gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Kondisi Ekonomi Paska Pilpres

Hiruk pikuk dalam pesta demokrasi saat ini memberikan sebuah gambaran tentang kondisi politik tanah air. Sebagai sebuah gambaran mengenai tingkat kecerdasan masyarakat memilih sosok pemimpin nasional kelak. Beberapa hari lagi, Indonesia akan melahirkan seorang pemimpin bangsa yang mampu membawa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Bukan hanya soal janji politik maupun barang kosong semata, tapi merupakan tantangan serta tujuan Republik ini kelak.

Membaca arah gerakan dari kedua pasangan calon dapat kita lihat bersama lebih jauh dalam tiga pendekatan; rekam jejak, visi-misi dan karakter. Bagi Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta sama-sama memiliki gebrakan perubahan dalam tatanan politik maupun ekonomi. Gebrakan yang harus kita lihat bersama sebagai prasyarat memilih seorang pemimpin nasional. Setiap perubahan memiliki tingkatan yang berbeda yakni, perubahan mendasar, menengah atau permukaan. Mengenai perubahan yang dimaksud kedua pasangan capres-cawapres masih belum mendasar kepada persoalan rakyat Indonesia.

Persoalan pelik bangsa ini yang semakin sulit dibawah jeratan globalisasi dan jaminan hidup yang semakin rendah. Rakyat seakan kehilangan semangat hidup karna kebutuhan hidup meningkat, lapangan pekerjaan menipis, dan angka kriminalitas yang meningkat. Sebuah guratan nasib bangsa kini berada di pundak Presiden-Wakil Presiden terpilih nanti. Lewat momen pilpres ini harus kita nilai sebuah kemaslahatan bersama bukan terfragmentasi kedalam tiga kubu: Prabowo-Hatta, Jokowi-JK dan golput.

Kita menantikan pemimpin yang mampu membawa perubahan walau dengan bertahap menuju cita-cita bangsa Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Prabowo menyampaikan kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 7200 triliun. Menurut capres nomor urut satu ini jumlah kebocoran ini dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Begitu juga Jokowi yang menargetkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dengan langkah-langkah yang disusun lewat visi-misi Jokowi-JK.

Meskipun konsep ekonomi yang dipaparkan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK memiliki persamaan. Persamaan dalam hal memakai terminologi ekonomi kerakyatan tapi perbedaan mendasar dapat dilihat melaui langkah kerja dari kedua capres-cawapres. Ada baiknya kita mampu menilai serta menganalisis lebih jauh mengenai konsep kerakyatan dan ekonomi NKRI jika terpilih nantinya.

Paska Pilpres

Setelah selesainya masa pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang terpilihlah pasangan Presiden dan Wakil Presiden. Tantangan dan masalah mendatang sudah langsung disikapi adalah masalah ekonomi Indonesia. Ekonomi adalah persoalan pengelolaan kekayaan alam negara yang terdistribusikan merata keseluruh lapisan masyarakat. Persoalan ekonomi juga memberdayakan seluruh rakyat Indonesia mengelola kekayaan alam negara.

Menghadapi tantangan Presiden terpilih kedepan adalah masalah pangan dan energi. Dari sisi kepemilikan lahan, jumlah lahan produktif yang semakin sempit akibat alihfungsi lahan secara massif dibeberapa daerah terutama di daerah luar Jawa. Sementara dari sisi pelaku usaha tani juga mengalami penurunan yang berbanding lurus dengan jumlah produksi pangan domestik. Dengan tekanan usaha tani yang tidak menguntungkan dan kebutuhan hidup petani yang semakin meningkat sebagai prasyarat alihfungsi lahan menjadi area industri terjadi. Alhasil, solusi yang bisa diambil dapat dengan impor ataupun memberi insentif bagi pelaku usaha petani pangan untuk tetap berproduksi. Kebutuhan domestik yang berorientasi pada produk impor akan menurunkan nilai tukar rupiah sehingga menyebabkan inflasi meningkat dan pertumbuhan ekonomi menurun. Masalah pangan adalah masalah hidup-mati suatu bangsa. Oleh sebab itu, masalah pangan haruslah ditangani dengan serius oleh pemimpin nasional selanjutnya sebagai kebijakan utama dalam menyelesaikan persoalan bangsa kedepan.

Selain itu, kita akan dihadapkan dengan penyakit menahun sepertihalnya masalah pangan yakni masalah energi. Energi merupakan unsur utama penggerak roda perekonomian dan menjadikan sebuah kebutuhan hidup yang tak terlepaskan dari keseharian hidup rakyat Indonesia. Selama ini kebutuhan energi nasional yang dilakukan dengan impor membuat Indonesia sangat ketergantungan dengan asing. Indonesia yang tergabung kedalam organisasi penghasil minyak dunia atau disebut dengan OPEC membuat Indonesia terjebak kedalam kerjasama dagang yang terikat dan eksploitatif. Indonesia tidak mempunyai nilai tawar dalam penentuan harga minyak membuat meningkatnya anggaran pengeluaran negara yang bisa berakibat fatal. Dengan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang memudahkan investasi asing mengelola sumberdaya energi Indonesia. Masuknya korporasi asing mengelola sumberdaya energi kita semakin memperkuat kedudukan bangsa Indonesia sebagai bangsa kuli.

Ditengah pengaruh global, Indonesia dihadapkan dengan berbagai situasi yang tidak menguntungkan. Seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), konflik Laut Tiongkok Selatan dan Timur, dan pengaruh politik Indonesia yang rendah membuat Indonesia gagal menciptakan perdamaian dunia. Tantangan global ini mampu dijawab oleh capres-cawapres sebagai sebuah kesatuan diantara bangsa dan negara. Sumberdaya manusia yang kian rendah dan dukungan politik negara menyebabkan nilai tawar rakyat Indonesia semakin terpuruk. Rakyat Indonesia tetap menjadi buruh murah dan menjadi prakondisi awal menuju kapitalisasi ekonomi bagi korporasi yang mempunyai modal kuat.

Selaku pemimpin tertinggi di Republik Indonesia, baik Prabowo maupun Jokowi mampu melihat lebih jauh persoalan bangsa yang kian pelik. Diharapkan pemimpin nasional selanjutnya mampu membawa angin perubahan secara mendasar bagi terciptanya tatanan sosial adil dan makmur. Seluruh rakyat Indonesia menantikan seorang calon pemimpin nasional yang bukan hanya umbar janji tapi mampu menjadi penyambung lidah rakyat marhaen.

 

Trianda Surbakti

Wakabid Agitasi dan Propaganda DPC GMNI Sumedang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 2, 2014 by in Suara Umum and tagged , , , , .

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters