dunia tetapi mampu bersaing dalam era globalisasi ini.

Dimuat di : http://inspirasibangsa.com/masyarakat-bukan-pasar-ekonomi/

Oleh: Yenglis Dongche D

Ketua DPC GMNI Sumedang 2014 – 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 29, 2015 by in Uncategorized.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters