gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Surat Kepada Presiden

Jatinangor, 23 April 2014

Kepada YTH

Bapak Presiden Republik Indonesia

Di Istana Negara

Jl. Medan Merdeka Utara

 

 

Selamat pagi dan salam sejahtera,

Kepada Bapak Presiden yang terhormat, saya sangat senang sekali ketika Bapak terpilih menjadi  Presiden Republik Indonesia. Saya berharap Bapak menjadi Presiden yang lebih baik dibandingkan Presiden sebelumnya. Saya juga yakin visi dan misi yang telah Bapak suarakan akan Bapak realisasikan terutama dibidang pendidikan.

Konon katanya, APBN untuk sektor pendidikan sangat besar namun tidak ada implementasi dari seruan yang telah terucapkan. Saya melihat banyak sekali anak-anak yang tidak sekolah karena ekonomi lemah bahkan banyak yang menjadi punggung keluarga mereka demi mencari sesuap nasi. Mereka harus menjadi pengemis, pengamen, penjual rokok dan masih banyak lagi. Sangat miris melihat keadaan anak-anak yang seharusnya berada di kursi sekolah namun faktanya mereka berada di jalanan mencari uang. Banyak di antara mereka menjadi anak terlantar, menjadi berandalan dan melakukan tindakan kriminal. Bahkan kerapkali mereka mencuri bahkan merampok orang. Di sisi lain, akibat tekanan ekonomi lemah banyak di antara mereka yang jatuh pada pergaulan bebas, menggunakan obat-obatan terlarang bahkan membunuh orang.

Sungguh menyedihkan bukan? Banyak di antara mereka bahkan hampir semua di antara mereka ingin sekali sekolah. Di lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka iri melihat orang yang sekolah. Melihat orang lain menggunakan seragam sekolah berangkat, menuntut ilmu, bercanda-ria bersama teman-teman di sekolah dan bertemu dengan guru adalah impian mereka juga. Faktanya, hal itu hanyalah sebuah impian belaka. Ketika orang lain berada pada jenjang pendidikan, mereka menggunakan pakaian udik dan kotor. Memakai pakaian yang sobek karena ketidakmampuan membeli pakaian baru. Banyak juga di antara mereka harus menipu orang banyak demi mendapatkan koin receh. Mereka menggunakan alibi pembangunan rumah ibadah, menolong kaum yatim piatu. Untuk menarik perhatian banyak orang, banyak di antara mereka mengecat badan mereka dengan cat yang berwarna aluminuim. Dari sisi kesehatan, dampaknya mereka rentan terkena penyakit kulit bahkan kanker kulit.  Miris bukan? Ketika negara asing berusaha memfokuskan pendidikan pada penerus bangsanya, Indonesia sedang menangis karena melihat penerus bangsanya sedang bersusah payah mencari uang demi sesuap nasi.

Program yang disuarakan sekolah 9 tahun sepertinya hanya sebuah wacana belaka karena tidak ada implementasi yang terbukti pada kehidupan sehari-hari. Bahkan telah terdengar program sekolah 12 tahun yang akan diadakan oleh pemerintah. Masalahnya ialah, program 9 tahun yang dicanangkan belum terealisasi dengan tuntas, namun telah tercipta program sekolah 12 tahun untuk anak bangsa. Program yang dicanangkan sebenarnya sangat baik untuk mendukung semangat belajar anak Indonesia. Namun mahalnya biaya pendidikan di Indonesia tidak akan mampu membuat anak Indonesia yang memiliki semangat belajar dapat bersekolah 9 tahun, apalagi 12 tahun. Dengan perekonomian yang lemah, program yang ingin dilaksanakan pemerintah sepertinya hanya akan membuang uang negara.

Katanya negara kita melindungi segenap rakyat dari buta huruf. Katanya negara kita melindungi kalangan fakir miskin dan anak terlantar. Katanya negara kita punya sumberdaya yang kaya tapi rakyatnya tetap miskin. Sudah seharusnya rakyat bisa mengenyam pendidikan yang semestinya untuk pembangunan bangsa dan negara. Agar negara mampu keluar dari zona kemiskinan adalah penting bagi negara untuk memperhatikan sektor pendidikan.

Saya berharap, Bapak Presiden Republik Indonesia mendengar seruan hati anak Indonesia. Anak-anak yang terlantar di sepanjang jalan sangat ingin sekolah, namun karena lemahnya ekonomi mereka, mimpi mereka hancur berkeping-keping. Saya yakin, Bapak Presiden beserta kabinet yan telah dibentuk akan menjangkau tangan mereka yang telah meronta meminta tolong. Harapan anak bangsa tertumpu kepada kepimpinan Bapak sebagai Presiden yang telah terpilih. Anak Indonesia yakin Bapak akan memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia yang begitu rumit.

Demikianlah surat saya tulis, sebagai pertimbangan Bapak Presiden untuk menanggulangi masalah pendidikan yang mahal bagi kaum ekonomi lemah yang sudah berlangsung untuk sekian lamanya. Atas perhatian Bapak Presiden, saya ucapkan sekian dan terima kasih.

            Salam sejahtera.

Jatinangor, 23 April 2014

Ttd

Rakyat Indonesia

Helmi W S

Komisariat Pertanian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 4, 2014 by in Propaganda.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters