gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Sejarah Yang (Sengaja) Dilupakan

Sejarah menceritakan kejadian lampau yang menjadi pedoman bagi setiap orang. Sejarah banyak dipakai sebagai acuan dan pedoman, tapi sedikit yang memahaminya bahwa sejarah juga yang menentukan nasib bangsa dan negara ini. 30 September, menjadi momentum lahirnya sejarah bangsa ini juga sebagai pembelajaran sejarah yang belum terungkap. Peristiwa G30S atau Gestok masih menjadi tanda tanya besar bagi sejarah bangsa ini. Banyak fakta dan data sejarah yang digelapkan menyesatkan jutaan rakyat Indonesia akan sejarah yang salah kaprah.

Tulisan ini bukan bertujuan untuk mengulas tentang pro dan kontra peristiwa sejarah terkait G30S atau Gestok. Ratusan buku sudah mengungkap kejadian G30S atau Gestok, dengan berbagai versi dan sudut pandang dan juga pelaku sejarah peristiwa tersebut. Menjadi pertanyaan mengapa begitu banyak kontroversi dari kejadian tersebut menjadi acuan dalam perubahan bangsa ini. Soekarno, Soeharto, dan tokoh-tokoh PKI adalah pemeran penting dalam penentuan sejarah bangsa ini. Namun semua hilang dan tenggelam masa Orde Baru. Tokoh PKI yang menjadi objek peristiwa ini dihukum mati ditempat tanpa adanya proses pengadilan.

Terlepas dari kontroversi peristiwa Gestok masih ada peristiwa bersejarah bangsa ini yang patut kita banggakan. 30 September 1960 Pidato Presiden Republik Indonesia di muka Sidang Umum P B.B. ke-XV tanggal 30 September 1960 menjadi titik balik sebagai landasan konseptual bagi kemajuan Indonesia dan dunia. Soekarno dengan tegasnya menyampaikan pidato yang berjudul “To Build The World A New” atau “Membangun Dunia Kembali” sebagai bentuk perlawanan terhadap bangsa penindas. Ini merupakan salah bentuk sumbangsih pemikiran Bung Karno untuk masa depan dunia yang lebih baik. Pidato Soekarno di hadapan dunia, suatu bentuk konfrontasi Indonesia terhadap Perang Dingin antara blok Timur dan blok Barat. Perang Dingin menurut Soekarno adalah perang perebutan ekonomi. Seperti yang dikatakan oleh Soekarno, “PBB mesti memperbaiki dirinya secara radikal”. Badan ini , kata Soekarno lagi, “hanya dapat menjadi efektif bila mengikuti jalannya sejarah dan tidak mencoba untuk membendung atau mengalihkan ataupun menghambat jalannya sejarah.” Konfrontasi Soekarno dihadapan PBB sebagai cara untuk membendung Neo-kolonialisme dan Neo-Imperialisme (Nekolim). Sejarah sedang bergerak ke arah yang tidak menguntungkan bagi Neo-Kolonialisme dan Neo-Imperialisme. Mengikuti laju sejarah, dengan demikian, sama dengan mendorong laju sejarah itu lewat upaya melawan dan menentang neokolonialisme dan neoimperialisme secara sungguh-sungguh. Kesungguhan itulah yang membuat para pemimpin negara-negara kapitalis ketakutan akan gerakan Non-Blok dan Nefo yang dikemudian hari digelar oleh Soekarno sebagai upaya menandingi kekuatan Nekolim.

Tanggal 30 September selalu di ingat akan peristiwa pemberontakan PKI tapi bangsa ini lupa akan sejarah bangsanya sendiri. Ini adalah pembelajaran bagi bangsa ini bahwa Indonesia pernah dianggap sebagai sebuah bangsa yang berdaulat dalam politik semasa pemerintahan Soekarno. Soekarno yang menentang akan adanya Imperialisme Baru lewat lembaga/organisasi internasional berupa pasar bebas seperti saat ini. Bahwa seutuhnya kesejahteraan rakyat adalah tugas negara bukan diserahkan kepada individu ataupun golongan semata. Kesejahteraan bangsa ini harus didukung dengan kedaulatan politik, keberdikarian ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya seperti di ungkapkan Soekarno dalam Trisakti. Merdeka!!!

Trianda Surbakti

Wakabid Agitasi dan Propaganda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 30, 2013 by in Propaganda.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.453 pengikut lainnya

Visitors

free counters