gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

BANGGA TERHADAP BUDAYA BANGSA SENDIRI

68 tahun sudah Indonesia menikmati kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah, tetapi hasil perjuangan yang telah merenggut banyak korban jiwa.

Selayaknya generasi penerus bersyukur atas apa yang dinikmati sekarang dan berani mempertahankan perjuangan para founding fathers yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan. Tidak disalahgunakan demi kepentingan pribadi dan orang–orang tertentu.

Salah satu faktor penyebab menurunnya kesadaran serta penghargaan masyarakat terhadap perjuangan kemerdekaan adalah pendidikan, baik pendidikan di rumah, sekolah/universitas, maupun lingkungan masyarakat.

Pendidikan adalah suatu awal bagi seseorang untuk belajar memaknai segala kehidupan. Seseorang yang kurang dalam pendidikan terutama terkait moral akan lebih sulit memaknai kehidupan dan menghargai segala perjuangan.

Sejak masa penjajahan sampai sekarang pendidikan seseorang masih bisa diukur kualitasnya sesuai dengan kehidupan perekonomiannya. Masyarakat dengan perekonomian kurang mampu akan lebih sulit mendapatkan pendidikan jika dibandingkan dengan masyarakat dengan perekonomian tinggi.

Hal tersebut terjadi karena liberalisasi dunia pendidikan, sehingga hanya masyarakat yang berduitlah yang bisa menimba pendidikan jenjang tertinggi, masyarakat yang kurang mampu hanya sebagian kecil saja yang bisa menikmati pendidikan. Kualitas pendidikan seseorang akan mempengaruhi seberapa besar dia menghargai negaranya.

Peranan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa Indonesia sudah saatnya ditingkatkan guna tercapainya cita–cita bangsa. Bangsa indonesia yang kaya akan sumber daya alam, kebudayaan, agama, bahasa, suku, dan lainnya seharusnya bisa bertahan dengan adanya pendidikan yang berkualitas. Tetapi semuanya sudah banyak yang menghilang khususnya kebudayaan Indonesia; suku, bahasa, tari–tarian, lagu kebudayaan, peninggalan sejarah serta adat istiadat yang telah berubah dari yang aslinya.

Masyarakat Indonesia telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan–kebudayaan luar yang dapat melupakan serta menghilangkan kebudayaan Indonesia sendiri. Lagu–lagu asing sudah lebih sering terdengar daripada lagu daerah Indonesia begitu juga dari segi berpakaian, masyarakat Indonesia sudah mulai terpengaruh terhadap gaya berpakaian orang barat dan melupakan adat–istiadatnya sendiri.

Sangat disayangkan apabila peristiwa ini terus berlanjut maka keaslian dari bangsa Indonesia akan hilang, baik karena dilupakan atau diklaim oleh bangsa lain karena ditinggalkan.

Perkembangan kecintaan pada budaya sendiri pada masa kini sudah mulai pudar. Para generasi mudah lebih menyukai budaya–budaya asing seperti k-pop dari negara korea, gaya berpakaian ala Korea dengan bahanchiffon, serta yang lainnya. Pertunjukan-pertunjukan kebudayaan juga kalah saing dengan  konser–konser  penyanyi luar negeri yang membawa budaya negerinya.

Terlupakannya kebudayaan Indonesia dimulai dari kualitas pendidikan yang dimiliki. Generasi muda sekarang lebih menikmati dan mencintai kebudayaan asing karena merasa hal tersebut adalah tuntutan globalisasi. Mencintai kebudayaan Indonesia yang telah dipertahankan sejak nenek moyang dianggap tidak mengikuti perkembangan jaman (kolot).

Pergeseran kecintaan kebudayaan dimulai dari kurangnya makna yang didapat dari budaya tersebut. Generasi muda tidak terlalu tertarik untuk mempelajari kebudayaannya sendiri disebabkan oleh tuntutan jaman dan biaya yang akan dikeluarkan.

Salah satu contoh, dalam upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan negaranya, pemerintah China menggratiskan siswa/mahasiswa ke museum atau tempat–tempat sejarah. Di Indonesia dikenakan biaya masuk.

Hal ini mungkin menjadi sebuah pelajaran bagi bangsa Indonesia bahwa untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap peninggalan bersejarah yang sangat erat hubungannya terhadap kebudayaan perlu diperhatikan dari segi pembiayaan. Selain itu semua peninggalan sejarah dirawat dengan baik dan dilindungi di bawah naungan pemerintah.

Banyak manfaat yang akan kita dapatkan apabila kebudayaan Indonesia tetap terjaga dan tidak sampai diklaim negara lain. Dengan kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia berpotensi menyumbang devisa yang sangat besar dan keharmonisan setiap lapisan masyarakat akan terjaga.

Indonesia juga akan lebih dikenal oleh negara–negara luar dengan banyaknya kebudayaan yang terkandung didalamnya. Merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Indonesia apabila kebudayaan Indonesia dikenal oleh bangsa asing dan banyak dipertontonkan dimana–mana.

68 tahun sudah kita menikmati kemerdekaan. Sebagai generasi penerus, mari kita mulai menyadari akan pentingnya mempertahankan serta melindungi kebudayaan asli Indonesia. Dan mari mulai membangun rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia melalui pendidikan yang berkualitas serta mewujudkan cita–cita bangsa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.

Arion E.S

Agroteknologi, Pertanian UNPAD

Komisaris Pertanian Periode 2012-2013

*) dimuat di: http://www.fokal.info/fokal/2013/08/bangga-terhadap-budaya-bangsa-sendiri/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 6, 2013 by in Suara Umum.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters