gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

68 Tahun Kemerdekaan: Ultimatum Kehancuran NKRI

Mengenang 84 Tahun menyongsong kemerdekaan Republik Indonesia dibangun oleh semnagat persatuan. Awal kemerdekaan yang diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta menjadi awal terbentuknya sebuah negara yang kita cita-citakan. Indonesia yang dibangun oleh rasa Nasionalisme yang kuat, terutama kaum pemuda yang bergejolak ketika mendengar menyerahnya Jepang tanpa syarat kepada sekutu. Pemuda menjadi sebuah kekuatan revolusioner mengawal kemerdekaan RI. Dibentuknya Barisan Pemuda Rakyat, Talapeta, Permata dan organisasi kepemudaan yang lahir demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nasionalisme seperti jiwa yang terus membakar semangat kaum pemuda. Dia merupakan ruh yang menjiwai setiap rakyat Indonesia dibangun dari kesadaran menuju Indonesia yang adil tanpa adanya penindasan dan Neo Kolonialisme-Imperialisme. Bung Karno kala itu telah melihat jauh kedepan akan bahaya Kapitalisme Global, yang kini telah terjadi. Persaingan yang ketat antara pemilik modal, perampasan ruang hidup manusia, industrialisasi dan perburuhan menjadi lahirnya sebuah konspirasi global dari kapitalisme global. Soekarno melihat hal ini sebagai ancaman besar bagi dunia terutama Indonesia yang kala itu masih terbilang muda sebagai negara merdeka. Para founding fathers and mothers mencoba bertahan dalam arus kapitalisme global dalam sebuah dasar negara, UUD 1945. Dasar negara RI ini layaknya sebuah resep negara merdeka. Sebuah resep dimana terdapat aturan dan petunjuk yang harus dilakukan penyelenggara negara demi kemakmuran dan kesejahteraan Republik ini. Dalam preambule UUD 1945 terdapat semangat nasionalisme yang kuat menggerakan setiap sendi-sendi negara dan jiwa setiap negarawan sejati.

Sebuah cita-cita bangsa kini lenyap seiring pudarnya semangat nasionalisme. Semangat yang dibangun dari kecintaan akan tanah air, dan rasa saling memiliki antar ras, suku, budaya, dan agama terhadap negara. Jika dahulu bangsa dijajah secara fisik dan mental oleh colonial, kini bangsa kita dijajah lebih modern, halus, dan damai. Mengutip yang dikatakan oleh Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tetapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”, ini menjelaskan tentang cara yang selalu dipakai kaum penjajah, yang dikenal divide et impera. Alhasil, ketika para penyelenggara negara yang telah terkooptasi oleh kepentingan asing mulai menggurita hingga ke sendi ekonomi negara. Aset bangsa yang seharusnya dikuasai negara untuk kesejahteraan rakyat Indonesia kini dikuasai asing. Perampasan tanah dan alat produksi kini didirikan industri yang dimiliki pemilik modal besar. Pendidikan diskriminatif yang tidak memberikan kesempatan kepada rakyat miskin untuk.

Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2013 nanti sebuah ultimatum kehancuran negara. Dari era orde baru hingga kini, HUT Kemerdekaan RI hanya dijadikan sebuah ceremonial tanpa adanya sebuah gerakan sosial-politik seluruh rakyat Indonesia. Ini diyakini sebagai peringatan dimana penderitaan, kemiskinan, ketertindasan, kekacauan sosial, dan ketidakadilan selalu menyertai rakyat Indonesia. Indonesia sudah hancur, tapi akan lebih hancur lagi bila tidak segera dibenahi. Indonesia tetaplah Indonesia, sebuah negara dimana kita dilahirkan dan dibesarkan di tanah ibu pertiwi.

Kembali kepada cita-cita founding fathers and mothers, adalah sebuah kuncinya. Dimana termaktub dalam sebuah gagasan dan nilai yang terkandung dalam semangat nasionalisme yang kuat. Semangat yang selalu berjuang tiada henti seperti bendera merah putih yang terus berkibar maka seperti itu juga perjuangan kita.

Trianda Surbakti

Wakabid. Agitasi & Propaganda GMNI Sumedang 2012-2014

Kelompok Menulis GMNI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 17, 2013 by in kelompok menulis.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.072 pengikut lainnya

Visitors

free counters