gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Pemuda (Sepertinya) Idealis? (Dalam sebuah malam yang membingungkan)

Gambar

Idealis..Ada banyak orang senang dengan istilah ini. Kata orang-orang negeri kita butuh orang-orang idealis. Dan, tidak sedikit dari orang yang menyematkan istilah ini pada banyak kalangan mahasiswa ataupun pemuda. Bahkan, seorang tokoh besar negeri kita di masa  lalu sempat mengatakan bahwa idealisme adalah kemewahan yang dimiliki oleh pemuda. Hal begini lah yang membuat saya terkadang bertanya-tanya, apa benar idealisme lekat dengan pemuda? Dan mungkin tidak berlebihan bila kemudian muncul pertanyaan baru tapi mirip atau hampir sama dalam benak saya, apakah idealisme itu muncul di masa muda saja? Kalau memang seperti itu adanya, nampaknya jangan sampai mereka yang tua memimpin negeri ini, berikan tampuk kepemimpinan bagi yang muda, dan hati-hati saat mereka mulai menjadi tua. Ehm, yah sepertinya ini pikiran paling sederhana yang bisa saya keluarkan malam ini.

—————————————————–

Memang nampak aneh, saat muda ada banyak ide dan gagasan yang sangat ideal dan tidak jarang disebut sebagai prinsip. Namun, saat sudah mulai tua (baca: beristri dan beranak) nampaknya ide dan gagasan itu tiba-tiba berubah jadi utopis. Dan, pikiran baru mulai tumbuh dalam tanah benaknya, bukankah itu sesuatu yang sangat sulit. Sepertinya perlu anak yang lebih muda dari saya untuk bisa menciptkannya, saat ini waktunya saya menikmati hidup yang tidak panjang ini. Hah, apakah sesederhana itu?

—————————————————-

Bertemu dengan sebuah masa saat saya bergurau lagi dengan pikiran. Dunia politik kita dewasa ini banyak dikuasai oleh orang-orang yang tidak benar (kata kebanyakan orang dan termasuk saya). Dan, kebanyakan orang mengutukinya, menghujat, bahkan mengasingkannya dari perioritas lahan yang ingin dia kerjakan. Kasihannya negeri ini bila yang beranggapan itu adalah orang-orang baik. Bukankah seandainya mereka sedikit saja berpikir untuk masuk dunia politik dan memperbaikinya akan ada secercah harapan bagi negeri ini. Yah, mungkin saja. Tapi, apakah sesederhana itu?

———————————————

Inilah yang sering saya ucapkan didepan beberapa teman. Nampaknya kita tidak boleh menghujat politik habis-habisan hingga kita benci dan menjauhinya. Bukankah semua hal itu memiliki keburukannya sendiri-sendiri, termasuk juga politik. Bukankah bila ada orang-orang baik yang masuk ke dalamnya akan ada yang berubah. Tetapi, kemudian muncul pertentangan sederhana dalam benak ini, tapi yakinkah juga kita bahwa kita ini orang-orang baik yang bisa membuat sebuah perubahan? Bukankah beberapa dari mereka yang duduk di sana juga pernah mengucapkannya dalam esensi yang sama meski ada beragam lirik maupun larik yang mereka rangkai dan ucapkan dari berbagai jenis bibir? Yah, mungkin memang tidak sesederhana itu. Lantas, apa yang harusnya saya katakan? Dan, bila berkata saja mulai sulit, bagaimana dengan yang akan kita perbuat?

Junius F.S

Wakabid Kaderisasi DPC GMNI Sumedang

*) dimuat di: http://gelasisi.wordpress.com/2013/01/11/pemuda-sepertinya-idealis-dalam-sebuah-malam-yang-membingungkan/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 10, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters