gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

‘Sorak-Sorai’ Pesolek Politik di Media Massa

Dalam jurnalisme Propaganda media tidak menganut semangat memberikan pendidikan politik yang sehat (voters and electoral education). Media memberikan diri menjadi political public relations para kandidat (Herman & Chomsky, 1991)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 10 partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Sepekan berselang KPU juga telah mengundi nomor urut parpol peserta Pemilu tersebut. Tampaknya penyelenggaraan Pemilu 2014 akan jauh lebih sederhana dibandingkan dengan sebelumnya.  Lantas apakah dengan ini dapat dikatakan penyelenggaraan pemilu akan semakin berkualitas dan berkeadilan?
Pertanyaan mendasar ini patut dikemukakan semenjak awal mengingat konstestasi politik dalam pemilu kali ini akan ditandai dengan ujian kredibilitas dan independensi media massa  terutama Televisi (TV). Sebagaimana diketahui KPU telah menetapkan kampanye sudah bisa dilakukan parpol peserta pemilu semenjak Jumat (11-1) sampai dengan 5 april 2014 meskipun metode kampanye dibatasi hanya dengan rapat terbuka dan umum sedangkan kampanye melalui iklan di media dan elektronik baru diizinkan pada 16 Maret 2014 sampai 5 April 2014, 21 hari jelang pemungutan suara.
Sudah rahasia umum beberapa televisi secara kepemilikan beriirisan dengan partai politik tertentu yang juga bekepentingan dalam proses pemenangan partainya sehingga potensi pelanggaran kampanye dalam bentuk iklan di media massa dinilai relatif besar. Tercatat sejumlah pemilik media yang juga terafiliasi dengan dunia politik. Contohnya Visi Media Asia atau Viva Group, yang dikendalikan oleh keluarga Aburizal Bakrie yang notabene adalah Ketua Umum Partai Golongan Karya. Kemudian Media Group milik Surya Paloh yang bergabung di dalam Partai Nasdem (Nasional Demokrat).
Penguasaan Media Massa di Indonesia
Dalam penelitian Nugroho (2012), di Indonesia terdapat 12 grup media yang mengontrol hampir semua saluran media massa Indonesia, termasuk media penyiaran, media cetak, dan media online. Mereka adalah MNC Group, Kompas Gramedia Group, Elang Mahkota Teknologi, Visi Media Asia, Jawa Pos Group, Mahaka Media, CT Group, Beritasatu Media Holdings, Media Group, MRA Media, Femina Group, dan Tempo Inti Media.
Grup MNC memiliki tiga saluran televisi gratis, merupakan yang terbesar dengan jaringan 14 televisi lokal dan 22 jaringan radio di bawah anak perusahaan Sindo Radio, serta koran Harian Seputar Indonesia (Sindo). Grup Jawa Pos memiliki 171 perusahaan media cetak, termasuk grup Radar. Visi Media Asia berkembang menjadi dua saluran televisi terestrial (ANTV dan TV One) serta media online vivanews.com.
Ada persepsi yang terus berkembang, bahwa para pemilik media yang terafiliasi dengan partai politik tertentu menggunakan medianya sebagai alat kampanye untuk mempengaruhi opini publik dan pada saat yang bersamaan mengambil keuntungan bisnis dari hal tersebut, padahal frekuensi siaran adalah milik publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik.
Sebagai catatan data Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam periode Oktober-November 2012 mencatat Partai Nasional Demokrat (Nasdem) muncul di RCTI sebanyak 127 kali, MNC TV (112  kali), Global TV (111 kali) di Metro TV (43 kali)  sedangkan Iklan mengenai Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa dengan ARB muncul di TV One sebannya 34 kali dalam periode yang sama.
Peran Media Dalam Pemilu
           `Bill Kovach, pakar jurnalisme dan ketua Committee of concerned journalists menyatakan dalam pemilu, jurnalisme semestinya menyajikan fakta-fakta dan informasi independen tentang peristiwa dan isu-isu yang akan jadi refrensi bagi masyarakat dalam membuat keputusan. untuk itu loyalitas jurnalis semestinya bukan loyalitas pada pemilik media, tetapi loyalitas kepada warga negara. Kovach merekomendasikan peran media sebagai watchdog journalism atau anjing penjaga yang secara sederhana menempatkan media dan jurnalis sebagai the monitor of power bukan agent of power. 
Dalam konteks tersebut media seharusnya mampu mengimbangi pesan-pesan periklanan politik yang tak jarang hanya slogan-slogan dengan muatan jurnalisme politik yang kritis terhadap kesalahan yang dilakukan pemasang iklan tersebut dan diimbangi dengan berita-berita politik yang tajam. Ini akan mengimbangi dan mendorong proses politik pencerdasan kepada masyarakat.
Patut direnungkan kembali, pelaksanaan pemilui 2014 adalah ujian kredibilitas media dan jurnalis dalam menerapkan jurnalisme politiknya. Apakah media menjadi kekuatan kontrol sosial dan melakukan pendidikan politik bagi warga negara  atau identik dengan jurnalisme propaganda yang didefinisikan Chomsky sebagai jurnalisme yang tidak menganut semangat memberikan pendidikan politik yang sehat (voters and electoral education) tetapi  menjadikan dirinya menjadi political public relations para kandidat.
 Oleh sebab itu, sudah sewajarnya kawalan publik untuk kritis dan mendorong pemangku kebijakan (KPU,KPI,Dewan Pers) dalam jangka pendek membuat peraturan yang tegas pemberian sanksi untuk parpol soal pelanggaran iklan partai di media massa sebab dalam UU No 8/2012 tentang Pemilu secara teknis sudah diatur mekanisme kampanye di media tapi tidak diatur sanksi atas pelanggaran tersebut. Selain mendorong persaingan yang sehat antara partai politik juga secara jangka panjang publik juga harus mendorong tentang pengaturan kepemilikan media agar tidak terjadi monopoli dalam penguasaannya yang dapat membahayakan proses demokrasi.
                         Ardinanda Sinulingga
KADER DPC GMNI SUMEDANG
Aktivis dan Peneliti Indonesia Media Watch (IMW)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 5, 2013 by in Semua untuk Semua.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters