gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Optimalisasi Pembangunan Kawasan Timur Indonesia

             Kawasan timur sebagai bagian tak  terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan aset besar negara dengan sejumlah potensi yang luar biasa. Dengan sejumlah besar potensi yang  dimiliki, kawasan timur harusnya mendapat kredit lebih dari pembangunan Indonesia. Orientasi pembangunan yang terkesan terpusat di Jawa dan kawasan barat membuat potensi yang ada di kawasan timur menjadi kurang optimal.

Indonesia menjadi salah satu negara penghasil Migas terbesar di dunia merupakan sumbangsih daerah – daerah di kawasan timur untuk Indonesia. Selain Migas, kawasan timur Indonesia juga kaya akan hasil tambang dalam jumlah yang  sangat besar dan penghasil rempah – rempah dan komoditi pertanian lainnya yang sudah terkenal dari sebelum Indonesia merdeka. Seluruh aset yang dimiliki Indonesia di kawasan timur harusnya mampu menjadikan perekonomian Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju. Namun realtias berkata lain. Indonesia masih tergolong negara berkembang dengan perlambatan tingkat pertumbuhan ekonomi. Neraca perdagangan dan neraca pembayaran yang cenderung negatif menjadi indikator bahwa Indonesia belum mampu mengelola sumber daya yang dimiliki untuk dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan negara.

Dengan sejumlah besar potensi yang dimiliki kawasan timur Indonesia, harusnya Indonesia dapat meningkatkan pendapatan dari ekspor komoditas andalan dari kawasan Indonesia timur untuk memajukan perekonomian nasional. Hal ini disebabkan karena komoditas andalan dari kawasan timur Indonesia merupakan primadona ekspor bagi pasar internasional. Bahan pangan, rempah – rempah, Migas dan barang tambang adalah produk – produk dengan nilai jual yang tinggi di pasaran internasional. Namun terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan hal tersebut tidak dapat dicapai.

Persoalan mendasar adalah terkait pembangunan infrasruktur di kawasan Indonesia timur masih minim. Infrastruktur adalah modal dasar untuk membangun perekonomian. Pembangunan jalan, bandara, pelabuhan dan pembangkit energi adalah hal dasar yang menjadi prasyarat untuk menjamin kelancaran produksi dan distribusi. Masih banyak daerah di Indonesia timur yang belum merasakan sentuhan langsung pembangunan fisik dari pemerintah pusat maupun daerah. Jalan sebagai penghubung antar daerah dan lalulintas perdagangan, bandara dan pelabuhan sebagai pusat tumpuan ekspor – impor perdagangan, dan pembangkit energi sebagai sumber energi yang menggerakkan pusat – pusat produksi yang akan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Hal ini perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah jika ingin memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada di kawasan timur.

Persoalan selanjutnya terkait pembangunan kualitas sumber daya manusia. Hal ini dapat dilihat dari indeks pembangunan manusia di daerah timur yang masih jauh tertinggal dari daerah – daerah di kawasan barat Indonesia. Hal lain yang menjadi indikator adalah minimnya sekolah tinggi dan universitas yang berkualitas. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik, banyak putra – putri daerah yang tinggal di kawasan timur berlomba untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Pulau Jawa yang terkenal dengan pusat pendidikannya. Untuk menopang sistem produksi, khususnya barang tambang dan migas yang jadi sektor andalan, tentu dibutuhkan tenaga kerja yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang proses produksi berbasis teknologi manufaktur.

Persoalan terakhir yang tak kalah penting adalah kepemilikan atas sumber daya alam Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sumber daya alam Indonesia sebagian besarnya dikuasai oleh perusahaan asing. Lahan pertanian di Papua yang dikuasai oleh MIVE, lahan pertambangan emas dan uranium di Papua yang dikuasai oleh Freeport adalah sebagian kecil contoh betapa sumber daya alam yang sangat berpotensi bagi masyarakat Indonesia justru dikuasai oleh pihak asing. Sumber kekayaan alam Indonesia kawasan timur begitu melimpah, namun tidak memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat. Hal ini juga melanggar UUD 1945 pasal 33 ayat 3 yang menyatakan “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar – besarnya untuk kemakmuran rakyat”. Sungguh ironis disaat kita memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, justru negeri asing yang menikmati hasilnya dan kita hanya menjadi “babu di rumah sendiri”.

Pembangunan Jadi Solusi

            Untuk dapat mengoptimalkan hasil produksi produk – produk komoditas unggulan dari kawasan Indonesia timur perlu upaya perbaikan yang komprehensif di segala lini pembangunan. Pertama adalah pembangunan fisik berupa jalan, bandara, pelabuhan dan pusat pembangkit energi yang berguna untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dan bahan – bahan tambang dan juga untuk mendistribusikan hasil produksi tersebut. Dengan arus distribusi yang lancar akan semakin mendorong arus pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat. Produksi industri pengolahan juga harus semakin ditingkatkan. Hal ini sesuai dengan PP no 4 tahun 2014 tentang Minerba yang mengatur agar Indonesia melakukan pengolahan bahan tambang mentah untuk memberikan nilai tambah sebelum di ekspor ke luar negeri. Dalam hal ini, pemerintah harus serius dalam menjalankan aturan yang sudah ditetapkan. Tujuannya jelas, optimalisasi nilai ekspor dan mengurangi impor barang konsumsi.

Selanjutnya adalah pembangunan aspek sumber daya manusia. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, diperlukan tenaga kerja yang terampil untuk mendukung  proses produksi dan mengolah  hasil produksi. Tenaga kerja yang terampil akan didapatkan jika pemerintah memberikan sarana pendidikan yang memadai dengan kualitas yang baik. Investasi dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam masa yang akan datang akan mengurangi ketergantungan Indonesia akan tenaga ahli dari luar. Nantinya diharapkan kita mampu untuk melakukan pekerjaan tanpa bantuan tenaga ahli dari luar negeri dan hanya mengandalkan kemampuan anak negeri.

Dan terakhir adalah dengan menasionalisasi seluruh aset berharga yang dimiliki Indonesia dari perusahaan asing. Dengan penguasaan akan kekayaan alam, kita dapat berdaulat dalam meningkatkan produksi nasional yang akan berdampak signifikan terhadap pendapatan nasional dan kesejahteraan rakyat.

Seluruh hal diatas dapat diwujudkan jika pemerintah kita memiliki political will yang kuat untuk menjadikan hal diatas sebagai agenda nasional dan melaksanakannya. Segala potensi yang kita miliki dapat kita berdayakan jika kita menjadi “tuan atas tanah kita sendiri”. Jika ingin mengoptimalkan pendapatan dari ekspor komoditas andalan kawasan timur, maka pemerintah harus memberi perhatian serius untuk pembangunan di wilayah timur Indonesia.

 

 

Ditulis oleh: Kristian Sinulingga

Ketua Cabang GMNI Sumedang

Mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis Fisip Unpad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 30, 2014 by in Suara Umum.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters