gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Kita Sudah Melacurkan Diri Kepada Bangsa Lain

Pergerakan mahasiswa adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa.

Dalam lembaran sejarah Indonesia, ada banyak organisasi  yang ikut andil dalam pergerakan ini. Salah satunya adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (disingkat GMNI). Organisasi ini adalah sebuah gerakan mahasiswa yang berlandaskan ajaran Marhaenisme. GMNI dibentuk pada tanggal 23 Maret 1954 sebagai hasil gabungan dari tiga organisasi mahasiswa, masing-masing Gerakan Mahasiswa Marhaenis, Gerakan Mahasiswa Merdeka, dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia.

Maka dari itu, saya berkesempatan berbincang dengan seorang tokoh dari GMNI Sumedang. Adalah Kristian, atau yang lebih senang dipanggil dengan panggilan ‘Bung Kris’. Mahasiswa Administrasi Bisnis Unpad ini merupakan ketua dari GMNI Sumedang. Dalam percakapan kami, ia memaparkan beberapa hal terkait dengan pergerakan mahasiswa di Indonesia. Namun perbincangan kami lebih memfokuskan kepada polemik masa kini. Tentang bagaimana andil mahasiswa dalam pergerakan belakangan.

Kami bertemu pada hari senin (28/10) pukul 5 sore, yang dimana bertepatan dengan hari sumpah pemuda. Dengan semangatnya beliau berbagi cerita dengan saya di Wisma Marhaen, Jatinangor, Sumedang. Dengan dua buah cangkir kopi, kami memulai percakapan selama 45 menit di senja itu.

Apa yang dimaksud dengan pergerakan mahasiswa?

Pergerakan mahasiswa merupakan suatu tindakan dari sekelompok orang yang menggabungkan diri untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa untuk menanggapi hal-hal yang terjadi di sekitar  lingkungannya, baik itu secara konteks sosial, budaya, ataupun politik.

Apa tujuan dasar dari adanya pergerakan mahasiswa?

Gerakan mahasiswa bertujuan dasar untuk memberi pencerdasan bagi kaum muda. Sedangkan sebuah organisasi merupakan wadah bagi para aktivis untuk memberi pencerdasan kepada pada anggotanya agar paham dan sadar apa yang akan diperjuangkan, kalau tidak pintar dan tidak sadar bagaimana orang mau berjuang.

Mengapa GMNI bisa terbentuk?

GMNI lahir dari rahim kegelisahan kita sebagai kaum muda terkait kondisi bangsa saat ini. Serta melihat ada perlunya peran pemuda dalam ikut membangun aspek ekonomi, sosial, dan kebangsaan. Tujuannya memang untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan  Indonesia kedepan. Baik melalui gagasan-gagasan maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Apa contoh konkrit kegiatan yang dilakukan oleh GMNI Sumedang?

Hal pertama yang kami lakukan adalah advokasi. Kami pernah bekerjasama dengan kawan-kawan STNPRM (Serikat Tani Nasional Politik Rakyat Miskin) Sumedang. Kita adakan advokasi di beberapa daerah di manglayang timur, yaitu desa genteng, banyuresmi, dan sekitarnya. Advokasi tersebut terkait dengan permasalahan sengketa dengan pihak petani. Kami mengadvokasi supaya bagaimana kawan-kawan petani di daerah tersebut mendapatkan akses ekonomi. Kedua, kami mempunyai sekolah marhaen, yaitu bantuan pendidikan kepada anak-anak di sekitar wilayah untuk tingkat TK sampai SMP.  Ada 4 kegiatan yang kami laksanakan, yang pertama adalah Calistung (baca tulis hitung), yang kedua itu ada belajar bahasa inggris, yang ketiga  belajar bahasa arab dan mengaji, yang keempat kami memberikan materi pendidikan kreatifitas. Jadi contoh kegiatan yang kami lakukan secara umum dapat dibagi menjadi 3 bentuk, yaitu sosial, politik, dan kebudayaan. 3 hal ini merupakan hal utama dalam membela kaum marhaen.

Apa Marhaen itu sebenarnya? Benarkah sosok Marhaen itu benar-benar ada?

Bapak Marhaen benar adanya, dialah yang menginspirasi bapak Soekarno untuk membuat sebuah paham bernama marhaenisme. Secara konsep, marhaen adalah bagaimana kita  memiliki keberpihakan  terhadap kaum miskin tertindas, yang miskin karena dimiskinkan oleh sistem. Itulah yang disebut dengan marhen, yaitu orang yang dimiskinkan oleh sistem negara. Kalau dulu masyarakat dimiskinkan oleh sistem penjajahan kolonial imperialisme. Sekarang masyarakat dimiskinkan oleh sistem itu sendiri, atau sering disebut dengan kapitalis birokrat.

Bagaimana bisa masyarakat dimiskinkan oleh sebuah sistem?

Meski sudah jelas dasar negara kita adalah pancasila, para founding father sudah sepakat bahwa yang ingin dituju adalah masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Bung Karno memiliki 3 konsepsi yang disebut dengan Trisakti Pancasila. Dalam konsepsi tersebut, disebutkan bahwa yang pertama adalah berdaulat dalam bidang politik, yang kedua adalah berdikari dalam bidang ekonomi, dan yang ketiga berdikari dalam bidang budaya. Namun Pancasila sebagai filosofi dasarnya, kemudian UUD 45 sebagai batang tubuhnya, tidak sejalan dengan praktiknya. Sehingga kalau sekarang berbicara sistem, sekarang sistem apa sih yang kita anut? Bukankah Pancasila sudah tidak mempunyai makna lagi? Karena sistem yang kita terapkan sekarang yaitu sistem ekonomi liberal, juga sistem politik demokrasi elektoral. Ini kan tidak sesuai dengan semangat ancasila, bahkan kalau kita berkaca pada Pancasila ke-4 itu kan demokrasinya permusyawaratan perwakilan, bukan demokrasi bebas, jadi sudah sangat jauh dengan konsep awal.

Bagaimana pandangan Anda menegenai sistem liberalisme saat ini?

Kalau kita berbicara mengenai sistem liberalisme saat ini, akan terjadi yang namanya penghisapan manusia terhadap manusia lainnya, itu sudah disampaikan oleh Bung Karno dahulu. Itulah yang menjadi alasan mengapa para founding father sepakat dalam proklamasi untuk mencapai sosialisme Indonesia, karena sosialisme Indonesia mampu menjawab permasalahan bangsa untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Apakah para mahasiswa peduli akan permasalahan ini?

Hal yang harus dipahami adalah mahasiswa jaman sekarang banyak yang tidak paham dengan sejarah bangsanya. Entah karena tidak mau memahami atau tidak tidak mencari tahu. Padahal, setiap perubahan yang terjadi pada republik ini sebenarnya diawali oleh pergerakan mahasiswa. Penurunan Soekarno melalui pergerakan, namun mahasiswa pula yang mernurunkan Soeharto pada era reformasi. Semua diawali oleh pergerakan mahasiswa, tapi kemudian sebagian besar pergerakan ini hanya sebatas gerakan penggulingan kekuasaan. Ini yang tidak dipahami oleh mahasiswa, bahwa mahasiswa selaku gerakan pemuda punya peran yang sangat signifikan untuk membangun poros bangsa kedepan seperti apa, juga berperan dalam menentukan jalannya perubahan bangsa. Itu semua sebenarnya ada di tangan mahasiswa, karena mahasiswa mempunyai intelektualitas yang tidak dimiliki oleh kalangan yang lain.

Apakah mahasiswa dapat disebut nyaman dengan kondisi seperti ini?

Mereka nyaman karena sudah menjadi korban dari neokolonialisme, yaitu penjajahan dalam bentuk budaya. Ada 2 indikatornya, yang pertama  yaitu masyarakat Indonesia secara umum menjadi masyarakat yang individualistis, yang kedua kita menjadi masyarakat yang konsumeris. Sehingga kita tidak mampu berbuat apa-apa. Budaya kita saja ditolak oleh masyarakatnya, tapi budaya orang luar yang belum tentu sesuai dengan kebudayaan jati diri bangsa kita, kita terima.

Berarti bisa disebut bahwa bangsa kita tidak mempunyai independensi?

Inilah yang disebut dengan neo imperialisme, budaya kita sudah dijajah, sehingga kita sua tidak mempunyai jati diri. Bisa disebut bahwa kita sudah melacurkan diri kepada bangsa lain. Kita sudah menjadi budak bagi bangsa lain. Contohnya kita hobi mengirim TKI keluar, sementara investor asing kita undang ke dalam. Padahal di negeri kita sendiri harusnya kita yang menjadi tuan. Konsepnya sudah kebablasan, kita menyembah bangsa asing.

Berbicara tentang independensi, apakah GMNI merupakan organisasi yang independen?

Sangat independen. Hal ini sesuai dengan kongres GMNI yang ke-6 pada tahun 1976 di Ragunan-Jakarta. Kami menyatakan independen dan tidak lagi dibawahi atau menjadi underbow dari partai PNI pada saat itu. Mungkin ketika pertama kali terbentuk kami masih menjadi underbow. Saya paham bahwa dulu kami pernah menjadi underbow partai PNI, tapi kemudian setelah kongres ke-6 ini, juga setelah PNI bubar serta Soekarno jatuh, kami menyatakan diri bahwa kami independen.

Darimana GMNI mendapatkan dana untuk biaya operasional?

Pertama kita mendapatkan partisipasi dari kader anggota, kita punya iuran yang sudah diatur dalam AD/ART. Kedua yaitu sumbangan tidak mengikat, biasanya kami meminta bantuan dari senior serta alumni yang sudah bekerja. Kalau kita ada kegiatan kita buat proposal dan kita kasih. Kemudian yang ketiga kami mendapat dana bantuan sosial dari pemerintah daerah karena GMNI merupakan OKP (organisasi kepemudaan).

Mengingat hari ini merupakan hari sumpah pemuda, kegiatan apa yang dilakukan oleh GMNI?

Refleksi, terkait apa yang sudah dilakukan dan apa yang harus dilakukan.

Lalu bagaimana pemaknaan sumpah pemuda bagi kalangan pemuda saat ini?

Hampir tidak mempunyai makna. Pemuda sekarang hanya berpikir tentang dirinya sendiri. Tidak ada yang tersisa untuk lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negaranya. Seharusnya sumpah pemuda dimaknai sebagai pengembalian fitrah kita sebagai bangsa yang besar. Bangsa yang disusun atas semangat keberagamaan dan ditopang oleh pemuda-pemuda yang mempunyai visi dan cita-cita demi kemajuan bangsa dan negaranya.

 

Soekarno atau Soeharto?

Soekarno.

Pemerintah atau rakyat?

Rakyat.

Evolusi atau revolusi?

Revolusi.

Depan atau belakang?

Depan.

Hitam atau putih?

Putih.

Atas atau bawah?

Atas.

Kanan atau kiri?

Kiri.

Ditulis dalam proses wawancara dengan Ketua GMNI Sumedang periode 2012-2014

PL1/Wawancara/2013:  Faris Husnayain Lubis

210110110180

Jurnal B

Profil Narasumber

Nama                                           : Kristian Santo Yosefh Sinulingga

Tempat, Tanggal Lahir        : Kisaran, 20 Juli 1990

Alamat                                        : Jl. Raya Jatinangor, Wisma Marhaen

No Kontak                                : 08566344992

Email                                           : mangkok_malem@yahoo.com

 

Dokumentasi

gmni

One comment on “Kita Sudah Melacurkan Diri Kepada Bangsa Lain

  1. Suka Perubahan
    Desember 10, 2013

    Semoga banyak yg membaca dan memahami isi dari topik di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 9, 2013 by in rubrik media.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters