gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Wanita Ujung Tombak Bangsa

 web banner hari kartini

Sosok itu bak mentari di teriknya siang yang selalu setia berbagi kehangatannya. Layaknya sebatang lilin yang rela habis terbakar demi menerangi orang-orang yang ada disekitarnya meski terkadang masih saja ada segelintir  orang-orang yang memandang sebelah mata dengan keberadaannya. Dialah wanita selama ini yang tersingkirkan dari peranannya selama ini.

Naluri kasih sayang dan kelemah-lembutan melekat pada dirinya. Kelemah-lembutan bukan mencerminkan kalau dia adalah sosok yang lemah, tetapi sebaliknya, dibalik naluri kelemah-lembutan itu tersimpan sebuah kekuatan yang sangat besar, yang tak cukup jika hanya diuraikan dengan kata-kata belaka.

Mari renungkan bersama-sama, bagaimana sosok seorang wanita yang menjaga dan merawat bayi yang dikandungnya selama 9 bulan, melahirkan, dan mendidiknya, hingga kelak dapat menjadi seorang pemimpin harapan keluarga dan bangsa, sungguh tugas yang tidak mudah dan merupakan pekerjaan yang mulia. Ilustrasi di atas hanya sepenggal dari kekuatan kaum wanita.

Terkadang dia hanya berperan dibalik layar, tetapi sadarkah kita bahwa keberadaannya sangat menentukan kesuksesan orang-orang yang menjadi aktris dan aktornya (seperti : suami dan anak-anak).

Emansipasi wanita, hal inilah yang dulunya diperjuangkan oleh R.A. Kartini pada zamannya dan membuahkan hasil di zaman kekinian  hal inilah yang terus-menerus digaungkan di negeri jamrud khatulistiwa. Kesetaraan wanita dan pria terakomodir, peran wanita diberbagai bidang sudah diakui dan terimplementasi secara nyata dalam kehidupan saat ini. Sebagai contoh dalam rancangan Undang-Undang Pemilu, partai politik (parpol) harus memenuhi persyaratan 30% dari calon legislative harus perempuan.

Kondisi kependudukan bangsa beribu pulau ini juga 50,3% didominasi oleh kaum hawa. Oleh karena itu tidaklah suatu hal yang menggelitik lagi jika kita melihat kenyataan saat ini, banyak peran yang mulai digarap oleh para kaum wanita, seakan tidak mau ketinggalan dengan kaum pria, wanita pun mulai menduduki jabatan yang tertinggi, seperti presiden hingga yang terendah sekalipun seperti penjaga parkiran sudah dirambah oleh kaum wanita. Wanita sepatutnya bangga, karena pemerintah semakin menghargai keberadaan mereka dengan dikeluarkannya UU No.23 tahun 2004 mengenai penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan lain sebagainya.

Wanita itu tiang bangsa. Manakala baik wanita, baiklah bangsanya. Manakala rusak wanita, rusaklah bangsa itu. Sekompleks itulah keberadaan seorang wanita untuk sebuah bangsa, karena dari mereka-mereka inilah bakal terlahir sosok-sosok yang bakal memimpin bangsa ini, sosok yang akan menentukan kedepannya mau dibawa kemana sebenarnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

Charles Fourier pernah mengatakan bahwa tinggi rendahnya tingkat kemajuan suatu masyarakat  adalah ditetapkan oleh tinggi rendahnya tingkat kedudukan perempuan didalam masyarakat itu.

Melihat realita ini, sudah saatnya kartini-kartini masa kini kembali menorehkan warna dan berpartisipasi aktif  dalam kemajuan bangsa ini, memberi pembuktian pada dunia bahwa peran wanita tidak hanya sebatas 3UR (kasur,dapur,sumur) ,tapi lebih daripada itu. Kartini-kartini masa kini sudah saatnya berorientasi global,  tapi tetap dengan tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama.

Dalam momentum memperingati hari Kartini tahun ini, diharapkan para kaum wanita semakin sadar dan dapat bercermin dari semangat perjuangan R.A.Kartini bahwa keberadaannya sebagai ujung tombak bangsa ini, jika ujung tombaknya sudah tidak tajam lagi, maka bangsa ini hanya tinggal menunggu keruntuhannya saja.

Bangkitlah wanita Indonesia, majulah negeriku….

Martha Suryanita Surbakti, Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi

Universitas Padjadjaran

Komisariat Fisip Unpad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 23, 2014 by in Semua untuk Semua.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters