gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

PERNYATAAN SIKAP POLITIK GMNI: Penolakan WTO

PERNYATAAN SIKAP POLITIK GMNI

TERHADAP KONFERENSI TINGKAT MENTERI WORLD TRADE ORGANISATION

Denpasar 3 – 6 Desember 2013

“Kita menginginkan satu dunia baru penuh dengan perdamaian dan kesejahteraan, satu dunia baru tanpa imperialisme dan kolonialisme, dan exploitation de l’homme par l’homme et de nation par nation”. Bung Karno, 30 September 1960.

Indonesia sebagai sebuah negara bangsa (nation state) yang memiliki wilayah kedaulatan yang luas serta kekayaan sumber daya alam, sepatutnya menjadi bangsa yang kuat, yakni kuat untuk melindungi wilayah serta segenap warga negaranya, memajukan kesejahteraan umum maupun kuat dalam politik internasional untuk ikut serta menciptakan perdamaian dunia tanpa penjajahan bangsa atas bangsa sebagaimana dimaksud dalam preamble alinea ke-4 UUD 1945 serta batang tubuh pasal 33 ayat (1), (2) dan (3) UUD 1945 yang mengamanatkan pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menguasai seluruh kekayaan alam untuk dipergunakan sepenuhnya bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia sebagai landasan negara dalam mewujudkan Sosialisme Indonesia;

Bahwa faktanya saat ini Indonesia dapat dikategorikan sebuah negara yang lemah jika ditinjau dari aspek politik, budaya terutama pada aspek ekonomi. Semenjak Indonesia meratifikasi perjanjian-perjanjian multilateral WTO tahun 1994 dan resmi menjadi anggota WTO pada 1 Januari tahun 1995 berdampak signifikan pada hampir semua sektor perdagangan barang dan jasa (ekonomi) dan akhirnya lambat laun mengarahkan terpuruknya kondisi bangsa ini. Ratifikasi perjanjian WTO oleh pemerintah Indonesia yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengesahan Undang-undang No 7 tahun 1994 pun memiliki konsekuensi hukum dimana seluruh kaidah-kaidah hukum yang termuat dalam perjanjian-perjanjian WTO wajib dilegislasikan dalam

seluruh peraturan perundangan terutama menyangkut perdagangan barang, jasa dan kekayaan intelektual yang pada gilirannya

diberlakukan sebagai hukum positif dalam hukum Nasional. Jelas sekali kaidah-kaidah hukum dalam seluruh perjanjian WTO secara substansial bertentangan dengan norma dasar Pancasila yang kita anut, didalamnya mendorong negara Indonesia untuk berperan aktif menjalankan sistem perdagangan bebas (ekonomi liberal) yang mengurangi bahkan cenderung menghilangkan peran negara dalam melindungi sumber kekayaan alam yang diperuntukkan untuk memajukan kesejahteraan umum. Secara brutal kekayaan sumber daya alam Indonesia dikeruk habis oleh negara-negara maju yang berimplikasi buruk secara sistemik di semua sektor;

Faktanya setiap perjanjian-perjanjian dalam WTO hanya akan menciptakan ketergantungan bagi negara berkembang, seperti Indonesia, terhadap negara-negara maju. Padahal sangat tidak masuk akal, Indonesia negara yang kaya ini harus bergantung hidupnya kepada negara-negara maju yang miskin sumber daya alamnya itu. DR.Ir. Sukarno pernah mengatakan bahwa kita ini adalah bangsa besar, bukan bangsa tempe yang takut melawan imperialisme dan kolonialisme. Beliau pun pernah mengingatkan bahwa, apabila kita tidak percaya pada kekuatan sendiri maka jangan harap kita bisa menjadi bangsa yang besar.

Berdasarkan hal tersebut, maka Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyatakan:

1. Memperingatkan Presiden RI cq Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, untuk tidak menandatangani perjanjian apapun dalam forum KTM ke-9 WTO di Bali 3-6 Desember 2013;

2. Mendesak Presiden RI cq Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, untuk segera mempertanggungjawabkan kepada publik tentang kesepakatan-kesepakatan yang pernah dibuat dalam WTO terdahulu;

3. Memerintahkan pemerintah RI untuk segera mengevaluasi keberadaan Indonesia sebagai anggota WTO;

4. Kami mengutuk forum KTM ke-9 WTO yang akan diselenggarakan di Bali, karena kami menganggap WTO adalah World Trape Organisation, World Terorism Organisation, dan World Theft Organisation;

5. Menuntut Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, untuk mempertanggungjawabkan informasi yang dibeberkannya dalam media online Bisnis.com tanggal 28 November 2013 pukul 19.10 WIB.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan agar pemerintah segera melaksanakannya !!!

MERDEKA…!!!

GMNI JAYA !!!

MARHAEN MENANG !!!

One comment on “PERNYATAAN SIKAP POLITIK GMNI: Penolakan WTO

  1. poberson naibaho
    Desember 2, 2013

    percaya pada kekuatan sendiri dan membangun kekuatan itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 2, 2013 by in Propaganda.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters