gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Tinjau Kembali Sistem Pendidikan di Indonesia

            Pertama kalinya Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Konferensi Pendidikan Mahasiswa Indonesia di Balai Pertemuan Umum (BPU) UPI yang dihadiri dari berbagai delegasi Universitas se-Indonesia dan organisasi atau komunitas di Indonesia beberapa hari lalu. Tema yang diangkat ialah Bersatu dan Bangkit, yang memiliki arti bahwa apabila kita sudah bersatu marilah kita sama-sama bangkit memperbaiki sistem yang ada.

            Pendidikan meupakan tulang punggung pembangunan bangsa dan  motor penggerak perubahan bangsa. Sudah saatnya perhatian pemerintah tertuju pada pengelolaan pendidikan, sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 bahwa tugas Negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, dan itu menjadi hak dasar yang harus dipenuhi.

Kini kenyataanya, pendidikan di Indonesia jauh dari harapan. Sistem pendidikan yang tidak sinergi antara formal, non formal, dan informal yang tidak jelas, evaluasi pendidikan yang tidak terencana, bahkan  policy yang dibangun untuk menopang pendidikan seperti UU PT, Program Profesi Guru. Ada yang salah dalam pengelolaan pendidikan Indonesia. Sehingga pendidikan Indonesia akan diarahkan menuju jurang liberalisasi dan komersialisasi.

“Melihat persoalan bahwa pendidikan seharusnya kini menjadi solusi bukan masalah dan selama ini pendidikan justru menjadi masalah. Dengan adanya konferensi disini sebenarnya ingin menyatukan pendapat seharusnya pendidikan Indonesia itu mau dibawa kemana. Apabila ada sistem pendidikan pemerintah yang bagus kita dukung tetapi apabila tidak bagus kita perbaiki sama-sama,” ucap Fajar Abdullah Aza, selaku ketua pelaksana.

Menurut mahasiswi UPI jurusan Sejarah 2009 ini,  berbagai permasalahn yang menjadi rekomendasi ialah UU Perguruan Tinggi No. 12 tahun 2012 yang perlu kembali dikritisi Undang-Undang tersebut secara tata aturan hukum karena menurutnya ini cacat dengan tidak mengikat pada UU sisdiknas. Dalam UUD tersebut terdapat pasal-pasal yang memperbolehkan sistem liberalisasi dan komersialisasi. Rekomendasi kedua ialah sistem sekolah bertaraf inetrnasional, tentu tiap sekolah seharusnya bertaraf internasional namun kenyataannya masih ada kastanisasi dalam sistem pendidikan. Ketiga ialah peninjaun kembali UN apabila UN menjadi standarisai penidikan layak atau tidaknya kelulusan seseorang. Dan keempat ialah membentuk forum komunikasi gerakan mengajar Indonesia.

Dari sekian rekomendasi yang diusung dari berbagai opini yang mewakili suara mahasiswa. Tersusunlah hasil konferensi pendidikan mahasiswa Indonesia yaitu merumuskan untuk mencabut UU PT No 12 tahun 2012, merubah UN untuk tidak menjadi standar kelulusan, cabut Kebijakan RSBI,SBI sebagai bagian dari kastanisasi pendidikan Indonesia, realisasikan anggaran 20% untuk pendidikan tanpa gaji guru, dan terakhir rekonstruksi moralitas masyarakat melalui Pendidikan Karakter.

Hal serupa juga dirasakan Danur, perwakilan Komunitas Gajah Mada Mengajar. “Saya pikir bagus, konferensi ini bisa menyatukan semua elemen yang ada untuk ikut serta bahu membahu membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik. Dari berbagai macam corak sabang sampai merauke meskipun dominan BEM tapi kehadiran saya mewakili komunitas Gajah Mada Mengajar,” terangnya saat ditemui MOVE di gedung UPI Bandung.

Usulan dari Komunitas Gajah Mada Mengajar yaitu dengan diadakannya gerakan mengajar seluruh Indonesia. “Harapannay dengan adanya gerakan seluruh kampus bisa turut berkontribusi memajukan pendidikan bukan hanya tataran kita mengkritisi pemerintah tetapi kita harus mendukung program pemerintah yang sinergis dengan kita,” tambahnya semangat.

Selain menginisiasi dan mengajak seluruh mahasiswa di indonesia, ada bentuk solusi dan gagasan yang ditawarkan. Dirumuskan dan Dikumpulkan gagasan- gagasan dari konferensi ini sebagai Blue Print Pendidikan, dalam bentuk buku yang akan diserahkan kepada pemerintah.

“Kita harus berhenti pada debat-debat pendek dan pikiran-pikiran pendek, saya yakin Indonesia kaya akan demografi dan dari sini kita menginginkan pemimpin di Indonesia siap memimpin Indonesia”, tutupnya.

Indriati Kusmayani

Wakabid Sarinah

DPC GMNI Sumedang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters