gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Sudahkah Kita Merdeka?

68 Tahun silam kita berada ditengah dinamika sosial-politik yang luar biasa hebatnya. Dikarenakan Jepang yang menduduki daerah vital Indonesia menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Terlebih semangat persatuan dan perlawanan terhadap kolonial sudah mencapai puncaknya. Hingga ketika Proklamasi dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta di Jl.Pegangsaan Timur No.56 menjadi momentum lahirnya sebuah negara merdeka.

Kemerdekaan Indonesia bukan tanpa hambatan dan ancaman. Agresi Militer Belanda I dan II mempersulit kondisi pemerintahan RI. Tapi berkat gigihnya perlawanan bangsa Indonesia, akhirnya Belanda mundur. Hambatan pun datang dari internal pemerintahan, ketika kondisi pemerintahan seperti pasang-surut. Dari demokrasi parlementer lalu diambil alih oleh Soekarno dalam Dekrit 1959. Hingga pada saat itu, Pemerintahan diambil alih oleh Presiden Soekarno. Konfrontasi Soekarno dengan negara-negara Barat menjadikan Soekarno sebagai musuh bersama. Tetapi Soekarno membentuk sebuah KAA dan NEFO sebagai bentuk perlawanan terhadap Imperialisme Barat. Hingga akhirnya Soekarno tumbang dikudeta oleh Soeharto, panglima militer AD pada tahun 1966 lewat dokumen Supersemar. Dokumen kontroversial Supersemar menjadi kekuatan politik untuk menjatuhkan Soekarno. Bukan rahasia umum lagi bahwa Soekarno tumbang ada kaitannya dengan intervensi AS sebagai polisi dunia dan jantung dari kapitalisme global.

Semasa rezim Soeharto yang bernuansa otoriter dan militeristik menjadi cara bagi rezim untuk mempertahankan dominasinya. Tak lain ialah sebagai cara untuk melindungi kepentingan asing dalam mengeksploitasi sumberdaya alam Indonesia. Akibatnya banyak rakyat yang tidak dapat bertahan dalam situasi sulit demikian hingga melimpahnya jumlah kemiskinan, kelaparan, pengangguran, dan Hutang Luar Negeri.

Hingga saat ini, masa Reformasi sekarang rakyat belum menikmati hasil dari perjuangan terdahulu para pejuang kemerdekaan. Negeri yang kaya tapi rakyatnya miskin, Negeri yang mempunyai historis kuat dalam maritim tapi banyak pulau Indonesia yang dikuasai Negara tetangga serta illegal fishing. Para penyelenggara Negara lupa akan sejarah bangsanya sendiri, akan sebuah cita-cita luhur dari pendiri bangsa ini.

Mengutip seperti yang dikatakan Soekarno, “Di seberang jembatan, jembatan emas inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi” menjelaskan bangsa Kemerdekaan 17 Agustus 1945 hakikatnya adalah sebuah kemerdekaan politik. Selain itu dari kutipan tersebut menjelaskan bahwa tugas dan tanggung jawab bangsa ini belumlah selesai yakni menuju Masyarakat Indonesia yang merdeka secara politik serta ekonomi. Diseberang jembatan tersebut ada kemerdekaan yang hakiki, tanpa adanya penindasan manusia terhadap manusia lainnya dan bangsa terhadap bangsa lain.

Sudah 68 tahun Indonesia berdiri tapi tak sedikitpun kemerdekaan kita rasakan. Negara yang mandiri untuk mengelola hasil alamnya sendiri. Negara yang berdaulat dalam bidang politik. Dan negara yang mempunyai jati diri berbangsa dan berbudaya serta menjunjung tinggi semangat lokal sebagai unsur kekuatan dalam diri bangsa Indonesia. Negara ini diambang kehancuran, Negara diambang keputus-asaan. Ini bukanlah cita-cita yang di inginkan para pendiri bangsa kita.

Mengutip pidato Soekarno, “Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad ‘Merdeka, merdeka atau mati!”, bahwa kita harus memiliki jiwa nasionalisme akan berbangsa dan bertanah-air. Jiwa nasionalisme mendobrak segala keresahan yang ada. Semangat yang dibangun menuju kemerdekaan yang hakiki, kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Trianda Surbakti

Wakabid Agitasi dan Propaganda DPC GMNI Sumedang 2012-2014

Kelompok Menulis GMNI Sumedang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 16, 2013 by in kelompok menulis.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters