gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DI TENGAH MARAKNYA PASAR MODERN

Oleh : Wesly Garnett
Dewasa ini, harus diakui bahwa pasar di Indonesia sudah memasuki era globalisasi. Persaingan yang kian ketatpun mulai tampak di dunia perekonomian Indonesia. Maraknya pasar modern serta pesatnya perkembangannya secara tidak langsung perlahan-lahan menghentikan eksistensi pasar tradisional di negeri ini. Hal ini kian terbukti tatkala menilik kemunculan pasar-pasar modern baru yang dibangun berjajar dengan pasar-pasar tradisional.
Realitanya, di Indonesia pasar tradisional baik itu berbentuk warung, kios, ruko atau di tempat perbelanjaan pasar tradisional memang dimiliki oleh perseorangan atau individu. Hal ini berbeda dengan pasar-pasar modern yang sudah berbentuk korporasi. Kondisi ini berdampak pada tata kelola pasar modern yang jauh lebih baik tatkala dibandingkan dengan pasar tradisional.
Belakangan, pasar tradisionalpu kian jauh tertinggal dibandingkan dengan pasar modern Celakanya, perubahan kebiasaan juga mencuat di kalangan masyarakat. Masyarakat mulai berpaling dari pasar tradisional ke pasar modern. Adanya disparitas antara pasar tradisional dan pasar modern menyebabkan mayoritas masyarakat memilih beralih dari pasar tradisional ke pasar modern.
Kenyamanan, kebersihan, dan respon yang cepat pada dasarnya menjadi kelebihan yang dimiliki oleh pasar modern. Kendati demikian, pasar tradisional memiliki keunggulannya sendiri. Pasar tradisional menjanjikan kedekatan personal antara penjual dan pembeli yang jauh lebih menonjol ditandai oleh adanya proses tawar menawar. Sudah barang tentu, tidak berlebihan bila keunggulan ini menjadi salah satu alasan yang membuat eksistensi pasar tradisional masih ada di bumi Indonesia hingga saat ini.
Pada hakikatnya, eksistensi sebuah pasar memang tidak selalu bergantung pada modal finansial semata. Akan tetapi ada modal social yang tidak kalah pentingnya. Modal sosial inilah yang membuat pasar tradisional masih eksis hingga saat ini. Proses tawar-menawar yang merupakan modal sosial tersebut mampu mempengaruhi emosi antara penjual dan pembeli di pasar tradisional.
Barangkali salah satu hal penting yang perlu ditingkatkan dari pasar tradisional adalah tata kelola yang lebih baik, dimana tata kelola yang baik akan menghilangkan image negatif yang melekat pada pasar tradisional itu sendiri. Tata kelola yang baik akan meningkatkan eksistensi pasar tradisional ditengah globalisasi dari pasar modern di Indonesia. Dalam kata lain, semua ini akan kembali pada political will dari pemerintah untuk berani menjamin kelangsungan pasar tradisional di tengah gempuran pasar modern.
Wesly Garnett
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan
Aktivis GmnI Sumedang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 28, 2013 by in kelompok menulis.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters