gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Impor Ikan Sengsarakan Nelayan

13504475541438724553

Sumber : http://www.pdk.or.id/2012/01/10/hentikan-fasilitas-impor-ikan/

Menurut Aloys Budi Purnomo bahwa rakyat adalah kumpulan dari manusia yang disatukan yang memegang kedaulatan bangsa dan mempunyai rasa persamaan serta tunduk pada peraturan perundangan yang sama. Dari pernyataan ini dapat kita simpulkan bahwa tidak ada perbedaan derajat di dalam rakyat, baik tua maupun muda, baik pria maupun wanita dan baik miskin ataupun kaya, semuanya mempunyai hak dan kewajiban yang sama di dalam suatu negara.

Rakyat sebagai kedaulatan bangsa seharusnya mempunyai hak yang sama di dalam suatu negara, tetapi nyatanya kita lihat di Indonesia ini bahwa adanya strata dalam kehidupan masyarakat yang akan membedakan setiap rakyat di masyarakat itu. Sangat tidak rasional jika hal ini terus berlanjut dan berkembang dalam kehidupan rakyat Indonesia.

Sebagai negara yang sudah merdeka hampir 67 tahun, seharusnya angka kemiskinan di Indonesia sudah jauh berkurang dari tahun – tahun sebelumnya, tetapi jika dilihat dari kenyataan sampai sekarang jumlah kemiskinan di Indonesia masih banyak yaitu sekitar 29,89 juta orang atau sekitar 12,36% dari seluruh jumlah warga Indonesia. Sangat mengharukan memang melihat angka kemiskinan yang sebesar ini masih dialami masyarakat Indonesia.

Salah satu angka jumlah kemiskinan di Indonesia ini berasal dari warga yang bermata pencahariannya sebagai nelayan. Pada akhir – akhir ini, kemiskinan pada kehidupan nelayan semakin meningkat dikarenakan oleh tindakan dari pemerintah yang memberikan peluang untuk melakukan impor ikan. Impor ikan semakin memperpuruk kehidupan para nelayan, ikan – ikan dari hasil penangkapan mereka kalah bersaing di pasaran oleh sebab ikan impor.

Keterpurukan para nelayan dimulai sejak pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang impor ikan dengan mengeluarkan peraturan menteri (permen) nomor 17 tahun 2010 tentang pengendalian mutu dan hasil perikanan yang masuk ke wilayah Indonesia. Peraturan menteri ini secara otomatis akan membuka peluang impor ikan yang sebesar – besarnya untuk menjaga stabilitas harga dalam negeri dan kontiunitas supply bahan baku ikan untuk industri pengolahan.

Jika kita kaji ulang mengenai peraturan menteri nomor 17 tahun 2010,  hal ini akan memberikan keuntungan hanya pada satu pihak saja yaitu industri ikan, tetapi pihak lain yang perlu diperjuangkan kemerdekaan dan kesejahteraannya kehidupan mereka akan lebih buruk dan jumlah angka kemiskinan dalam kehidupan mereka akan bertambah yaitu nelayan. Hal ini disebabkan oleh usaha penangkapan semakin tidak kompetitif, biaya produksi untuk melaut akhirnya tidak seimbang dengan harga jual ikan.

Kebijakan pemerintah mengeluarkan peraturan menteri ini akan berdampak hilangnya pekerjaan nelayan kecil, yang merupakan rumah tangga nelayan terbesar di Indonesia. Selain itu menyebabkan terjadinya pergesaran kurva supply ke kanan karena kuantitas ikan semakin banyak yang mengakibatkan harga ikan juga akan turun. Sangat tidak logis pemerintah sendiri memperpuruk kehidupan rakyatnya,ini disebabkan karena tidak pekanya pemerintah kepada kehidupan nelayan kecil melainkan pro kepada kalangan industi besar.

Walaupun pemerintah melakukan revisi terhadap peraturan menteri nomor 17 tahun 2010 menjadi peraturan menteri nomor 15 tahun 2011 tetapi kebijakan ini belum begitu berpihak kepada nelayan kecil. Dengan dikeluarkannya Permen ini ditengah instabilitasnya pasokan ikan maka harga ikan akan cenderung meningkat. Pasokan ikan untuk kebutuhan konsumen dalam negeri semakin terbatas yang mengakibatkan naiknya harga ikan.

Dalam Permen ini hanya ada empat kategori produk yang bisa diimpor, yaitu impor ikan untuk umpan, impor untuk produk industri perikanan dalam negeri yang diolah dan diekspor, impor untuk ikan-ikan yang tidak diproduksi lokal dan impor untuk keperluan industri non perikanan. Terbitnya Permen nomor 15 Tahun 2011 tidak diimbangi dengan komitmen dari semua pihak terkait yang bergerak di sektor perikanan untuk menjamin pasokan ikan dalam negeri sesuai dengan volume kebutuhan normal.

Latar belakang pemerintah membuka peluang impor dengan mengeluarkan peraturan menteri nomor 17 tahun 2010 adalah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri dan menjaga stabilitas harga ikan. Industri hilir sering mengeluh karena industri hulu perikanan tidak mampu menjaga pasokan ikan sehingga harga ikan naik yang berdampak pada kelangsungan produksi. Padahal jika kita tinjau persoalan kelangkaan bahan baku ikan dan instabilitasnya harga ikan merupakan persoalan klasik yang sudah menjadi isu sejak dua dasawarsa terkahir.

Bila perikanan Indonesia dimanajemen dengan baik dan teratur, dengan luas laut yang begitu besar dan jumlah nelayan yang banyak tidak mungkin masalah kelangkaan bahan baku terjadi. Jika kita lihat pada  sisi lain sebelumnya, nelayan terkadang terpaksa membuang hasil tangkapan mereka pada saat musim panen karena pasar dan industri tidak mampu menampung hasil tangkapan nelayan yang berlimpah. Tetapi pemerintah lagi – lagi mempermasalahkan pasokan bahan baku ikan yang tidak mencukupi.

Pemerintah perlu membuat kebijakan dengan penggunaaan logistik yang dapat menjamin keberlangsungan supply bahan baku, seperti pusat pergudangan besar  yang mampu menampung kelebihan pasokan ikan hasil tangkapan nelayan saat musim panen dan menjaga pasokan pada musim paceklik. Selain itu, dengan adanya pusat pergudangan besar untuk ikan juga berguna untuk mendistribusikan ikan dari daerah produsen ikan ke daerah industri/konsumsi dan menjaga mutu ikan melalui mega cold storage. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan kehidupan nelayan membaik dan meningkat.

Kebijakan pemerintah seharusnya selalu pro kepada masyarakat kecil bukan kepada industri besar yang hanya menguntungkan satu pihak saja, karena masyarakat kecillah yang harus diperjuangkan kesejahteraannya dan kemerdekaannya.

Arion E.S

Komisaris Pertanian Unpad 2011-2012

*) dimuat di: http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/10/17/impor-ikan-sengsarakan-nelayan-496321.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 8, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters