gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Sekata dalam Satu Tujuan

Masyarakat adalah faktor utama berkembangnya suatu wilayah. Wilayah yang cepat berkembang merupakan cerminan dari masyarakatnya yang hidup bersosialisasi antara satu dengan yang lainnya. Suatau wilayah tidak akan bisa berkembang jika masyaraknya bersifat tidak mau tahu  atau individualis. Hidup bersosialisasi adalah kunci keberhasilan suatu wilayah terjamin dalam segala hal.

Sejak duduk di bangku SD (Sekoilah Dasar), setiap masyarakat Indonesia diajarkan pendidikan untuk hidup bersosialisasi karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Hidup bersosial harus ditanamkan sifat gotong-royong, tolong-menolong, saling menghargai, dan mufakat atau musyawarah. Musyawarah merupakan kunci keberhasilan hidup dalam bersosialisasi.

Masyarakat yang hidup dalam musyawarah akan selalu terbantu dengan orang lain, segala permasalahan dalam kehidupan sosial jika dibawa ke dalam musyawarah akan segera terselesaikan dengan baik. Hidup yang selalu musyawarah sudah diajarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya diajarkan melalui pendidikan sekolah tetapi juga diajarkan dari nenek moyang yang telah melakukan dan merasakan indahnya hidup di dalam musyawarah.

Tanpa kita sadarai, sebenarnya Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 18 Agustus 1945 silam adalah merupakan perwujudan dari musyawarah. Para founding father bermusyawarah mencapai suatu kesepakatan untuk memerdekakan Indonesia dari penjajahan bangsa lain. Kemerdekaan Indonesia merupakan bukti nyata bahwa musyawarah merupakan kekuatan bagi masyarakat untuk mencapai tujuannya.

Kehidupan modernisasi sekarang ini jika dibandingkan dengan kehidupan para pendahulu kita sangat jauh berbeda dalam kehidupan sosialnya. Hal ini dapat terlihat dari kehidupan yang serba instan dan individualis yang semakin meningkat. Masyarakat lebih cenderung mementingkan urusan pribadinya dari pada bermusyawarah dengan masyarakat lain ketika ada masalah di lingkungan sekitarnya. Ketika orang lain mengingatkan seseorang mengenai suatu hal yang tak lazim dalam kehidupan bermasyarakat, mereka lebih cenderung tidak peduli dan merasa benar sendiri.

Musyawarah yang sudah merupakan budaya yang diajarkan para leluhur kita seharusnya tetap ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat baik di dalam keluarga, lingkungan sekitar maupun bangsa dan Negara. Musyawarah merupakan persamaan suatu paham dalam mencapai suatu tujuan. Di dalam musyawarah, setelah mencapai mufakat tidak akan ada lagi yang namanya individualis walaupun sebelumnya ada ketidak sepahaman antara yang satu dengan lainnya. Indahnya musyawarah adalah segala permasalahan akan bisa diselesaikan dengan baik dan tidak akan menimbulkan masalah lagi.

Kehidupan sekarang ini sudah jauh dari hidup bermusyawarah, karena sudah merasa hebat dibandingkan dengan orang lain dan merasa tidak mempunyai arti hanya membuang-buang waktu. Jika diperhatikan antara kehidupan di desa dan kota, mayoritas yang hidup bermusyawarah hanyalah masyarakat di desa. Masyarakat di kota lebih cenderung hanya memikirkan pribadinya saja, bukan hanya seperti itu, hal yang paling mengecewakan adalah hidup bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya sudah mulai hilang karena tetangga rumahnya sendiri tidak kenal antara yang satu dengan yang lainnya

Masyarakat di pedesaan sampai sekarang memang masih membanggakan ajaran leluhur ini. Dalam adat istiadat telah ditanamkan hidup bermusyawarah.  Contoh yang paling jelas terlihat bahwa hidup bermusyawarah masih tertanam pada kehidupan masyarakat desa sampai saat ini adalah dalam budaya batak dikenal istilah tonggo raja dan pajabu parsahapan. Kedua istilah ini merupakan jenis musyawarah dalam budaya batak ketika akan melaksanakan suatu kegiatan yaitu pernikahan.

Kehidupan diperkotaan juga seharusnya bisa mengembalikan kehidupan bermusyawarah yang sudah terkikis oleh kemajuan teknologi. Salah satu upaya yang perlu ditanamkan dalam diri masyarakat di perkotaan agar tetap tercipta musyawarah adalah adanya kesamaan tujuan dan sekata dalam mencapai tujuan itu. Ketika masyarakat sadar akan tujuan yang sama dan adanya rasa tolong-menolong maka kehidupan yang bermusyawarah akan tercipta kembali dan akhirnya akan menghasilkan kerukunan.

Musyawarah tidak hanya berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat. Di pemerintahan dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa juga perlu dilakukan musyawarah. Dalam kehidupan bernegara jelas terlihat bahwa musyawarah mulai hilang karena banyaknya para pemerintah melakukan korupsi yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak memperdulikan orang lain. Sangat memprihatinkan ketika peninggalan leluhur yang sangat berharga ini tidak dilestarikan oleh bangsa Indonesia.

Hidup bermusyawarah tidak mempunyai kerugian apa pun, melainkan mempunyai banyak manfaat. Oleh karena itu perlu bagi setiap pribadi menanamkan kembali titipan leluhur kita ini di dalam diri dan melestarikannya pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hidup harmonis dalam musyawarah merupakan dambaan bagi setiap masyarakat sehingga tercipta dan tercapainya tujuan bersama.

Indonesaia yang sedang merayakan tahun politik sekarang ini, perlu berkaca pada PEMILU sebelumnya yang banyak mendapatkan masalah. Terlihat jelas hal ini disebabkan oleh kurangnya musyawarah pemerintah dengan masyarakat. Pemilihan presiden yang akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang perlu dilakukan musyawarah terlebih dahulu antara pemerintah dengan masyarakat, antar calon presiden dan wakil presiden dan antara masyarakat dengan masyarakat lainnnya sehingga pemilihan presiden nantinya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan bangsa.

 

Arion Euodia S

Komisariat Pertanian UNPAD

GMNI SUMEDANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 4, 2014 by in Semua untuk Semua.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters