gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Coral Triangle Initiative (CTI): Langkah Awal Selamatkan Dunia Laut dari Kerusakan

            Indonesia merupakan salah satu bagian dari Coral Triangle yang kaya akan ekosistem terumbu karang. Namun dibalik itu, kondisi terumbu karang kini semakin menurun. Hal tersebut tidak lepas dari faktor alam dan faktor manusia. Hal terburuknya ialah faktor manusia yaitu terjadinya perusakan karang akibat diver amatir, pengambilan ikan besar-besaran dengan pengeboman, dan  pencemaran laut.

            Hal tersebut diungkapkan Cahyo Alkantana, pembuat film dokumenter dan pembawa acara Ekpedisi Teroka di Kompas TV, pada acara Ceramah Ilmiah yang bertema “Coral Triangle Initiative” yang diselenggrakan oleh Organisasi Selam Perikanan dan Ilmu Kelautan (Oseanik) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad, Selasa (03/04). Acara ini merupakan salah satu program kerja Oseanik FPIK Unpad sekaligus pembukaan Diklatdas Oseanik ke-5 FPIK Unpad.

Kurang lebih seratus peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan umum ikut hadir meramaikan ceramah ilmiah yang bertempat di Gedung Bale Santika Unpad Jatinangor. Acara ini diharapkan memberi pencerahan kepada mahasiswa tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem karang. Setidaknya, mahasiswa harus berkontribusi dan bergerak langsung memberikan penyadaran kepada masyarakat lewat Coral Triangle Initiative (CTI), ujar Anindita Rustandi, ketua pelaksana ceramah ilmiah tersebut.

Diselang acara Cahyo Alkantan ditemani Kirana Agustina, mahasiswi Ilmu Kelautan FPIK UNPAD, sebagai pembicara yang menggantikan Jamaludin Jompa, Sekretaris Divisi Sekretariat Coral Triangle Initiative (CTI) Nasional. Ia memaparkan perjalanannya selama belajar di Swedia pada bulan Mei 2011 lalu. Berawal dari penasaran dengan pemikiran masyarakat Erofa yang taat pada aturan yang menjaga kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang, namun sayangnya di Indonesia kesadaran pelestarian karang sangat kurang.

Dari sinilah ia berani menginisiasi teman-temannya di Erofa lewat diskusi kecil dan megirim message kepada mahasiswa di berbagai negara Erofa dengan tujuan memberikan informasi dan bertukar pikiran terkait pentingnya peran segitiga terumbu karang di dunia. Langkah inipun akhirnya mendapat respon positif dan dukungan banyak mahasiswa Erofa.

“Anak muda harusnya peka terhadap isu-isu sosial tentang lingkungan termasuk Coral Triangle, apalagi Indonesia mempunyai potensi yang besar di dunia kelautan,” tegas Kirana Agustin, pengisi acara European Trees and Coral for Indonesia di Swedia.

Terancam rusak

Coral Triangle adalah wilayah seluas kurang lebih enam juta kilometer persegi yang terdiri dari daratan dan lautan yang meliputi enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. Keenam negara tersebut merupakan rumah bagi berbagai biota laut terlengkap di dunia sekaligus rumah bagi berbagai komunitas manusia dan sumber ekonomi yang penting.

Kenyatannya sekarang perusakan terumbu karang, penangkapan ikan secara berlebihan, dan cara-cara lain yang tidak peduli dengan kelestarian alam, akan mengancam mata pencaharian dan kesejahteraan puluhan juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sumberdaya laut. “Hal ini membuat kita berpikir bahwa perlu kita lestarikan dan kita jaga agar keseimbangan di dunia yang tinggal ini bisa tetap baik dengan prinsip CTI”, ucap Cahyo Alkantana.

Inisiatif Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle Initiative-CTI) merupakan  upaya kemitraan antar pemerintah dari negara-negara diatas yang didedikasikan untuk mempromosikan laut yang sehat dengan membantu masyarakat mengelola sumber daya laut mereka melalui penciptaan dan penguatan Kawasan Perlindungan Laut.

Ekowisata

Dalam pemaparannya, Cahyo mengimbau seluruh mahasiswa untuk ikut peran serta menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang di Indonesia salah satunya dengan ecoturism (ekowisata). Prinsip ekowisata lebih efektif diterapkan karena berbasis lingkungan dengan tetap menjaga ekologi laut. Perekonomian masyarakat sekitar pun turut naik dengan pendapatan yang berasal dari pengunjung atau turis, sehingga kesadaran dalam menjaga lingkungan lautpun ikut tinggi.“Masa depan Indonesia terletak pada ecoturism, wisata yang tetap memperhatikan aspek ekologi,” ungkap Cahyo.

Diusai acara Cahyo Alkantana menampilkan film dokumenter hasil karyanya yang berjudul “Underwater Indonesia”. Film tersebut memberikan tontonan mengenai keindahan alam bawah laut Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayatinya. Pemutaran film inipun memberikan nuansa positif untuk mengajak mahasiswa agar berperan serta dalam menjaga dan melestarikan kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang di Indonesia.

seminar indri

Ceramah Ilmiah “Coral Triangle Initiative” bersama Cahyo Alkantana di Gedung Bale Santika Universitas Padjadjaran Jatinangor. (Foto: Liza Syahputra)

Penulis: Indriati Sari Kusmayani

Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Padjadjaran

Aktivis Lembaga Keprofesian Mahasiswa Ilmu Kelautan (LK MAHAIKA) FPIK Unpad

Permadani FPIK Unpad

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 2, 2013 by in Suara Umum.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters