gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Menjamah Potensi Laut Indonesia Timur di Tengah Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015

 

Kawasan Indonesia Timur (KTI) merupakan bagian yang terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia samahalnya seperti Jawa dan provinsi lainnya. Indonesia timur mempunyai kekayaan alam yang luar biasa besar, baik dari potensi bahari, pertanian, kehutanan, maupun energi. Potensi-potensi berupa pertanian maupun energi selama ini masih dimonopoli oleh kekuatan modal asing. Seperti halnya Freeport menguasai energi dan tambang seluas 212.950 ha, lalu terdapat Merauke Integrated Food And Energy Estate (Mifee) menguasai produk pertanian seluas 7,13 juta hektar. Sementara, potensi laut di Kawasan Indonesia Timur masih belum terjamah sebagai sebuah potensi unggulan ditengah arus globalisasi.

KTI diuntungkan dengan jalur migrasi ikan Tuna, dan pertemuan dua arus Samudera Pasifik dan Hindia, dan keanekaragaman hayati yang besar. Potensi bahari ini pun banyak dinikmati oleh wisatawan mancanegara sebagai area wisata diving, snorkling, rekreasi maupun sebagai area konservasi Great Barrier Reefs yang dilindungi dunia. Misal saja di daerah Kabupaten Raja Ampat masuk kedalam wisata bahari dunia. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Raja Ampat senilai Rp. 25.372.972.763,00 pada tahun 2011 merupakan bukti bahwa potensi bahari di daerah Raja Ampat dapat mendongkrak tingkat perekonomian masyarakat setempat. Ternyata potensi pariwisata bahari mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar dengan menjual aneka ragam cenderamata berupa kain tenunan, kayu pahat maupun pakaian khas suku masyarakat setempat. Produk hasil industri kreatif mampu mengikat pasar mancanegara yang tertarik dengan produk cenderamata mutiara hitam begitu sebutan untuk masyarakat Papua.

Potensi laut KTI berupa perikanan tangkap pun harus dioptimalisasi demi menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Bayangkan saja, menurut Pemerintah Papua dalam situs papua.go.id menyatakan bahwa potensi lestari sumberdaya perikanan laut sebesar 1.524.800 ton/tahun dan perikanan darat sebesar 268.100 ton/tahun, namun belum termasuk potensi lahan untuk pengembangan budidaya laut dan tambak diperkirakan sebesar 1.663.200 Ha. Hasil laut yang begitu besar faktanya dibarengi dengan jumlah penurunan jumlah armada tangkap ikan, tahun 2009 sebesar 27.127 unit dan mengalami penurunan sebesar 12,56% dari tahun sebelumnya 31.022 unit 2008. Ini merupakan signal negatif mengingat potensi perikanan tangkap KTI yang sangat besar ternyata masih kurang dimaksimalkan.

Namun dalam menghadapi tantangan global berupa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, Pemerintah Daerah maupun Pusat perlu memikirkan dengan seksama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Indonesia Timur. Selama ini potensi laut KTI kurang mendapat sorotan pemerintah dalam hal pembangunan. Papua dan provinsi lainnya yang berada di kawasan Indonesia Timur masih kurang diperhatikan dalam hal pembangunan fisik atau infrastruktur. Faktanya, infrastruktur berupa pelabuhan di provinsi Papua hanya sekitar 12 pelabuhan dan jalan raya hanya 1.530.845 km dan 797.634 km diantaranya masih berupa jalan tanah. Pembangunan di Provinsi Papua berbanding terbalik dengan kekayaan alam yang berada di bumi cenderawasih tersebut. Eksplorasi energi fosil serta tambang merupakan yang terbesar dibelahan bumi Indonesia tapi tingkat kesejahteraan rakyat Papua masih diambang mengkhawatirkan. Pekerjaan rumah yang harus di kerjakan Pemerintah Pusat yang selama ini investasi sebagian besar berorientasi dibelahan Indonesia Barat terutama Jawa. Di Jawa arus kapital mengucur pada aspek industri, perhotelan. Di Sumatera dan Kalimantan arus kapital mengucur pada aspek Kehutanan, Perkebunan, dan eksplorasi tambang-energi.

Ditengah arus globalisasi yang kian besar, dan tantangan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 harus diperhatikan sebagai peluang untuk mensejahterakan rakyat Papua. Dengan arus kapital yang kuat dapat mendorong terciptanya peluang usaha atau bisnis baru dan membuka lapangan pekerjaan baru. Disamping dengan adanya arus investasi asing diperlukan sumberdaya manusia yang kompetibel. Dengan memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam menghadapi tantangan MEA 2015 diharapkan adanya transfer teknologi dan informasi untuk kemandirian bangsa kedepan. Beberapa pendekatan yang mampu di optimalkan untuk menghadapi tantangan MEA 2015 kedepan:

Pertama, pendidikan merupakan hal yang terpenting untuk meningkatkan kualitas sumberdaya masyarakat di kawasan Indonesia Timur. Sebagai usaha untuk meningkatkan daya saing dengan penduduk dari asal negara asing lainnya, penting untuk pemerintah daerah maupun pusat untuk lebih memberikan perhatian kepada masalah pendidikan. Penyuluhan sebagai langkah untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat setempat pun perlu dilakukan untuk memberikan kemudahan mengelola kekayaan alam KTI.

Kedua, infrastruktur adalah faktor penunjang untuk memberi kemudahan investasi masuk terutama memberi kemudahan masyarakat. Pembangunan pelabuhan, jalan raya, rumah sakit, sekolah maupun bandara adalah tepat dilakukan pemerintah untuk memberi kemudahan akses masyarakat. Infrastruktur ini jugalah yang akan melirik minat investor masuk kedalam negeri. Infrastruktur yang memadai mempermudah akses produksi dan distribusi produk hasil perikanan ke pasar domestik maupun mancanegara. Pasar perikanan tangkap merupakan potensi bahari yang sangat diminati pasar dunia, seperti ikan tuna, ikan cakalang, ikan tenggiri, dan jenis ikan laut lainnya.

Ketiga, Subsidi bagi masyarakat untuk memacu dan membangun industri rumah tangga maupun usaha kecil-menengah. Melihat potensi laut yang begitu besar dibelahan Indonesia timur sangat penting akan lahirnya usaha kecil-menengah. Subsidi berupa sarana dan pra-sarana produksi berupa alokasi BBM (BahanBakarMinyak), alat tangkap dan armada kapal tangkap. Untuk memperkuat basis produksi, pemerintah harus memperhatikan keberlangsungan aktivitas melaut para nelayan. Sehingga tingkat produktifitas bahan baku tetap stabil dan mengurangi tingkat ketergantungan impor. Pasalnya, menurut data ternyata terjadi penurunan jumlah armada kapal tangkap perikanan. Selain itu subsidi juga harus diberikan pada aspek pengolahan hasil perikanan agar menjaga kualitas tetap prima dan meningkatkan nilai tambah produk. Nilai tambah produk hasil perikanan dapat meningkatkan pendapatan daerah. Perlu adanya industri pengolahan hasil perikanan disetiap pelabuhan guna mengurangi biaya produksi. Saat ini, produk perikanan hanya bersifat hulu tidak menyentuh persoalan hilir distribusi perikanan. Mencoba membandingkan di Jepang, bukan hanya masalah distribusi perikanan dari penangkapan bahkan sebagai pusat jalur distribusi dunia. Pabrikan di Jepang mempunyai standar kualifikasi yang ketat sehingga seluruh penyaluran produk perikanan ke Eropa maupun Amerika harus melalui Jepang.

Subsidi juga diperlukan untuk mengembangkan industri kreatif seperti tenunan, cenderamata maupun pahat kayu. Selama ini industri kreatif terkendala masalah modal usaha padahal produk hasil industri kreatif merupakan kualitas ekspor. Industri kreatif ini juga yang akan mempertahankan nilai budaya dan tradisi lokal masyarakat setempat.

Ketiga pokok pendekatan inilah sekiranya mampu menjadikan potensi laut KTI menjadi produk unggulan ditengah pasar bebas. Selain itu, perlu adanya sinergisitas antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah untuk menghadapi tantangan MEA 2015. Semangat gotong-royong antar elemen masyarakat maupun birokrasi inilah yang diharapkan lahirnya kekuatan ekonomi baru melalui aspek perikanan-kelautan NKRI. Kekuatan ekonomi baru dibidang perikanan-kelautan ini juga diharapkan mampu membendung sentimen negatif yang selama ini dirasakan pada produk hasil pertanian.

 

Trianda Surbakti

Aktivis GMNI Sumedang

https://d19tqk5t6qcjac.cloudfront.net/i/412.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 28, 2015 by in Semua untuk Semua.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters