gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Sebarkan Stimulus Seni dan Budaya Kepada Mahasiswa

            Ditengah sibuknya tugas dan aktivitas kuliah, sejumlah mahasiswa Fisip asyik meramaikan pentas hiburan. Aksi bakat seni mahasisiwa dipertunjukan di atas panggung. Musik gamelan bercampur jazz menambah suasana makin meriah. Mahasiswa yang asyik berdiri, santai, dan duduk tergiur berbondong-bondong mendekati area panggung.

            Tidak hanya alunan musik, keindahan mata lewat lukisan dan foto bisa dirasakan mahasiswa yang datang berkunjung. Sajian makanan bazar asli buatan mahassiwa sedia menemani mahasiswa yang lapar.

Seusai pertunjukan band, sebelas penari yang tergabung dalam Kestrad siap menari tarian Mojang Priangan dengan konsep kontemporer. Perpaduan musik sunda dengan modern. Lagu Mojang Priangan yang terkesan kuno, terdengar asyik ditelinga dengan kolaborasi musik modern.

Disela acara, sebagian mahasiswa ada yang asyik melukis di atas papan lukis. Tercipta gambar unik penuh teka-teki. Suasana penuh seni tercipta di Fisip Folk Festival 2012 dengan adanya galeri wayang, fotograi, fan lukisan.

Festival seni dan budaya hasil karya dan bakat mahasiswa Fisip Unpad. “Banyak mahasiswa Fisip yang mempunyai bakat dibidang seni seperti seni rupa, seni musik, seni tradisional. Kita akumulasi beberapa driver dan ini adalah puncak acaranya”, pungkas Fahmi Fardan Trikora PUTRA, ketua Fisip Folk Fest.

Beberapa pentas seni karya Fisip Unpad seperti Pancasura, Wayang Gravity, Society, Karinding Merinding, Teater Hejo, Tari Saman HI, Pita Swaram, Kestrad Fisip dan masih banyak lagi ikut meriahkan Festival.

Fisip Folk Fest 2012 mengusung tema “Senandung Santapan Seni”. Acara ini diselenggarakan di halaman parkir Fisip Unpad. “Acara ini gratis, kita ingin memberi pesan edukasi disini”, tambahnya.  Menurut Fahmi,  folk merupakan musik yang mencirikan bahwa rakyat Indonesia bisa bermusik dengan caranya sendiri dengan mengangkat isu-isu politik, sosial, dan globalisme.

Selain acara folk, sebelumnya ada praevent Ruang Karya Festival seni rupa. Pertama kalinya festival tersebut digelar di Unpad. Adapun yang disuguhkan ialah pameran fotografi, lukisan, dan graviti. Kegiatan unik lainnya ialah menggambar batik bareng-bareng.

“Banyak isu-isu modernisme dari barat yang mengatakan bahwa barat lebih baik dari masa-masa sekarang,” ungkap Fahmi memaparkan alasan terselenggaranya acara tersebut. Peserta yang hadir tidak hanya dari Fisip tetapi mahasiswa unpad dan umumpun boleh ikut memeriahkan. Acara tersebut dirancang supaya budaya Indonesia yang ada tidaklah hilang ditelan budaya barat, tentu tiap mahasiswa seleluasa mungkin bisa belajar seni musik, tari, dan tradisional.

Diakhir acara, Citra, Administrasi Negara 2010, memberikan komentar bagus.  Untuk urusan soal budaya, Citra merasa sekarang jarang anak mua mengangkat budaya karena terbiasa hedon dan lupa budaya-budaya Indonesia. “Dengan adanya Folk Fest kita bisa tahu tari-tarian daerah khususnya Jawa Barat seperti ada angklung dan tari saman”, tambah Yessi, Kesejahteraan Sosial Unpad.

Indriati Sari Kusmayani

Wakabid Sarinah DPC GMNI Sumedang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 4, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters