gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Bawang, Sungguh Malang Nasibmu Kawan!

Setelah cabai, ikan, daging sapi, garam, sekarang muncul lagi bawang. Beberapa komoditi ini bak artis baru yang begitu cepat terkenal di kalangan masyarakat. Apa boleh buat, setiap orang sangat tergiur mendengar beberapa komoditi ini. Ketenarannya seperti kecepatan pesawat terbang dan meluas tanpa batas seperti signal-signal provider.

Sungguh mengherankan, begitu cepatnya nama komoditi ini menjadi buah bibir dan permasalahan yang krusial. Bawang.. oh bawang.. ada apa sebenarnya dengan kamu kawan. Kau sudah seperti api, waktu kecil sebagai sahabat tetapi kalau besar menadi musuh besar.

Ketika hargamu masih terjangkau, engkau begitu di rebut para fansmu dan menjadi idola bagi mereka, tetapi setelah hargamu sekarang melambung tinggi, engkau bagaikan musuh ekonomi yang besar. Engkau sangat dibutuhkan, tetapi karena hargamu yang begitu menjauh di atas pandangan para fansmu, kini engkau kurang diminati.

Para fansmu mengeluh…mengeluh… dan mengeluh. Kenapa begitu cepat engkau menaiki tangga tanpa melalui prosedurnya. Kini semuanya merana dan namamu semakin tenar tetapi seperti dibenci. Banyak yang merasa bahwa engkau perlu dimusnahkan tetapi sangat diperlukan.

Bawangku kawanku! caci maki orang-orang terhadap kenaikan hargamu begitu beribu bahkan berjuta-juta. Dimana-mana namamu sudah menjadi Trending Topic dan semakin dihargaiwalaupun sekecil biji pasir. Rasamu memang begitu gurih, dan makanan tidak akan sempurna tanpa kehadiranmu. Kini engkau telah meninggalkan banyak fansmu tanpa memikirkan nasib mereka. hanya sebagian saja yang beruntung atas ketenaran namamu sekarang.

Orang-orang KAPITALIS tertawa dengan riangnya dengan ketenaran namamu ini, mereka menyusuri celah-celah demi kenikmatan nafsu mereka yang tidak pernah merasa cukup untuk hidup ini. Kerakusan marak terjadi dimana-mana. Kesempatan disalahgunakan dan engkau temanku, bawang, menjadi pemicu semua ini.

Kapanlah ketenaranmu ini menghilang dan hargamu kembali terjangkau sehingga para fansmu bisa mengidolakan dan menikmatimu lagi dengan bebas dan penuh kesenangan.

 Arion E.S

Komisaris Pertanian Unpad 2011-2012

*) dimuat di: http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2013/03/20/bawang-sungguh-malang-nasibmu-kawan-538863.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 29, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters