gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Merawat Satwa lewat Manajemen Pemeliharan

            Anda pecinta hewan dan tidak tahu bagaimana cara memelihara hewan? Atau bingung untuk menjaga hewan kesayangan anda agar tetap sehat dan terjaga?  Atau anda butuh konsultasi lebih mengenai metode pemeliharaan hewan?

            Pada dasarnya hewan hampir sama dengan manusia. Hewan juga perlu makan untuk nutrisi tubuh, tidak hanya itu penjagaan kesehatan dan perawatan diri pun dibutuhkan agar terjaga dari berbagai macam penyakit.

Jangan khawatir, Dwi Wahyuda Hira, dokter hewan Jatinangor, memaparkan hal-hal yang bisa kita lakukan untuk memelihara hewan satwa dengan baik. Hal pertama yang kita ketahui ialah harus tahu bagaimana karakter dari hewan peliharaan kita. Untuk kesehatan perlu adanya ada manajemen pemeliharaan dan manajemen kesehatan.

Manajemen perkandangan (tempat tinggal)

Kelangsungan hidup sangatlah dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Hal yang harus diperhatikan ialah memiliki kandang yang bersih, aliran udara yang cukup, pencahayaan yang cukup, kelembaban kandang terjaga, dan ketersediaan air bersih. Satwapun perlu mandi kurang lebih satu kali dalam seminggu.

Manajemen pakan

Bagaimanapun hewan perlu kita berikan pakan yang seimbang sesuai kebutuhan gizi tubuh. Kebutuhan gizi bisa kita lihat dari jenis makanan apa yang tidak atau layak dimakan. Contoh saja semua satwa butuh protein. Tetapi konsentrasi protein antara anjing dan kucing berbeda.

Kucing termasuk hewan karnivora sejati atau murni, dia membutuhkan protein dari hewan artinya tidak boleh diberi protein nabati. Untuk jenis nasi, sayuran, dan buah-buahan tidak bisa dijadikan pakan, karena bisa menimbulkan bulu rontok. Tapi inipun tergantung dari kebiasaan, pada jenis kucing tertentu apabila terbiasa makan protein nabati,  dengan sendirinya hal tersebut tidak terjadi.

Sedangkan anjing bukan karnivora murni sehingga makanannya bisa kita campur dengan karbohidrat. Namun sehat tidaknya makanan tergantung dari cara kita mengolahnya.

Tindakan kuratif (pengobatan)

Apabila sudah terkena infeksi dan sakit, mau tidak mau harus diberi obat. Pengobatan bisa lewat obat dengan terapi antibiotik. Contoh penyakit khusus pada kucing panleukimia atau  distemper pada kucing, rabies, penyakit jamuran pada kulit, dan Protozoa Toxoplasma Gondii. Rabies terdapat pada kucing, kera, monyet, anjing. Namun tidak semua jenis hewan tersebut tidak rabies, apabila ia tidak terinfeksi dan terjaga kebersihannya maka ia akan aman.

 

Tindakan  proventif (pencegahan)

Sebelum terjadi gejala penyakit pada satwa, diberikan vaksinasi pemberian obat cacing, dan penjagaan lingkungan. Supaya tidak terjangkit infeksi maka dilakukan vaksinasi secara berkala, agar tidak cacingan tiap 4 bulan sekali rutin diberi obat cacing.

Penjagaan lingkungan bisa dilakukan dengan mejaga kandang tetap bersih, cahaya dan udara cukup, dan pola makan sehat. Virus tidak ada obatnya maka diperlukan pencegahan dengan vaksinasi. Hal tersebut bertujuan agar sistem kekebalan tubuhnya dapat mengenali dan ia akan membuat sistem pertahanan diri, sehingga tubuh tidak terjangkit penyakit.

Indriati Kusmayani

Wakabid Sarinah

DPC GMNI Sumedang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 4, 2013 by in Semua untuk Semua and tagged , , , , , , .

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.453 pengikut lainnya

Visitors

free counters