gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Awan Mendung Selimuti Pencapresan ARB

 
Media Monitoring FFH

Jakarta, 21 Oktober 2012

Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Marsedes Marbun, Direktur Riset Political Weather Station (PWS) memaparkan hasil riset lembaganya di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (21/10/2012). Survei tersebut dilaksanakan di 33 Provinsi di Indonesia, dari 15 September hingga 15 Oktober 2012.
  “ Jumlah sampel dalam survei ini, 1.070 responden, denganmargin of error sekira 3 persen. Survei ini diperoleh melalui teknik pencuplikan secara berjenjang (Multi Stage Random Sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan pedoman kuisioner,” imbuhnya mengawali konfrensi pers.
 Alumni Fisip Universitas Padjadjaran Bandung tersebut memaparkan tingkat elektabilitas Partai Golkar berada pada posisi teratas sebesar 19,17 persen. Kemudian disusul oleh PDI Perjuangan 16,72 persen, Partai Gerindra 10,84 persen, Partai Demokrat 6,91 persen, Partai Nasdem 6,07 persen, PKS 4,95 persen, partai Hanura 4,11 persen, PKB 3,55 persen, PAN 2,89 persen, PPP 2,33 persen dan yang belum memutuskan pilihan sebesar 13.64 persen.
  Tingginya elektabilitas Partai Golkar tersebut ditenggarai oleh kelihaian para politisi pohon beringin membaca peta keinginan masyarakat. Dalam catatan Political Weather Station (PWS) 32.61 persen publik menilai, agenda ekonomi adalah agenda penting yang harus segera ditangani, di samping agenda penegakan hukum 36,26 persen, 62.8 persen publik menyatakan  bahwa mereka tidak puas dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono di bidang ekonomi.
 “Mereka (Golkar-Red) menjalankan program andalannya yakni program UMKM. Dijalankannya program ini medapat banyak simpati publik “ tambahnya.
  
Berbanding Terbalik
 
Media Monitoring FFH
Tingginya elektabilitas Partai Golkar ternyata berbanding terbalik dengan tingkat keterpilihan (Elektabilitas) dan popularitas sang ketua Umum, Aburizal Bakrie untuk memuluskan jalannya menuju RI-1. Berdasarkan temuan Political Weather Station (PWS) terhadap tokoh-tokoh Golkar, elektabilitas Jusuf Kalla menempati posisi teratas dengan 22,14 persen, ARB menempati urutan kedua dengan 16,35 persen.
 hasil survey pws
Hasil Survei PWS
 “Dan yang cukup mengagetkan adalah mencuatnya Priyo Budi Santoso ke posisi ketiga 12.24 persen. Priyo mengungguli seniornya di Partai Golkar seperti Akbar Tandjung 11.21 persen. Fadel Muhammad 9.81 persen. Agung Laksono 4.48 persen. Hajriyanto  Y Tohari 0.46 persen. Sharif Cicip Sutarjo 0.09 persen. Adapun responden yang menjawab rahasia 4.39 persen  dan undecided 18.83 persen,” tambahnya lagi.
Rendahnya elektabilitas ARB yang biasa dipanggil Ical menurutnya karena sejumlah isu yang masih melilitnya. Diantaranya, persoalan lumpur Lapindo, isu perusahaan Bakrie Group yang dikaitkan dengan persoalan pajak, konflik internal Partai Golkar maupun sentimen Jawa dan non Jawa.
 x
Hasil Survei PWS
Sementara itu rendahnya tingkat elektabilitas ARB juga dipengaruhi oleh pemberitaan dimedia yang masih rendah dan kebanyakan berita negatif. Pendapat tersebut dikemukakan Dian Permata, Peneliti Utama, Founding Fathers House (FFH).
Hasil monitoring atas pemberitaan FFH terhadap Ical, dari 207 kali kemunculan di media hanya 45 persen yang positif. Sedang negatifnya 22 persen. Netral 27 persen. Positif-Negatif 6 persen. Sebaliknya dari 107 kali pemberitaan Jusuf Kalla, yang bernuasa positif mencapai 73 persen. Negatif 5 persen. Netral 16 persen. Positif-Negatif 6 persen.
“Posisi pemberitaan terhadap Priyo Budi Santoso lebih baik dibandingkan Ical. Dari 242 kali kemunculan di media, pemberitaan positif Priyo sebesar 52 persen. Negatif 13 persen. Netral 26 persen. Positif-Negatif 9 persen,” ungkapnya.
Media monitoring ini dilakukan terhadap analisa isi berita di 12 surat kabar nasional, 7 media online, dan 6 Televisi selama 7 oktober 2011 sampai 7 oktober 2012. Surat kabar yang dimonitoring adalah Bisnis Indonesia, Republika, Indo Pos, Jurnas, Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, Sindo, Sinar Harapan, Suara Pembaharuan, dan The Jakarta Post. Untuk Online yaitu Antara online, Detik.com, Inilah.com, Okezone.com, Tempo.com, dan Vivanews.com. Sedang televisi yang dipantau adalah Metro TV, RCTI, SCTV, Trans TV.
***
Ardinanda Sinulingga
Ketua DPC GMNI Sumedang periode 2009-2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 3, 2013 by in Suara Umum.

gmni sumedang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.052 pengikut lainnya

Visitors

free counters