gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

DI BALIK KEDATANGAN OBAMA

Kedatangan Presiden Amerika Serikat(AS) Barrack Obama ke Indonesia dalam waktu dekat ini,meskipun diundur karena pemerintahan Obama masih menghadapi dinamika politik di negerinya sendiri(berkaitan dengan RUU Kesehatan),telah menumbuhkan reaksi dari berbagai komponen masyarakat di Indonesia. Secara garis besar,terdapat dua kubu dengan respon berbeda terhadap kedatangan Obama. Ada kalangan yang pro dan ada pula yang kontra. Bagi kalangan yang pro,kedatangan Obama ke Indonesia mesti dilihat secara positif sebagai i’tikad baik dari Presiden AS tersebut untuk membuka ruang dialog yang konstruktif dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Jadi,kunjungan Obama ini dapat dijadikan peluang bagi perbaikan “hubungan antar peradaban” Barat dan Islam yang rusak akibat agressive political campaign rezim George.W.Bush di masa lalu.
Sementara bagi kelompok masyarakat yang kontra, kedatangan Presiden negara adikuasa itu dipandang sebagai usaha untuyk memperkuat hegemoni AS di dunia Islam. Hal ini berkaitan dengan citra AS yang cukup buruk di mata dunia Islam,khususnya bila merujuk pada konflik Israel-Palestina dan invasi AS ke Afghanistan dan Irak pada masa lalu. Dalam kasus terorisme, AS juga dianggap telah menerapkan double standard, yakni melekatkan stigma teroris kepada kelompok dan negara Islam,tapi diam seribu bahasa bila melihat aksi state-terorism yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina(seperti pembantaian Gaza yang mengorbankan sekitar 1.300 orang Palestina pada awal tahun 2009 lalu). Demikian pula dalam kontroversi nuklir Iran, AS mengupayakan segala hal agar Iran membatalkan program nuklir nya yang dianggap AS dan Barat akan bermuara pada produksi senjata nuklir berkekuatan dahsyat. Tapi disisi lain,AS tak menunjukan sikap terhadap “koleksi senjata nuklir” yang dilakukan Israel dan AS juga sudah menyepakati perjanjian kerja sama di bidang teknologi nuklir dengan India.

Agenda Kedatangan Obama

Kunjungan Obama ke Indonesia,negeri yang pernah dihuni nya selama 4 tahun,tentu bukan sekedar ingin bernostalgia mengenang masa kecilnya. Dibutuhkan analisa yang komprehensif untuk menyikapi kedatangan Obama ke negeri ini. Dengan analisa yang menyeluruh itulah kita dapat mengambil suatu konklusi yang kemudian bisa menjadi respon yang tepat dan cerdas dalam menyikapi hal ini.
Barack Obama,ketika berkunjung ke Indonesia nanti,bukanlah seorang Afro-Amerika yang pernah tinggal di negeri ini pada waktu kecil,melainkan seorang Presiden atau Kepala Negara dari sebuah negara adikuasa yang bernama Amerika Serikat(AS). Jadi,kedatangan Obama tidaklah membawa aspirasi dan tendensi pribadi,tapi mengusung kepentinagn negara AS dalam berbagai aspek,khususnya ekonomi. Publik dunia telah mengetahui bahwa terpilihnya Obama sebagai Presiden pada akhir tahun 2008,bersamaan dengan munculnya situasi yang tidak menguntungkan bagi perekonomian AS. Harga-harga saham Wall Street jatuh drastis dan kredit macet di sektor perumahan(Subprime mortage) menyeruak ke permukaan,lalu menjalar ke sektor perbankan(diawali oleh skandal Madoff). Dapat dikatakan bahwa perekonomian AS kini belumlah pulih total dan masih diperlukan “terapi pemulihan” bagi proses recovery secara menyeluruh.
Ketika masa kampanye Pilpres AS yang lalu,Obama menjanjikan perubahan orientasi ekonomi dari perekonomian yang berbasiskan transaksi saham finansial kepada penguatan sektor industri(kapitalisme industrial). Maka untuk menggerakan sektor industri dibutuhkan supply sumber daya energi dalam skala besar,khususnya migas dan bahan tambang ekstratif. Dan Indonesia,sebagai sebuah negeri yang kaya sumber daya energi,merupakan sasaran yang tepat bagi pencapaian tujuan tersebut. Apalagi bila merujuk pada laporan National Intelligence Council(NIC) AS pada November 2008 tentang Trend Global 2025: “A Transformed World”. Dalam laporan ini disebutkan bahwa Indonesia ialah negara yang memiliki potensi besar di bidang ekonomi bila dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Keunggulan Indonesia terutama terkait dengan kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah.

Obama dan Kedaulatan Ekonomi

Berbicara tentang penguasaan AS terhadap sumber daya alam Indonesia(khususnya sektor energi) memang sama sekali bukanlah hal baru. Hal itu sudah terjadi sejak lama,tepatnya pasca berkuasanya rezim Orde Baru di akhir dekade 60-an. Sejak saat itulah korporasi-korporasi multinasional(MNC) dari negara-negara Barat(mayoritas dari AS) bebas mengeksplorasi dan bahkan mengeksploitasi sumber daya energi Indonesia. Contoh paling fenomenal adalah eksploitasi PT.Freeport McMoran terhadap bukit Temabagapura,Timika yang memiliki kandungan emas,perak dan tembaga dalam volume yang cukup besar.
Di sektor produksi gas, menurut laporan Energy Information Administration(EIA) pada Januari 2008,Indonesia merupakan negara penghasil gas alam terbesar di Asia Pasifik dengan kemampuan produksi 97,8 juta kubik. Namun,hampir 90% dari total produksi tersebut berasal dari 6 MNC,yakni:Total(30%), ExxonMobil(17%), Vico(BP-Eni joint venture,11%),Conoco Philips(11%), BP(6%) dan Chevron(4%). Dari ke 6 MNC tersebut,3 diantaranya berasal dari AS(ExxonMobil,Conoco Philips,Chevron) dan menguasai 32% produksi gas alam Indonesia. Di sektor minyak bumi pun tidak jauh berbeda. 80% ladang produksi minyak Indonesia dikuasai oleh korporasi asing yang didominasi MNC asal AS,seperti ExxonMobil,Chevron,Conoco Philips,Newmont dan sebagainya.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut,dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia bertujuan untuk memperkuat dominasi AS dalam pengelolaan sektor energi di Indonesia. Obama dituntut oleh sistem kapitalisme industrial untuk dapat menjamin kesinambungan dominasi atas industri tambang dan migas Indonesia demi recovery perekonomian AS. Dapat disimpulakan pula bahwa terlalu naif bila menyatakan bahwa tujuan utama Obama berkunjung ke Indonesia adalah untuk membangun relasi yang lebih baik dan “lebih intim” dengan dunia Islam. Memang Obama(baca: AS) membutuhkan dunia Islam yang ramah pada AS,namun esensi dari kebutuhan ini ialah agar penguasaan AS terhadap sumber daya ekonomi yang dimiliki negeri-negeri Muslim(dan Dunia Ketiga pada umumnya) tidak terganggu.
Demikian juga pandangan mereka yang menolak kedatangan Obama dengan basis argumen ketidakadilan yang ditunjukan AS pada dunia Islam,dalam konteks ini negara-negara Muslim di Timur Tengah. Harus dipahami bahwa tujuan kedatangan Obama ke Indonesia bukanlah untuk mendapatkan legitimasi dari pemerintah dan masyarakat Indonesia atas tindakan AS mengirim ribuan tentaranya ke Afghanistan atau penolakan AS terhadap program nuklir Iran(dan AS sama sekali tidak butuh legitimasi itu). Jadi sangat tidak relevan jika menolak Obama dengan mengusung isu Timur Tenagh dengan melupakan kepentingan nasional yang sesungguhnya tengah diincar oleh Obama dan AS. Kedaulatan Indonesia dalam bidang ekonomi lah yang dipertaruhkan dengan kedatangan Obama. Proklamator RI,Bung Karno telah mewariskan gagasan Trisakti,yang salah satu isinya ialah Berdikari atau kemandirian bangsa di bidang ekonomi. Sudah sepatutnyalah ini menjadi pedoman bagi semua komponen bangsa dalam menyikapi berbagai hal,termasuk kunjungan kenegaraan Obama ke Indonesia tiga bulan mendatang. Jika tidak,mimpi buruk Bung Karno akan terbukti, kita akan menjadi “kuli di negeri sendiri”.

Hiski Darmayana
Antropologi FISIP Unpad

Kader GMNI Sumedang (Komisariat Fisip Unpad)

*) dimuat di: https://www.facebook.com/notes/hiski-darmayana/di-balik-kedatangan-obama/402899445906

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 17, 2014 by in Semua untuk Semua.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters