gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Eksplorasi Legenda Ciung Wanara Lewat Teater Musikal

The Legend of Ciung Wanara pasti sudah tidak asing lagi didengar telinga kita. Cerita zaman dulu yang berorientasikan pada cerita-cerita kerajaan tentu terkesan jadul dan tidak gaul. Ciung Wanara merupakan legenda Jawa Barat yang pada zamannya sekarang hampir dilupakan oleh para pemuda Jawa barat sendiri, padahal legenda ini merupakan warisan leluhur yang harus diabadikan karena mengandung pesan moral yang tinggi.

Namun menurut komunitas teater Anka Andika Production (AAP) asal Bandung, Ciung wanara disajikan dalam nuansa berbeda dengan kemasan musik modern. “Saya mencoba menuliskan dengan tutur naskah yang disesuaikan dengan zamannya, ada komediannya agar tetap menarik bagi anak-anak muda tanpa melupakan pesan inti yang ingin disampaikan” ujar Anton Yustian selaku sutradara merangkap script writer.

Gedung Kesenian Rumentang Siang Kosambi, Bandung, merupakan tempat pentas seni teater AAP. Setiap tampil manggung selalu dipenuhi penonton, sorak sorai dan riuhnya tepuk tangan semakin menambah kemeriahan yang ada. Suara-suara semakin menyepi berganti dengan musik yang mulai bergema, menunjukan teater segera di mulai. Pagelaran teater berjudul “ciung wanara” tengah di saksikan puluhan pasang mata.

Teater musikal “Ciung Wanara” ialah salah satu dari 30 judul cerita teater yang pernah di tampilkan oleh sanggar seni AAP (Anka Adika Production), legenda yang populer dikalangan masyarakat sunda ini dieksplorasi AAP kedalam teater musikal yang kekinian.

Untuk terus melestarikan kesenian ini, sekitar tahun 1997, Anton Yustian mengembangkan AAP kejenjang lebih baik. Pemain teater awalnya hanya sekelompok anak Kabaret SMA, kemudian berganti nama menjadi Longser Gaul dengan alasan mencari sesuatu yang aneh dan unik yaitu menggabungkan seni sunda, kabaret, dan musik, dengan alat modern yang full band. “konsep longser gaul atau AAP sekarang ini seolah menjadi pionir di Bandung dalam panggung kesenian yang ditampilkan secara teaterikal musikal” ucap Tatang Kusmayadi manajer AAP.

.           Anak muda memang tidak pernah ada matinya untuk terus berkarya, seperti anak-anak sanggar AAP yang beranggotakan sekitar 200 orang yang kebanyakan pelajar SMA se Bandung Raya dan mahasiswa ini tetap bersemangat bermain teater. Menunjukan bakat-bakat yang dimiliki untuk terus berprestasi. Berbicara prestasi, AAP pernah menyambat juara teater alternatif tingkat nasional se-provinsi yang di selenggarakan di Jakarta.

Cerita-cerita yang sering di tampilkan AAP tidak hanya sekitaran legenda tetapi sosial, heroik dan isu, selalu disajikan secara modern. Aksi panggung, karakter para pemain, dan musik serta lagu-lagu yang disisipakan di setiap adegan ialah yang saat ini sedang di gemari penonton sehingga lebih akrab di telinga para penonton. “Untuk musik dan lagu dibiarkan mengalir sesuai dengan apa yang diceritakan,” tegas Tendy musik director AAP..

Ditanggapi positif oleh salah seorang guru SMAN 1 Soreang, Ani Andayani, ia menyebutkan bahwa anak-anak AAP sangat kreatif, dengan teater musikal yang bagus dicampur budaya tradisional yang diangakat menjadi kekinian ini serasi dengan anak-anak muda zaman sekarang, dan hal seperti ini harus terus dilestarikan.

“Seru dan asyik bisa mengeksplorasikan kemampuan, tapi saya juga merasa belum maksimal dan tidak puas dengan peran yang dibawakan”, ujar  tokoh raja Ciung Wanara, Akmal Rahman mahasiswa UNISBA jurusan Psikologi. Ia juga berpesan untuk anak-anak muda yang lain agar terus mencoba menyalurkan apa yang dia punya dan jangan ragu, daripada melakukan hal yang tidak penting lebih baik melakukan hal yang penting dan positif.

Banyaknya legenda nusantara yang kita miliki harus dijaga dan dilestarikan dengan kreatifitas anak muda saat ini, sebagai penerus bangsa anak muda berkewajiban meneruskan tradisi yang ada dan memperkenalkan kedunia luar sebagia identitas bangsa.

Indriati Sari Kusmayani

Wakabid Sarinah

DPC GMNI Sumedang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 4, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.453 pengikut lainnya

Visitors

free counters