gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

“KEBOBROKAN BIROKRASI”

            Pengertian birokrasi pada abad 18 sebenarnya berasal dari kata bureau yang berarti meja tulis, yang diartikan sebagai tempat bekerja para pejabat. Kemudian ditambah sisipan cracy yang berasal dari kata Yunani, berarti aturan. Bila kita terjemahkan maka artinya adalah kekuasaan atau pengaruh dari kepala dan staf biro pemerintahan (kamus akademik Prancis 1789).  Seluruh pejabat pemerintahan dari yang tertinggi sampai yang terendah langsung berhadapan dengan masyarakat.

            Dari sejarah birokrasi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik, baik itu kelompok maupun  partai politik. Di zaman orde lama birokrasi cenderung terbelah menjadi faksi-faksi dan mesin politik kelompok dan partai politik, seperti PNI dan NU. Berbeda dengan zaman orde baru para birokrat berubah menjadi kekuatan politik yang bergabung dalam Golkar (golongan karya). Hal ini dikarenakan munculnya peraturan mentri dalam negeri no.12 tahun 1969 yang melarang pegawai negeri sipil menjadi anggota partai politik. Hal ini tentu telah merugikan PNI dan partai lain yang mendapat dukungan dari pamong praja, tetapi sangat menguntungkan Golkar untuk mempertahankan kekuasaan.

Tarik-menarik posisi birokrat sebagai alat dan mesin politik memang telah mereduksi peran dari para birokrat itu sendiri dalam menjalankan tugasnya. Hal ini dikarenakan situasi dan posisinya hanya untuk kepentingan jangka pendek dan sekelompok orang saja. Padahal para birokrat merupakan abdi masyarakat, tetapi keadannya dan posisinya yang sangat politis memudahkan para birokrat tersebut untuk terjebak dalam kepentingan politik.

Sebenarnya hal yang harus diingat oleh pegawai negeri sebagai birokrat adalah profesionalitas dalam bekerja. Bila sudah dalam lingkaran birokrasi, maka yang harus dijalankan adalah fungsinya dan tugasnya sesuai konstitusi, yaitu  menjalankan program pembangunan, pelayanan publik dan penerapan kebijakan pemerintah. Embel-embel kelompok atau posisi yang didapat secara politis harus ditanggalkan karena ini sudah menyangkut urusan negara dan kehidupan orang banyak.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan buruk dalam birokrasi Indonesia yaitu pertama minimnya disipilin dalam bekeja. Hal ini dikarenakan banyaknya para pegawai negeri yang keluyuran pada saat jam kerja dan tidak efektiknya jam kerja para birokrat. Ada sebuah anekdot yang berkembang dalam masyarakat yaitu, masuk pegawai negeri karena pekerjaannya enak dan dapat dana pensiunan dihari tua. Artinya adalah orang yang masuk pegawai negeri dikarenakan pekerjaannya tidak berat dan santai. Ini adalah cara pandang yang salah karena birokrat harus melayani masyarakat Indonesia, jadi mustahil pekerjannya santai.

Kedua adalah cara kerja pegawai negeri yang sangat birokratis dan sangat rumit. Sistem kerja para birokrat sangat rumit, terutama dalam mengurus surat-surat. Bila hal ini terus berkembang bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi menjadi hilang. Cara kerja birokrat harus dirubah menjadi semudah mungkin untuk diakses agar masyarakat merasa benar-benar dilayani. Ketiga adalah gaji dari pegawai negeri harus bisa memenuhi kebutuhan hidup. Kita tidak bisa memaksakan kinerja para pegawai negeri maksimal, bila gaji mereka masih belum bisa memenuhi  kebutuhan sehari-hari. pegawai negeri sering dikatakan sebagai “pekerjaan yang tidak akan membuat kita kaya, tetapi tidak akan membuat kita miskin”. Dalam kalimat ini terkandung makna kehidupan pegawai negeri pas-pasan. Jadi sering dikatakan seorang pegawai negeri bila ingin kaya, maka harus korupsi. Taraf kehidupan pegawai negari harus ditingkatkan.

KORUPSI DALAM BIROKRAT

      Pada saat ini korupsi dalam tubuh para birokrat telah menjalar keseluruh lingkungan birokrasi secara merata. Hasil temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan betapa besarnya uang rakyat telah dicuri. Di temukan penyelewengan sebesar 30-40 persen dari perjalanan dinas Rp 18 triliun.

Korupsi bukan hanya menjalar ditubuh para politisi saja, tetapi dalam birokrat juga sudah merasuk. Hal ini dikarenakan korupsi di negara kita memang sangat menyenangkan. Kita tidak bisa menutup mata, hukuman untuk para pelaku korupsi tidak menimbulkan efek jera. Bahkan hal yang lebih menyakitkan lagi seorang yang mencuri karena terpaksa keadaan ekonomi, hukumanya sama dengan para koruptor yang telah menggelapkan uang rakyat.

Dalam birokrasi uang yang seharusnya diperuntukkan rakyat telah dibagi rata untuk kepentingan segelintir orang. Sistem yang bobrok ini harus dibenahi secara total dan sungguh-sunguh. Sejak orde baru tumbang reformasi birokrasi hanya sebagai wancana saja. Tidak ada keseriusan dari pemerintah untuk membenahi birokrasi yang semakin merosot.

Dalam pembenahan birokrasi yang pertama harus dilakukan pemerintah adalah audit keuangan yang ada disetiap departemen. Sekarang saja BPK telah menemukan korupsi di empat departemen, ini berarti tidak menutup kemungkinan bahwa ada inidikasi departemen lain juga sama. Kedua merombak ulang hukuman terhadap para koruptor, kita bisa belajar dari negara luar seperti China dalam meberantas korupsi. Dan yang terakhir adalah menghilangkan orang-orang yang kebal hukum, semua harus diseret kedalam pengadilan. Lebih baik menciptakan sistem yang baik daripada berharap akan kedatangan pemimpin yang baik karena pemimpin yang baik belum pasti datang.

 

Andria perangin-angin

Mahasiswa Antropologi FISIP Unpad

Aktivis GmnI Sumedang,calon antropolog

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 20, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters