gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Karena Engkau Seorang Perempuan

Oleh: Yenglis Dongche Damanik

Menjadi seorang pemimpin perempuan tentu saja bukan hal yang mencengangkan lagi bagi kita. Perjuangan Ibu Kartini, Cut Nyak Dien dan kawan-kawan kini membuahkan hasil yang manis dan perlu kita syukuri, karena sebagai perempuan saat ini kita tidak perlu lagi memperjuangkan hak-hak perempuan secara politik maupun sosial. Tapi kita harus sepakati bahwa kita membahas gender (hak dan kedudukan didalam masyarakat) bukan sesuatu yang kodrati (jenis kelamin), karena dalam hal ini laki-laki dan perempuan tentu saja memiliki hak dan kewajiban yang berbeda.

Berangkat dari lahirnya para emanispasi perempuan yang kini melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang tiada kalah hebatnya dengan laki-laki. Ada begitu banyak konsep-konsep perlawanan yang memperjuangkan hak-hak wanita. Di barat kita bisa melihatfeminisme dan neofeminisme. Perlawanan ini semata dilakukan sebagai bentuk perjuangan dalam hak secara politik, ekonomi bahkan sosial. Namun yang harus kita sadari adalah bukan perlawanan terhadap kaum adam yang kita butuhkan, tetapi bagaimana perempuan dan laki-laki dapat berjuang bersama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang sejati, menuju sosialisme Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh Bung Karno dalam bukunya yang berjudul “Sarinah”.

Sebagai perempuan Indonesia yang sadar betul akan hak serta kewajibannya dalam mengisi kemerdekaan tentu saja perempuan Indonesia harus ikut dalam membangun negeri ini. Bukan melawan! Karena sebuah perlawanan akan menghasilkan pemberontakan, bukan hal ini yang dibutuhkan oleh kaum perempuan Indonesia. Tetapi bagaimana kemudian bagaimana kita, kaum perempuan dan kaum laki-laki dapat berjuang bersama-sama. Mungkin kita bertanya-tanya bagaimana mungkin kita dapat mewujudkannya? Hal ini hanya akan didapatkan dalam sosialisme Indonesia, bukan konsep yang lain.

Pertanyaan selanjutnya mungkin adalah mengapa harus sosialisme? Perlu kita bahas dulu dari awal, bahwa pada pergerakan mula-mula di barat ada banyak perlawanan perempuan. Perempuan kala itu menganggap bahwa untuk meningkatkan harga dirinya seorang perempuan harus mampu merawat diri dengan baik, membereskan pekerjaan rumah dan melayani suami dengan baik. Kemudian berkembang lagi menjadi perlawanan keras agar perempuan memiliki hak dalam pemilu. Lalu, dalam sosialisme ini perempuan akan dipandang sama hak dengan laki-laki.

Mungkin pertanyaan yang sering ditujukan kepada seorang perempuan “pilih keluarga atau karir?”. Sebagian mungkin akan menjawab keluarga, nah ini merupakan bentukfeminisme dan tidak baik juga dalam perkembangan negara. Seperti yang diungkapkan oleh Lenin bahwa “perjuangan jikalau perjuangan tidak dengan mereka (perempuan) maka kemenangan tidak akan kita capai”. Disinilah jelas diungkapkan bahwa perempuan itu sangat dibutuhkan dalam perjuangan, dalam artian ikut berjuang tanpa membatasi kondisi fisik. Jika kita bertanya-tanya apakah mungkin? Sedikit kita ulas tentang perempuan-perempuan di zaman permulaan, dimana pada waktu itu yang menjadi penguasa adalah perempuan. Tapi bukan berarti kita harus melakukan perlawanan untuk menindas kaum adam, sekali lagi tidak! Tujuan kita adalah berjuang sama-sama, bukan sama-sama berjuang.

Sebagian orang lagi akan saya akan memilih karir! Nah, inipun tidak baik. Karena hal-hal yang kodrati bahwa perempuan memang harus menjadi ibu, bersuami dan menjadi ibu serta istri yang baik. Gandhi pernah mengungkapkan bahwa “banyak sekali perjuangan kita kanda ditengah jalan, karena keadaan wanitanya”. Jelas sekali bahwa perempuan memiliki andil yang besar dalam sebuah perjuangan.

Pertanyaan berikutnya, lalu harus bagaimana? Saya akan menjawab harus menyeimbangkan keduanya. Bagaimana mungkin? Bukankah itu berat?

Ya memang berat, karena engkau wahai perempuan hebat harus berjuang dua kali lipat dari seorang lelaki. Bukan karena engkau lemah, tapi karena peranmu memang harus ganda. Aku katakan bukan karena fisikmu lemah, namun karena secara empiris kewajibanmu memang sudah harus begitu adanya, karena engkau seorang perempuan. Sekarang perjuanganmu sudah jelas, ikut sertalah dalam membangun Republik yang besar ini.

*Penulis adalah Komisaris pada organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia dan Komisariat FISIP UNPAD 2013 – 2014.

* dimuat di: http://perempuanuntukindonesia.blogspot.com/2013/10/karena-engkau-seorang-perempuan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 4, 2013 by in Suara Umum.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters