gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Lewat Pentas Seni Drama Musikal Ceritakan Kisah Nyata

Sekelompok mahasisiwa Unpad yang tergabung dalam Taman Ilmu Unpad menggelar pentas seni balutan drama musikal bertemakan “Cerita Kami”. Pagelaran drama musikal diangkat dari kisah nyata anak-anak Desa Suka Negla Jatinangor yang hidup di daerah tertinggal diantara bangunan bagunan-bangunan mewah, istana pendidikan, dan pola pikirnya. Anak-anak yang jauh dari impian belajar di istana pendidikan yaitu Unpad.

Kisah anak-anak Jatinangor yang putus sekolah dari keluarga ekonomi rendah dengan orang tua bermata pencaharian berkebun. Ditengah bangunan megah seperti apartemen mereka hidup sederhana dengan kondisi hidup kurang layak bahkan fasilitas tolietpun tidak ada. Mirisnya mereka tidak ingin bercita-cita ke jenjang pendidikan tinggi tetapi sekedar hanya ingin memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa istana pendidikan sebagai penjual dan pesuruh tanpa mau menjadi bagian dari mahahsiswa Unpad.

“Gagasan drama musikal ini tidak hanya hiburan semata akan tetapi bentuk dari penyadaran mahasiswa agar lebih peduli terhadap masyarakat yang berada ditengah istana pendidikan unpad,” ulas Ibnu Syakir, ketua Taman Ilmu Unpad 2012.

Lantunan lagu-lagu original ciptaan mahasiswa Antropologi Unpad yang akrab disapa Syakir, menambah nuansa drama musikal menjadi berkesan lebih fantastik dan mendalam. Pemain drama pun original anak-anak Suka Negla dan cerita yang diangkat original bagian dari kisah nyata mereka.

“Kitapun ingin menyampaikan kepada mahasiswa bahwa kita punya taman ilmu yang didalamnya ada anak-anak cerdas tetapi kurang asuhan yang memadai dengan fasilitas pengajar yang minim. Dibalik itu semua, sebenarnya mereka mampu menampilkan yang indah dan spektakuler,” tambah Irine Amalia, mahasisiwi Manajemen Komunikasi.

Pagelaran drama musikal yang digarap selama 2 bulan ini mendapat apresiasi positif dengan dihadiri 160 lebih peserta yang hadir dari mahasiswa Unpad. “Canda, tangis, dan harupun dirasakan penonton yang hadir,tambah lagi seru serta spektakulernya cerita banyak menjadi opini positif penonton,” ucap Sukma Permana Sari, mahasiswa Psikologi 2012.

 

Taman Ilmu Unpad 2012

Taman Ilmu Unpad berdiri sejak tahun 2008 di Dusun Sukanegla, Hegarmanah Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Sebelum dibangunan kelas, dulu kelasnya masih di PAUD Bunda Hajar dengan kondisi belum mempunyai fasilitas gedung sendiri. Kini sudah punya dua gedung, satu untuk taman bacaan satunya lagi kelas belajar.

Taman Ilmu ini dibangun sebagaimana bentuk aplikasi Tridarma Perguruan Tinggi dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Jatinangor sebagai kawasan pendidikan. “Tujuan didirikan untuk membantu mengarahkan anak-anak didik atau siswa agar dapat mencapai apa yang dicitakan baik didukung dari segi akademik maupun non akdemik”, tambahnya. Anak didik yang dibimbing berasal dari Desa Sukawening dan Sukanegla dengan kondisi keluarga tidak mampu.

Kini sudah ada 40 orang pengajar yang aktif dan 40 anak didik yang ikut belajar mulai dari tingkat TK sampai SMP kelas 1. Dengan kondisi gedung yang minim, Taman Ilmu membagi kelas menjadi 4. Kelas A, bagi adik-adik yang belum bisa baca tulis, kelas B bagi adik-adik yang menginjak kelas 1 sampai 3 SD, kelas C untuk adik-adik kelas 4 sampai 5 SD, dan kelas D bagi adik-adik kelas 6 dan 1 SMP.

Sepanjang kepengurusannya Taman Ilmu banyak membantu dan mengalami perkembangan. Hal ini terlihat dengan bertambahnya pengajar dan anak didik. Pengajar yang berasal dari mahasiswa Unpad ini banyak memberikan nilai positif dan semangat motivasi tinggi yang menginspirasi adik didik dalam belajar dan berkarya.

Program yang ditawarkan Taman Ilmu terbilang banyak. Kegiatan belajar mengajar rutin pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu tiap minggunya baik akademik maupun non akademik. Anak didik dibina untuk mengembangkan bakat dari kreatifitas seperti tari, menyanyi, dan drama. Program lainnya sumbangan buku yang dibagikan kepada anak-anak didik dan taman bacaan.

Pentas drama musikal ini menjadi bagian penutup kepengurusannya Taman Ilmu Unpad 2012. Output yang ingin disampaikan ialah supaya mahasiswa sadar bahwa mereka tidak hanya sekedar mencari ilmu di tempat pendidikannya tetapi ada tindakan nyata untuk kemajuan daerahnya, setidaknya anak-anak Jatinangor ingin bercita-cita sukes kejenjang pendidikan tinggi seperti kita.

Indriati Kusmayani

Wakabid Sarinah

DPC GMNI Sumedang

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 2, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters