gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Anak muda Jangan Mati muda!

“Anak muda jangan mati muda! “. Mungkin kita sudah sering mendengar kalimat ini, diibaratkan sebuah lagu lama dengan kaset yang usang, artinya sudah tidak asing lagi. Perumpamaan tersebut sebenarnya sebuah tamparan keras bagi generasi muda yang dianggap mati karena tidak berbicara dan tidak bertindak. Namun, seringkali kita sebagai generasi muda tidak begitu peduli dengan slogan-slogan yang sebenarnya harus kita tanggapi sebagai kritikan yang membangun bagi diri kita.

Sebuah pernyataan bahwa generasi muda haruslah belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak perlu ikut campur dengan dunia politik merupakan propaganda yang tidak baik dan tidak membangun. Alhasil, terciptalah pemuda-pemuda yang apatis dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Hal merupakan salah satu warisan masa Orde Baru dengan jargon “Politik no, Ekonomi yes!”. Generasi muda menjadi bungkam dalam ketidak berdayaan untuk mengeluarkan pendapatnya dan terbawa-bawa hingga sekarang.

Revolusi yang dilakukan oleh pemuda-pemuda angkatan 1998 merupakan salah satu contoh bahwa pemuda mampu melakukan perubahan. Namun perlu kita sadari bersama bahwa revolusi tahun 1998 tidak menghasilkan buah yang begitu manis karena belum matang. Revolusi memang berhasil tetapi tidak ada konsep yang telah dirancangkan bagaimana perjalanan Republik Indonesia ini setelah melakukan revolusi. Akibatnya, Indonesia menjalani pemerintahan yang tidak jelas arah dan tujuannya hingga sekarang. Pancasila sebagai dasar negara, dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional hanya sebagai pajangan indah yang disakralkan tanpa dilaksanakan amanahnya. Lalu dimanakah peran kita sebagai mahasiswa yang sadar dan melek akan keadaan ini?

Hak dan Tanggung Jawab Generasi Muda dalam Politik

Pertama, generasi muda memiliki semangat dan idealisme yang tinggi dan berhak untuk mengeluarkan pendapat. Kepercayaan diri dan semangat yang menggebu-gebu tentu masih dimiliki dalam memperjuangkan rakyat marhaen. Namun sebelum melakukan perjuangan yang panjang generasi muda perlu memahami pengertian dan konsep politik secara benar sehingga tidak melakukan kesalahan dalam pemahaman maupun tindakan politik.

Kedua, revolusi kita belum selesai.  Pemuda bertanggungjawab untuk mengawal jalannya revolusi kita seperti yang telah diungkapkan oleh Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia yang terkenal sebagai pemimpin besar revolusi. Sudah menjadi suatu keharusan bagi generasi muda untuk terus berkarya dan kritis dalam mengawal jalannya revolusi Indonesia. Jika kita masih diam saja tanpa berbuat apa-apa saat terjadi ketidakadilan kita sudah mengingkari hati nurani dan idealisme kita sebagai generasi muda. Saat kita berjalan-jalan dikampus kita dapat melihat tuulisan-tulisan yang berkata : “Diam berarti mati, mahasiswa diam berarti mahasiswa telah mati”. Barangkali hal itu dianggap sebagai suatu hiasan saja.

Ketiga, memberikan pencerdasan politik bagi masyarakat sekitar. Pembatasan-pembatasan pengetahuan politik yang dilakukan saat Orde Baru memiliki efek yang tidak baik dan cenderung mengarah kepada pembodohan politik. Alhasil, di Era Reformasi ini masyarakat menjadi tidak siap diajak untuk berdemokrasi karena belum dewasa secara politik. Rendahnya pemahaman politik serta seringnya terjadi kesalahpahaman dalam memaknai kata politik menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang tidak cedas secara politik dan sering menganggap bahwa politik itu bukan konsumsi yang sehat apalagi bagi generasi muda. Rendahnya tingkat pendidikan juga merupakan penyebab rendahnya pemahaman masyarakat dalam memaknai politik. Karena itu, sebagai generasi muda yang tangguh dan bertanggungjawab sudah seharusnya kita memberikan pencerdasan politik bagi lingkungan kita.

Keempat, mengkritisi dan memberikan tanggapan terhadap kebijakan pemerintah. Demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa pada 29-30 Maret 2012 terhadap kebijakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) mungkin sudah lupa dari ingatan kita. Namun, dampaknya tentu saja tidak bisa kita lupakan karena akhirnya Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak jadi mengalami kenaikan harga. Melakukan demonstrasi pada zaman sekarang ini terkadang berujung baik dan bisa juga buruk. Adanya provokator didalam setiap demonstrasi berujung pada demonstrasi yang tidak sehat dan tidak mencapai hasil seperti yang diinginkan. Tidak jarang juga demonstrasi yang dilakukan tidak ditanggapi oleh pihak pemerintah. Namun generasi muda tentu saja tidak akan berhenti membela masyarakat.

Kelima, melakukan penyadaran melalui media massa. Tatkala demonstrasi-demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa tidak memiliki efek yang begitu besar sudah seharusnya mahasiswa melakukan terobosan-terobosan baru. Menulis di media massa seperti di Koran-koran dan di media online lainnya dapat memberikan dampak yang lebih besar karena dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Bung Karno selagi muda sudah banyak menuangkan pikirannya dalam tulisan-tulisan sehingga sampai sekarang kita masih bisa memperlajarinya. Sebagai generasi muda yang terus berkarya, sudah seharusnya kita bisa meniru bapak revolusi kita untuk terus memberikan penyadaran dan pencerdasan melalui tulisan-tulisan yang membangun.

Dengan menyadari bahwa generasi muda memilik hak serta tanggung jawab yang besar dalam mengawal jalannya pemerintahan ini sudah seharusnya kita turut andil dalam politik. Anggapan-anggapan yang menyatakan bahwa pemuda tidak perlu ikut campur dalam dunia politik sangat tidak tepat karena itu merupakan tugas generasi muda yang nantinya akna menjadi pemimpin bangsa ini. Namun, jika perubahan bukan menjadi cita-cita lagi dan bangsa dan negara ini sudah tidak memiliki tujuan yang ingin dicapai, bolehlah generasi muda tidak perlu ikut andil dalam politik. Diam adalah sebuah pengkhianatan!

 

Dimuat di : analisadaily.medan

 

Oleh : Yenglis Dongche Damanik

Ketua DPC GMNI Sumedang 2014-2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 1, 2015 by in Uncategorized.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters