gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Berbagi Motivasi dan Inspirasi di Taman Ilmu

            “Taman Ilmu 2012”, teriak Lewaru, mahasiswa FPIK Unpad. “Kami Siap, Kami Pintar, Kami Bisa,” balas anak-anak Taman Ilmu dengan kompak dan wajah semangat. “Tepuk tangannya untuk adik-adik yang hadir disini,” ucap Giska setelah jargon diteriakan.

            Begitulah riuh canda dan tawa anak-anak saat merayakan kegiatan Ramadhan, Selasa (31/7), yang diselenggarakan Taman Ilmu dalam rangka event buka puasa bareng. Sekitar 40 peserta didik hadir meramaikan kegiatan Ramadhan dengan mengundang Ibu dari orangtua tersebut. Acara yang berdurasi 3 jam tersebut menampilkan pentas kreasi seni anak-anak, tausiah, dan bagi–bagi hadiah bagi pemenang lomba serta closing dengan buka puasa bareng.

Taman Ilmu merupakan program turunan dari divisi Pengabdian Kepada Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran. PKM sendiri terdiri dari Taman Ilmu, Bina Desa, dan Tangkap Bencana.

Taman Ilmu berdiri sejak tahun 2008 di Dusun Sukanegla, Hegarmanah Jatinangor, Kabupaten Sumedang. “Dulu kelasnya masih di PAUD Bunda Hajar dengan kondisi belum mempunyai fasilitas gedung sendiri. Kini sudah punya dua gedung, satu untuk taman bacaan satunya lagi kelas belajar”, kata Ibnu Syakir, Kepala Sekolah Taman Ilmu 2012.

Sekolah ini dibangun sebagaimana bentuk aplikasi Tridarma Perguruan Tinggi dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Jatinangor. “Tujuan didirikan untuk membantu mengarahkan anak-anak didik atau siswa agar dapat mencapai apa yang dicitakan baik didukung dari segi akademik maupun non akdemik”, tambahnya. Anak didik yang dibimbing berasal dari Desa Sukawening dan Sukanegla dengan kondisi keluarga tidak mampu.

Tiap tahunnya taman ilmu menerima sukarelawan dari mahasiswa Unpad diberbagai fakultas untuk mengajar. Kini sudah ada 40 orang pengajar yang aktif dan 51 anak didik yang ikut belajar mulai dari tingkat TK sampai SMP kelas 1.

Dengan kondisi gedung yang minim, Taman Ilmu membagi kelas menjadi 4. Kelas A, bagi adik-adik yang belum bisa baca tulis, kelas B bagi adik-adik yang menginjak kelas 1 sampai 3 SD, kelas C untuk adik-adik kelas 4 sampai 5 SD, dan kelas D bagi adik-adik kelas 6 dan 1 SMP.

Sepanjang kepengurusannya Taman Ilmu banyak membantu dan mengalami perkembangan. Hal ini terlihat dengan bertambahnya pengajar dan anak didik. Pengajar yang berasal dari mahasiswa Unpad ini banyak memberikan nilai positif dan semangat motivasi tinggi yang menginspirasi adik didik dalam belajar dna berkarya.

Program yang ditawarkan Taman Ilmu terbilang banyak. Kegiatan belajar mengajar rutin pada hari Selasa, Jumat, dan Sabtu tiap minggunya. Anak didik dibina untuk mengembangkan bakat dari segi kreatifitas dan kesenian. Saat ini program yang sedang dikelola yaitu drama musikal.

Ibnu Syakir, mahasiswa antropologi FISIP 2011, menjelaskan output yang dihasilkan dari Taman Ilmu ini ialah anak didiknya pandai dalam seni peran, seni drama, dan seni musik. Sejauh ini Taman Ilmu sudah banyak mengikuti perlombaan contohnya lomba mewarnai dan menggambar tingkat Kecamatan.

Ketua Penggerak Bunda Hajar, Anni Siti Suparni, mengungkapkan bahwa Taman Ilmu dan Bunda Hajar memberikan inspirasi dan motivasi sebagai dorongan dalam peningkatan kualitas pendidikan. “PAUD Bunda Hajar sendiri berawal diajak kerjasama kemitraan dengan BEM Kema Unpad dan kini sudah masuk tahun ke empat,” ujarnya.

Berangkat dari Kepedulian

Dengan berdirinya Perguruan Tinggi Unpad di Jatinangor diharapkan bisa memberikan dampak bagi lingkungan masyarakat sekitar. Sementara masyarakat di Jatinangor terbilang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Semangat mengenyam pendidikan ke tingkat perguruan kurang dirasakan anak-anak Jatinangor. Tambah lagi sekolah yang dibangun pun masih sangat sedikit.

Berangkat dari rasa keprihatinan ini Taman Ilmu hadir memberikan inspirasi positif dan menumbuhkan semangat kesadaran dalam menimba ilmu. “Saya tulus dan iklhas membantu adik-adik disini, selain karena status mahasiswa tetapi rasa kepedulian saya terhadap pendidikan sangatlah tinggi,” ungkap Annisa Ferdiana salah satu sebagai pengajar Taman Ilmu.

Syakir berharap Taman ilmu bisa menjadi inspirasi bagi Universitas lain di Indonesia dalam merubah lingkungan sekitar kampus terutama dalam perihal pendidikan.

Indriati Kusmayani

Wakabid Sarinah

DPC GMNI Sumedang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 4, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.453 pengikut lainnya

Visitors

free counters