gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

BUDAYA KONSUMTIF DI MASYARAKAT INDONESIA

Perkembangan dunia industri mempengaruhi pola perilaku manusia, khususnya masyarakat Indonesia. Indonesia bagai surga bagi para negara industri. Ada dua faktor penyebabnya, pertama adalah jumlah penduduk yang sangat besar, yaitu 250 juta jiwa. Jumlah penduduk yang sangat besar menjadikan negara kita sebagai pangsa pasar yang sangat menjanjikan. Kedua adalah Indonesia secara industri tidak memiliki produk yang bisa ditawarkan kedunia internasional. Tidak adanya produk nasional membuat kita hanya sebagai negara impor atau dengan istilah lain Indonesia adalah tempat bersaingnya negara industri.

Salah satu contoh yang bisa kita ambil adalah perkembangan industri gadgets. Pertama kali balckbarry di keluarkan masyarakat berlomba-lomba untuk membeli balckbarry. Namun setelah android dikeluarkan maka masyarakat Inodonesia berlomba-lomba lagi untuk membeli andorid. Bahkan Indonesia merupakan penjualan andorid terbesar di Asia Tenggara (4,5 juta unit sampai tanggal 17 September 2012). Sakarang ini Indonesia sedang demam tablet.

Memiliki gadgets yang canggih merupakan kebutuhan untuk fashion bukan untuk kebutuhan yang utama. Dalam pola pikir masyarakat Indonesia, bila memiliki gadgets berarti sudah menjadi manusia yang modern. Padahal mayoritas, mereka hanya menggunakan geme dan internet, seperti facebook atau twitter.

Pergeseran pola hidup yang seperti ini telah menjadikan kita latah akan teknologi yang baru. Kita tidak memilah-milah lagi antara kebutuhan pokok yang sangat mendasar untuk dipenuhi dan kebutuhan tersier yang bersifat kemewahan. Pola ini biasanya menghinggapi masyarakat yang memilki perekonomian kelas menengah. Dengan kondisi yang cukup mapan mereka membeli segala bentuk barang baru yang dianggap bisa menaikkan prestise di masyarakat.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pola hidup seperti ini, tetapi ada satu hal hal yang bisa kita tarik, yaitu “pemborosan”. Kita tidak sadar yang kita beli adalah bentuk-bentuk barang lux yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Tetapi untuk menjadikan orang yang modern dizaman globalisasi maka kita harus membelinya. Tanpa kita sadari inilah yang menjadikan kita konsumtif. Kita menjadi haus akan kemewahan yang sebenarnya, tujuan dari produk-produk tersebut dibuat, kita tidak tahu.

Pada kondisi yang seperti ini, pemerintah seharusnya mengambil kebijakan dan melakukan tindakan preventif. Masyarakat yang sudah berprilaku boros dan konsumtif harus dikontrol. Pemerintah yang merupakan pemegang kontrol tersebut tidak boleh diam saja. Sebagai pemegang kontrol pemerintah bisa melakukan dua hal. Pertama mengurangi produk-produk impor ke Indonesia. Dengan demikian harga di pasar juga akan ikut naik, sesuai dengan logika pasar, barang langka akan menyebabkan harga naik. Mahalnya harga barang di pasar akan membuat orang berpikir untuk membelanjakan uangnya. Dengan berkurangnya produk industri yang di impor dari luar maka konsumsi publik yang berlebihan juga berkurang.

Kedua adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar produktif. Selama ini kita hanya bisa mengkonsumsi produk-produk dari luar, sekarang kita harus berpikir untuk menghasilkan produk sendiri. Masyarakat harus bisa dirubah menjadi produktif. Hal itu sangat mungkin, contohnya sudah ada yaitu, produk mobil esemka yang dibuat sendiri oleh anak bangsa. Produk ini harus diprotek agar bisa bertahan dan bersaing dengan produk luar. Pemerintah harus membuka jalan agar produksi nasional bisa bersaing dengan produk dari luar. Masyarakat Indonesia juga harus bangga dengan produk bangsa sendiri.

Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar, ini merupakan potensi yang luar biasa. Pemerintah tinggal mengelolanya agar potensi ini bermanfaat. Kita harus bisa bersaing dengan negara-negara luar dan hal ini harus dimulai dari pemerintah. Pilihannya hanya ada dua, kita menjadi bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa luar atau kita hanya menjadi pangsa pasar yang konsumtif.

Andria Perangin-angin
Mahasiswa Antropologi Fisip Unpad

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 22, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters