gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

ATAS NAMA REFORMASI

         Mahasiswa merupakan tonggak dari sebuah negara oleh karenanya ketika mahasiswa tidak kritis lagi maka negara tersebut dalam ambang kehancuran. Pergerakan mahasiswa di tahun  90-an merupakan sebuah realita yang tidak bisa dipungkiri lagi ternyata kita sebagai mahasiswa adalah agen perubahan. Kekuatan mahasiswa yang puncaknya pada bulan Mei mengaharuskan seorang Soerharto, presiden Indonesia yang telah selama tiga puluh dua (32) tahun menjalankan pemerintahan dengan sangat otoriter dan berbasis pada militerisme harus mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei.

        Pekikan mahasiswa tentang reformasi di sambut oleh rakyat Indonesia sehingga amuk masa terhimpun menjadi satu dan bertujuan satu pula yaitu turunkan Soeharto dari jabatannnya. Teriakkan ini memang di bayar mahal karena empat pahlawan reformasi gugur di tambah lagi kerusakan materi yang cukup besar.

Reformasi telah dilaksanakan, tetapi perubahan kearah yang lebih baik tak kunjung datang, malah yang terjadi rakyat semakin tertindas, bahkan semakin di telantarkan oleh para reformis. Agenda besar yang di bawa oleh mahasiswa pada saat itu adalah hanya menjatuhkan Seoharto sehingga pada saat itu tercapai maka mahasiswa seperti kehilangan arah untuk mengisi zaman reformasi. Mahasiswa 98 tidak memberantas semua pelanggaran rezim ORBA terkhususnya korupsi dan pelanggaran HAM. Semua pelanggaran yang pernah di lakukan ORBA sepertinya tidak tesentuh sampai sekarang.

Krisis moneter yang tidak kunjung selesai karena harga sembako melambung tinggi merupakan luka yang belum ada obatnya di tambah lagi stabilitas kemanan Indonesia malah tidak ada. Keributan dan pemberontakan terjadi dimana-dimana, Aceh ingin merdeka, Ambon bergejolak, OPM melakukan gerakan separatis. Hasil dari reformasi kita adalah rakyat tetap kelaparan, Timur-timor melepaskan diri dari NKRI, kemudian disambung oleh Sepadan-ligitan, korupsi merajalela, khasus pelanggaran HAM tidak selesai. Ini merupakan indikator dari kegagalan reformasi.

Dalam masa diktator yaitu seorang pemimpin negara menggunakan kekuasannya dengan sewenang-wenang maka akan muncul tiga tahap yang akan dilalui agar reformasi bisa berjalan dengan baik. Pertama akan muncul rakyat tertindas oleh sitem otriter sang penguasa. Dalam tahap ini semua golongan rakyat akan terdiskriminasi kecuali kelompok sang penguasa itu sendiri. Semua orang yang tidak suka atau menentang pemrintahannya akan mendapat kekerasan yang dilakukan oleh para  alat negara karena kekuatan pemrintahnnya ada pada militer. Sedangkan orang yang dekat dengan penguasa akan mendapat keuntungan berupa materi, jabatan asalkan dia mau menurut berdasarkan apa yang diinginkan sang diktator, dalam hal ini menjilat pada sang diktator.

Pada tahap ini rakyat sangat sengsara dan menderita sehingga ingin melakukan pemberontakan, tetapi sangat sulit terjadi karena tidak ada yang memimpin perlawanan terhadap sang penguasa diktator. Perlawanan terkadang masih terpecah-pecah dan tidak terorganisasi dengan baik. Pada saat tahap pertama mencapai klimaksnya maka akan muncul tahap yang kedua yaitu pejuang atau pahlawan reformasi yang akan memimpin perjuangan reformasi yang bertujuan  untuk meruntuhkan rezim tirani. Pejuang ataupun pahlawan reformasi ini bisa juga disebut dengan pemimpin alternatif. Kemunculannya karena masyarakat tidak percaya lagi dengan sang pemimpin dan pejuang ini dengan berani menentang sikap tirani yang sedang berlangsung sehingga dia mendapat dukungan yang besar dari rakyat. Dukungan yang paling potensial di dapat dari mahasiswa (agen of change).

Setelah sang diktator tumbang maka akan disusun sebuah konsep negara yang bisa merubah kehidupan masyarakat dan negara. Setelah tahap ini maka yang harus muncul adalah kontrol dari reformasi itu sendiri. Ketika pemimpin alternatif sudah memipin secara sah maka mahasiswa harus menjadi agen of control.

Dalam reformasi kita yang tidak ada adalah tahap yang ketiga. Kontrol dari reformasi itu tidak ada sehingga atas nama reformasi semua bisa dilakukan karena hasil dari reformasi tersebut adalah demokrasi. Reformasi kita hanya menjatuhkan kekuasaan  Soeharto bukan mengganti rezim ORBA yang sangat KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) menjadi sebuah rezim yang pro-rakyat.

Setelah rezim yang kita inginkan tumbang maka para elite politik berebut untuk menjadi penguasa, dengan membawa atas nama rakyat dan reformasi para elite mengobaral janji yang tidak pernah ditepati.

Kita tidak melakukan pembersihan terhadap semua orang yang terlibat dalam kasus ORBA, tetapi kita malah menjadi generasi ORBA sehingga kita masih sering melihat korupsi. Kita hanya mengkambing hitamkan rezim ORBA sebagai biang keladi yang membuat  negara kita tidak bergerak maju.

umur dari formasi sudah menuju ketingkat dewasa, tetapi kita tetap belum melakukan perubahan yang berarti. Reformasi kita akan berumur 12 tahun, apakah tetap tidak akan ada perubahan? Ini menjadi tugas kita untuk menjawab dan melaksanakan amanat ibu pertiwi.

Mengadili semua para koruptor tanpa pandang bulu dan memberikan hukuman yang setimpal karena telah mencuri uang rakyat serta membersihkan UUD 45 dari amandemen yang hanya menguntungkan segelintir terutama kaum pengusaha. Ini harus dilakukan karena langkah awal untuk Indonesia yang bergerak maju.

JUARA HARAPAN 1 LOMBA ESAI FISIP UNPAD

ANDRIA PERANGIN-ANGIN

JURUSAN ANTROPOLOGI SOSIAL

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 22, 2013 by in Suara Umum.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters