gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

PRAGMATISME DAN OPORTUNISME PARTAI GOLKAR

 

Kiprah Partai Golkar dalam kancah perpolitikan negeri ini kembali menjadi sorotan publik. Hal tersebut terkait dengan dibentuknya Sekretarist Bersama (Sekber) Partai Koalisi yang menurut Presiden SY merupakan forum konsultasi dan kordinasi partai-partai pendukung Pemerintahan SBY-Boediono dalam merumuskan berbagai kebijakan negara. Yang menjadi sorotan masyarakat ialah posisi Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie sebagai ketua harian Sekber. Padahal Partai Golkar bukanlah partai pengusung SBY-Boediono pada Pilpres 2009 lalu. Ada apakah gerangan?

Kemunculan Sekber dengan Aburizal Bakrie sebagai ketua hariannya sulit untuk dibantah terkait dengan kepentingan Partai Golkar untuk meraih posisi strategis dalam pucuk kekuasaan negeri ini. Sudah dapat kita pahami bahwa sejak lahirnya 46 tahun lalu hingga sekarang, Partai Golkar adalah partai politik yang sulit bereksistensi bila tidak ‘bersemayam’ dalam ruang kekuasaan. Jadi apapun dilakukan demi mencapai target-target politiknya, dimana cara pencapaian target tersebut seringkali terlihat tidak masuk akal dan teramat pragmatis.Celakanya,perilaku Partai Golkar dalam realitasnya seakan mengkonfirmasi prasangka tersebut.

Realitas politik yang menunjukan pragmatisme partai ini tampak pada saat salah satu tokoh elit partai berambang pohon beringin ini menyatakan akan mempeti es kan skandal Bank Century setelah Sri Mulyani mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Padahal sebelumnya Partai Golkar merupakan salah satu partai yang gencar menyuarakan pengusutan skandal Bank Century hingga tuntas. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa ‘militansi’ Partai Golkar dalam pengusutan skandal Century melalui Pansus lalu hanyalah “akrobat politik” semata untuk menjatuhkan Sri Mulyani,yang kabarnya punya hubungan buruk dengan Aburizal Bakrie,sang Ketua Umum Partai Golkar (terkait dengan suspensi saham Grup Bakrie tahun 2008 lalu).

Partai ini kembali memicu antipati publik ketika Fraksi Partai Golkar(FPG) DPR mewacanakan pemberian dana aspirasi 15 Miliyar rupiah kepada anggota DPR oleh negara melalui APBN. Dana tersebut menurut FPG akan digunakan untuk pembangunan daerah pemilihan masing-masing anggota DPR. Namun banyak pihak justru menengarai usul Partai Golkar tersebut hanya akan menyuburkan praktik percaloan anggaran, mengacu pada program serupa di Amerika Serikat (pork barrel).

Setelah usulan dana aspirasi menuai penolakan dari masyarakat luas dan partai koalisi pemerintah lainnya (yang diklaim Partai Golkar mendukung dana aspirasi), Partai Golkar kembali menuntut penyaluran anggaran pembangunan desa 1 Miliyar rupiah, lagi-lagi melalui anggota DPR. Partai yang menjadi mesin politik utama rezim Orde Baru ini juga mengeluarkan berbagai ancaman, mulai dari ancaman deadlock pada pembahasan RAPBN 2011 hingga mengancam untuk hengkang dari sekber koalisi bila tuntutannya tersebut tidak dikabulkan pemerintah. Kenyataan politik demikian semakin menunjukan watak sejati Partai Golkar sebagai partai yang berwatak oportunis dan pragmatis.Segala upaya dilakukan Partai Golkar demi mewujudkan ambisi-ambisi politiknya yang haus kekuasaan walaupun menyalahi etika politik dan sistem ketatanegaraan.

Sudah saatnya Partai Golkar melakukan koreksi total terhadap orientasi dan praktik politik yang cenderung pragmatis dan oportunis seperti yang diperlihatkannya kepada publik selama ini. Seharusnyalah partai ini tidak menambah panjang daftar keburukannya di mata publik dengan melempar wacana-wacana yang tidak logis dan absurd. Ingat, kasus lumpur Lapindo dan tunggakan pajak grup usaha Bakrie pada negara masih menjadi catatan buruk bagi Aburizal Bakrie yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Hal itu tentu akan berdampak pula pada citra Partai Golkar yang kini dipimpinnya. Apakah partai ini mau menambah cela lagi di hadapan masyarakat ? Bila mau ditinggalkan rakyat pada 2014 nanti, silakan saja.

Hiski Darmayana
Alumnus Antropologi FISIP Unpad
GMNI Sumedang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 31, 2014 by in Semua untuk Semua.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters