gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

MENYELAMI PIKIRAN-PIKIRAN SCHOPENHAUER

Menyelami Pikiran-Pikiran Schopenhauer

 

Siapa Schopenhauer? Diantara jejeran filsuf-filsuf besar yang sering dijiplak pikiran-pikirannya oleh kita, Dia (SC), seringkali terlupakan, padahal salah satu ciri filsafatnya adalah keberanian menguak sisi gelap manusia. Ia menyerang filsafat Hegel yang dinilainya abstrak. Namun,siapapun yang membenci Hegel, tidak akan pernah membencinya 100 %, termasuk Karl Marx. Upaya Hegel dalam mencari kebenaran dipuji Schopenhouer dengan berujar “ hidup teramat pendek,tapi kebenaran berlaku lama dan berumur panjang,oleh sebab itu mari kita bicara kebenaran”. Walaupun bersama dengan Marx memuji Hegel, namun jangan kira dia akan sependapat dengan Marx soal materalisme. Ia tidak behenti bertanya “bagaimana kita bisa menjelaskan bahwa jiwa adalah materi,kalau kita mengetahui materi melalui jiwa,melalui diri kita sendiri ?.Jika kita membayangkan bahwa kita berpikir materi,maka kita sesungguhnya berpikir hanya tentang subjek yang mempersepsi materi. Mata yang melihatnya,tangan yang merasakannya,pemahaman yang mengetahuinya. Jadi disitu tampak ada prinsip pengulangan yang tanpa akhir,karena secara tiba-tiba mata rantai yang berakhir tampak menjadi titik awal kembali …Aku menyukai blak-blakanya sekaligus ngeri melihat keradikalan pikirannya..

Oleh karena itu dia menganjurkan kita mulai berfilsafat dari dalam diri, bukan dari objek luar (materi). Kita tidak pernah bisa sampai pada hakikat benda-benda dari ketiadaan.Semakin kita menyelidikinya,semakin kita sadar bahwa kita mungkin mencapai sesuatu pun selain citra-citra dan nama-nama.Kita seperti manusia yang berputar-putar mengelilingi sebuah benteng untuk mencari jalan keluar.Namun,karena pintu itu tidak ditemukan,maka kita lalu mebuat sketsa pada bagian mukanya.Oleh karena itu mari kita masuk saja ke dalam.Kalau kita mampu menemukan hakikat jiwa kita sendiri,kita mungkin akan mempunyai kunci untuk membuka pintu dunia luar.

Diluar sana, para filsuf sepertinya semua sepakat bahwa manusia adalah makhluk berakal (animal rationale). Sedangkan Schopenhouer mengkritik anggapan tersebut. Dia bernagggapan, intelek itu hanya bagian permukaan dari jiwa. Dibawah intelek terdapat kehendak yang tidak sadar, suatu daya atau kekuatan hidup yang abadi,suatu kehendak dari keinginan kuat. Intelek memang mengendalikan kehendak, tetapi hanya sebagai pembantu yang mengantar tuannya. Hubungan antara intelek dan kehendak digambarkan seperti “kehendak adalah orang kuat yang buta menggendong orang lumpuh yang melek”.Kita tidak menginginkan sebuah benda karena ada alasan rasionalnya,melainkan kita mempunyai alasan yang bisa dibuat rasional karena kita menginginkannya. Untuk kemenangan yang kita raih selalu kita ingat,tetapi untuk kegagalan-kegagaln yang kita terima,dengan segera kita coba lupakan.Pendek kata,intelek adalah alat keinginan dan jika intelek menggantkan keinginan,maka yang terjadi adalah kebingungan.

Manusia sepertinya saja ditarik dari luar dirinya, padahal sebenarnya didorong dari dalam. Aktivitas seksual,makan,belanja,ngopi berasal dari kehendak yang setengah sadar untuk melakukan aktivitas itu. Kita didorong oleh apa yang kita rasakan. Kita mengira dibimbing oleh apa yang kita lihat, padahal didorong oelh apa yang kita rasakan.Pendek kata,kehendak adalah hakikat manusia. Kehendak tentu saja adalah kehendak untk hidup. Sedangkan musuh abadi kehendak adalah kematian.Akan tetapi bisakah kehendak mengalahkan kematian ?

Schopenhouer menjawab bisa!. Melalui apa ? Ya melalui reproduksi. Setiap organisme dewasa segera mengorbankan dirinya untuk menjalankan tugas reproduksi,mulai dari laba-laba jantan yang dimangsa oleh betinanya agar bisa berkembangbiak,tawon yang bekerja keras mengumpulkan makanan untuk anak-anak yang tidak akan pernah dilihatnya,sampai manusia yang bekerja banting tulang untuk memberi makan dan pakaian pada ank-anaknya. Reproduksi adalah tujuan utama, karena hanya dengan cara itu kematian dapat dikalahkan.

Hukum daya tarik seksual adalah bahwa pemilihan pasangan hidup sebagain besar ditentukan oleh kecocokan di antara orang-orang yang berpasangan untuk beranak pinak. Setiap orang mencari pasangan yang kira-kira bakal menetralisir segala kekuranganya.Seorang pria yang secara fisik lemah,akan mencari perempuan yang lebih kuat. Dalam banyak kasus,jatuh cinta bukanlah masalah hubungan timbal balik antara dua manusia. Masalah pokoknya adalah adanya keinginan untuk memiliki apa yang tidakmereka punyai. Schopenhouer juga menulis “sesungguhnya tidak ada perkawinan yang mendatangkan petaka,kecuali karena perkawinan karena cinta. Alasanya jelas, tujuan utama perkawinan adalah perpanjangan spesies dan bukan kesenangan individu. Ia yang kawin karena cinta pasti hidup menderita demikian bunyi pepatah Spanyol. Akan tetapi seorang gadis yang kawin karena cinta dan menentang saran orang tuanya perlu kita kagumi. Karena si gadis lebih menyukai apa yang menurutnya sangat penting dan bertindak menurut semangat alam,sedangkan orang tua hanya bertindak menurut semangat egoisme individualnya. Cinta adalah eugenika yang terbaik.

Selanjutnya Ia mengatakan “jika dunia adalah perwudan kehendak, maka dunia adalah dunia penderitaan”. Alasanya,kehendak mengisyaratkan keinginan dan apa yang diinginkan selalu lebih besar dan lebih banyak daripada apa yang diperoleh.. “seperti sedekah yang diberikan kepada seorang pengemis,agar ia bisa bertahan hidup hari ini,dan melanjutkan penderitaanya esok hari.Sepanjang kesdaran kita penuh dengan kehendak,sepanjang kita terperangkap oleh keinginan-keinginan kita,sepanjang kita tundak pada kehendak kita,maka kita tidak akan mempunyai kebahagiaan. Sama seperti Buddha yang bilang bahwa penderitaan bersumber dari keinginan.

Agar hidup bahagia, hiduplah seperti anak-anak. Anak-anak mengira bahwa kehendak dan usaha merupakan kenikmatan.Mereka belum menemukan keserakahan dari keinginan dan kurangnya pemenuhan kebutuhan dan mereka belum merasakan sakitnya kekalahan.Akan tetapi apa boleh buat,hidup memang penderitaan,karena kita tidak bisa menjadikan diri kita anak-anak  kembali. Kegilaan adalah salah satu cara untuk menghindari penderitaan.Kegilaan adalah tabungan yang retak dalam untaian kesadaran.Tempat perlindungan terakhir adalah bunuh diri. Namun tindakah bunuh diri adalah sia-sia dan tindakan yang bodoh, karena kehidupan tidak dipengaruhi olehnya. Apalagi dalam setiap kematian, terdapat beribu-ribu kelahiran. Jadi bunuh diri hanyalah kemenangan individual belaka.

Scopenhouer menjelaskan untuk memperoleh kebijaksanaan hidup lewat berfilsafat. Filsafat pada akhirnya memurnikan kehendak. Akan tetapi befilsafat bukan hanya copy paste pikiran para filsuf, melainkan dimengerti sebagai pengalaman dan pemikiran. Banyak sekali sarjana mengambil alih secara paksa pikiran-pikiran orang lain. Sangatlah berbahaya membaca suatu masalah sebelum kita sendiri memikirkannya. Ketika kita membaca,orang lain berpikir untuk kita.Demikianlah jika seseorang menghabiskan waktunya untuk membaca,lambat laun dia akan kehilangan kemampuan untuk berpikir. Saran pertama, hiduplah sebelum membaca buku-buku, dan kedua, bacalah teks sebelum membaca komentarnya.Satu karya jenius lebih baik daripada seribu komentar.

Selain itu dia juga memberi kita saran untuk menjadi jenius, menyukai seni khususnya seni musik dan kembali ke jalan agama sebagai cara untuk mencapai kebijaksanaan hidup melawan kehendak yang tidak terdamaikan. Kebijaksanaan sejati adalah Nirwana, mengurangi sesedikit mungkin keinginan dan kehendak. Inilah sebuah pikiran-pikiran yang harus kita maknai dan bukan mengadopsi mentah-mentah. Harus juga diingat, pikiran filsuf dipengaruhi oleh latar belakang kehidupannya.Tulisan ini hanyalah sebah ringkasan pemikiran seseorang. Dan butuh berdialog secara kritis terhadap pemikiran seperti ini agar bisa secara jernih menemukan apa yang dimaksud sang pemikir.Bagaimana menurut anda tentang pemikiran Schopenhouer di atas ?

Salam

Adi Surya

Aktivis GMNI Sumedang

 

Sumber : Abidin,Zainal, 2003 , Filsafat Manusia,Bandung : PT.Remaja Rosdakarya

http://gmni-sumedang.blogspot.com/2010/05/menyelami-pikiran-pikiran-schopenhauer.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 30, 2014 by in Suara Umum.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters