gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

BBM Naik Apakah Mensejahterakan Rakyat?

Kenaikan Harga BBM

Saat ini, banyak sekali kegiatan manusia di muka bumi ini yang menggunakan energy dari Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahkan hampir di setiap lini penggunaan energy dari minyak selalu digunakan. Sebut saja memasak, menggerakkan motor/mobil, menggerakkan mesin pabrik, menghidupkan listrik, menjalankan kapal, menerbangkan pesawat, dan lain sebagainya.

Setelah terbuai selama puluhan tahun dengan melimpahnya sumberdaya minyak bumi, manusia mulai khawatir akan habis/hilangnya sumberdaya ini apabila di eksploitasi secara terus menerus. Kekhawatiran ini dikarenakan manusia masih kesulitan menemukan sumber energy lain yang serupa manfaatnya maupun ekonomisnya dengan minyak bumi.

Sebagian besar kalangan terutama rakyat kecil menganggap keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM justru akan semakin mempersulit rakyat. Alih-alih menyelamatkan perekonomian negeri, kebijakan pemerintah ini justru dianggap tidak berpihak pada rakyat dan memicu resiko inflasi hingga 1,6%, untuk jumlah kenaikan harga BBM Rp. 1.500/liter. Beban masyarakat juga semakin bertambah ketika Tarif Dasar Listrik mengalami kenaikan akibat naiknya harga BBM. Meskipun dilakukan dengan besaran kenaikan 3% setiap triwulan, tapi tentu akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat terutama usaha kecil dan menengah. Padahal selama ini mereka menyumbang dengan nominal yang tidak sedikit untuk devisa kita.

Disisi lain, pihak yang pro terhadap kenaikan harga BBM beranggapan bahwa pencabutan subsidi oleh pemerintah untuk BBM adalah langkah yang memang sudah seharusnya dilakukan. Mengingat selama ini subsidi tersebut terlalu menyita alokasi dana APBN untuk infrastruktur lainnya. Jika harga BBM dinaikan sejumlah Rp.1500/liter akan mampu menghemat Rp. 57T dana APBN tiap tahunnya. Disamping itu, masyarakat menengah kita yang sebelumnya menikmati 70% (BBM bersubsidi) bisa membayar kenaikan itu.

Fakta Masalah

Kenaikan BBM memang cenderung akan menaikkan harga barang-barang lain atau inflasi. Para ahli pun sudah memprediksinya, meski dengan angka yang beragam. Pengamat ekonomi, Aviliani, menyatakan bahwa kenaikan harga BBM akan mengakibatkan tingkat inflasi nasional tahun ini menjadi 6,5%. “Apabila kenaikan BBM berkisar Rp.1.500 sampai Rp.2.000 kemungkinan inflasi akan bertambah sekitar 1-2% sehingga inflasi nasional akan naik menjadi sekitar 6,5% “, ungkap Aviliani seperti dikutip Antaranews.com (25/2).

Tahun 2012 ini pemerintah kembali dihadapkan pada kenaikan harga minyak dunia. Meskipun kenaikan tersebut dipicu oleh ketegangan politik sesaat di Timur Tengah, tidak ada seorang pun berani memprediksi sampai kapan akan berlangsung.

Pemerintah tidak bisa bertindak cepat karena tidak memiliki landasan hukum akibat lalai dalam UU APBN 2012 Pasal 7 ayat 4 dan ayat 6. Kejadian 2005 dan 2008 terulang kembali, kenaikan BBM tidak bisa ditawar lagi. Dengan subsidi akan mencapai Rp 200 Triliun jika harga BBM tidak dinaikkan, pemerintah bermaksud menurunkan harga pada tingkat yang wajar. Caranya seperti yang diwacanakan di media. Pertama, melalui penetapan subsidi per liter sepanjang tahun atau kedua, penetapan (kenaikan) harga per liter satu kali dengan besaran tertentu.

Alternatif

Jika pemerintah tetap memberikan subsidi penuh, dana APBN akan membengkak sebesar Rp 35 Triliun. Jumlah yang sangat besar tersebut sebetulnya dapat dialihkan untuk sektor lain misalnya pendidikan. Selama ini perguruan tinggi di Indonesia hanya mendapat subsidi sebesar 15% dari total dana yang mereka butuhkan. Padahal di negara maju seperti Amerika yang dikatakan negara kapitalis, setiap kampus negeri mendapat subsidi hingga 70%. Pengalihan subsidi untuk jangka panjang seperti ini memang tidak akan terasa dampaknya secara langsung. Masyarakat tetap perlu dana bantuan langsung yang bisa digunakan secepatnya. Tapi kemudian bagaimana peran pemerintah dalam menyalurkan dana tersebut agar tepat sasaran menjadi pekerjaan rumah yang harus dipikirkan.

Sebetulnya menerukan budaya ketergantungan terhadap subsidi BBM juga akan berdampak buruk pada perkembangan mental masyarakat Indonesia. Secara psikologis rakyat Indonesia terlalu dimanjakan dengan kebiasaan subsidi BBM tiap tahunnya. Sehingga kemudian perubahan harga terjadi, penolakan keras dari rakyat tidak bisa dihindarkan. Meskipun demikian pemerintah seharusnya juga lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Alasan yang melatarbelakangi pengambilan kebijakan sejatinya didasari oleh kepentingan rakyat, bukan karena alasan politis dan kepentingan oknum tertentu. Disamping itu, pemerintah seharusnya sudah memikirkan sikap lanjutan dari kebijakan yang diambil untuk meminimalisir kerugian yang dialami rakyat. Misalnya dalam kasus kenaikan harga BBM ini, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk menstabilkan kemampuan ekonomi masyarakat sebagai dampak kenaikan harga barang kebutuhan.

Pemerintah juga perlu memikirkan solusi lain yang sekiranya masih bisa ditempuh untuk mengimbangi jumlah subsidi BBM yang dikurangi. Misalnya dengan membangun infrastruktur lain untuk mensejahterakan rakyat, memperbesar alokasi dana untuk subsidi pendidikan hingga perguruan tinggi, dan mencegah timbulnya penimbunan yang dapat mengakibatkan kelangkaan BBM. Disamping itu pemerintah juga dianggap perlu untuk membuat peraturan baru terkait pembatasan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia, mengingat pertumbuhan jumlah mobil mencapai 900ribu unit dan motor 7 juta unit tiap tahunnya. Ini menandakan bahwa konsumsi BBM yang terus bertambah tiap tahunnya dan mencapai angka 41,7 KL ditahun 2011, salah satunya dipicu oleh bertambahnya jumlah kendaraan di Indonesia. Jika kita mampu membatasi jumlah kendaraan, maka semakin kecil jumlah BBM yang digunakan dan semakin kecil pula jumlah subsidi pemerintah untuk BBM.

Cara lain yang juga mulai direncanakan oleh pemerintah adalah dengan melakukan konversi energi. Karena bagaimanapun juga, minyak adalah sumber daya yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui. Sehingga, cepat atau lambat kita perlu mencari alternative sumber energi lain. Disinilah letak kejelian bangsa Indonesia dituntut untuk bisa mengoptimalkan sumberdaya yang ada, dalam menghadapi krisis energi yang akan datang. Salah satu potensi besar yang bisa dikembangkan di Indonesia misalnya energi panas bumi (geothermal). Sebagai negara pemilik sejumlah gunung berapi aktif terbanyak didunia , Indonesia juga dikaruniai potensi panas bumi atau geothermal yang melimpah di sepanjang gunung berapi tersebut. Namun potensi geothermal yang besar ini tidak membuat pemerintah cukup sadar untuk memanfaatkannya sebagai pembangkit linstrik.

Pada akhirnya dalam menyikapi dampak kondisi geopolitik Timur Tengah yang berpengaruh pada perekonomian dan harga minyak dunia saat ini, masyarakat dan pemerintah harus sama-sama berpikir cerdas. Mengoptimalkan upaya untuk untuk meminimalisir kerugian rakyat kecil harus dilakukan. Tetapi semua tentu dengan cara yang baik dan mendidik, bukan dengan solusi sesaat yang sifatnya memanjakan. Peran masyarakat itu sendiri menjadi penting dalam upaya memulihkan perekonomian. Misalnya saja bagi para pengusaha, seharusnya mereka tidak menaikan harga produknya dengan memanfaatkan kondisi saat ini. Harga BBM belum resmi dinyatakan naik, tetapi harga barang kebutuhan sudah melonjak tajam. Tentu hal tersebut akan membuat rakyat semakin sulit.

edited by: Trianda Surbakti

Wakabid Agitasi dan Propaganda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 21, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.453 pengikut lainnya

Visitors

free counters