gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Berawal dari Hobi Menghasilkan Edukasi

KOREJAT

          Sebagian orang binatang melata atau reptil kerap dianggap hewan menakutkan dan membahayakan. Ada yang takut digigit, takut terkena bisa, takut dililit, bahkan takut dimakan ular. Jangankan mau menyentuh atau membiarkan ular melingkari badannya, sekadar melihat dan berdekatan membuat badan menggigil.

          Tapi, tidak demikian ditangan sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Reptil Jatinangor  (KOREJAT) yang didirikan di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Korejat justru senang jika melihat dan merasakan ular melingkari dan menjelajahi tangan mereka. Bagi mereka reptil menjadi teman hidup yang memberi banyak edukasi dan bagian hewan yang patut dilindungi. 

          Embrio komunitas pecinta binatang berdarah dingin ini mulai terbentuk pada 6 Desember 2010 yang diprakarsai oleh Sendy, Iboy, dan Yudit. Awal mula terbentuk dimulai dari seringnya kumpul bareng sesama pecinta ular di gerbang kampus Unpad Jatinangor, sampai akhirnya dibentuklah Komunitas Ular Jatinangor (KUJ). Bertambahnya pendatang anggota dari Bandung, KUJ diubah kembali yang kini dikenal KOREJAT dengan alasan komunitas tersebut tidak secara khusus hanya membahas ular tetapi juga menaungi masyarakat pecinta reptil baik di dalam maupun luar kawasan Jatinangor.

Di KOREJAT bisa kita temukan penyayang hewan melata seperti ular, biawak, kadal, kura-kura, dan buaya.  “Ada ular jenis Phyton, Sanca bodo, Reptik (Sanca batik), Condo, Boa, Kolibri, Red snacke dan jenis kura-kura ada kura-kura emys, kura-kura ambon, kura-kura brazil, Kura-kura Indian Star, Kura-kura Cherry, Sulcata, dan Radiata,,” jelas Reza David, mahasiswa Humas FIKOM Unpad sekaligus ketua KOREJAT.

Aktifitasnya pun sederhana hanya berbincang-bincang seputar pemeliharaan reptil mulai dari prihal makan, project breeding sampai masalah penyakit. KOREJAT pun didirikan dengan tujuan untuk merubah pandangan masyarakat yang salah mengenai reptil.

Dibalik itu, KOREJAT mempunyai visi yaitu menjadi wadah bagi para pecinta reptil di Jatinangor dan sekitarnya, serta turut berperan aktif dalam upaya konservasi reptil di Indonesia. Sedangkan untuk mewujudkannya, maka misi Korejat adalah menjalin persaudaraan antar para pecinta reptil di Jatinangor dan sekitarnya, berupaya untuk memberi penjelasan dan informasi yang benar tentang reptil kepada masyarakat di kawasan Jatinangor dan sekitarnya, dan turut menjaga kelestarian reptil baik secara eksitu (diluar distribusi alaminya) maupun secara insitu (dalam habitat aslinya).

“Karena seperti yang diketahui, hingga saat ini, sebagian masyarakat masih banyak yang takut dan menganggap semua reptil sebagai ‘hewan berbahaya’, sehingga pembunuhan dan eksploitasi reptil terjadi sampai akhirnya langka,” papar Salahudin, salah satu anggota KOREJAT.

Anggota KOREJAT yang berjumlah 65 orang ini tidak hanya beranggotakan mahasiswa Unpad, melainkan  menyebar di Universitas Bandung, seperti UPI, Itenas, Maranata, Unjani, dan Sekolah Tinggi Hukum Bandung. Bahkan dosen Unpad pun ikut serta menjadi anggota sekaligus pemberi materi pemeliharaan reptil.

David memaparkan, sejak awal berdirinya hingga kini KOREJAT banyak menuaikan prestasi dengan memberikan edukasi terkait pengenalan reptil, upaya konservasi reptil, dan megubah kecitraan reptil kepada masyarakat. Pada 2011 lalu, KOREJAT pernah melakukan kegiatan sosialisasi diberbagai ekstrakulikuler pecinta alam seperti Sadagori SMA 5 Bandung, Kappa Fikom Unpad, dan yayasan pendidikan Al-Ma’soem Jatinangor tingkat SD sampai SMP. Kegiatan sosial tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman bagi masyarakat agar dapat lebih mengerti dan mencintai reptil. Sehingga kelestarian reptil di Indonesia dapat terwujud secara lebih sinergis.

 

Unpad Dog Lover’s Community

Sama halnya lagi dengan Unpad Dog Lover’s Community yang tidak kalah seru dan rame dalam menghasilkan edukasi. Komunitas pecinta anjing yang beranggotakan 40 orang ini mulai terbetuk 10 november 2008 dengan pendiri sekaligus ketua, Didit Mardiansyah, mahasiswa Sastra Indonesia Unpad, 2007.

Didit dietamani kawannya Dimas Prahardianto, Rifky, dan Picas. Awalnya masing-msing dari mereka tidak saling kenal, tetapi karena punya hobi yang sama dengan membawa anjing ke depan gerbang kampus Unpad. Merekapun berinisiatif untuk membentuk komunitas yang menaungi mahasiswa Unpad pecinta anjing.

Anjing yang ditampung dalam Unpad Dog Lover’s Community bebas dari ras dan sertifikat.

“Awalnya khusus buat mahasiswa Unpad. Tapi karena kita posisinya dijatinangor selagi itu ada dilingkungan Jatinangor kita rekrut juga dan ada permintaan warga yang ingin gabung,” papar M. Ikwan Arif, salah satu anggota Unpad Dog Lover’s Community.

Target utama aktifitasnya ialah ngajak jalan anjing, olahraga (jogging), dan sharing. Dari sini kita bisa menambah banyak temen, kenalan, dan pengetahuan seputar anjing. “Anjing butuh diajak jalan-jalan. kalau diam dikandang bisa jadi obesitas dan anjing juga bisa jenuh dan dilarang keras untuk dikandangin,” tambah mahasiswa FTG, 2008, yang akrab disapa Arif.

“Awalnya ikut kumpul, lama-lama tertarik melihara anjing. Dan setiap kumpulpun menambah ilmu lewat sharing, apabila ada anjing sakit kita berbagi ilmu dan pengalaman dengan memberitahu satu sama lainnya. Kata Rizha Raharja, anggota Unpad Dog Lover’s Community.

Jenis anjing yang dimiliki diantaranya Siberian Husky, Rotweiler, Beagle, Samoyed, Golden, Labrador, Malkis, Mini Pom, dan Herder.

Disamping kumpul bareng, 2011, komunitas pecinta anjing ini sering diundang mengisi acara edukasi dan atraksi di Jatinangor Expo, ulang tahun Jatinangor, DIKLATDAS PALAWA Unpad, dan KKM fakultas Unpad. Penyuluhan pun diberikan kepada masyarakat tentang bagaimana cara merawat, melatih, dan menjaga kesehatan anjing. Anjingpun dapat dijadikan bisnis dengan jual beli anjing melalui ternak anjing. Dalam jangka waktu 6 bulan, anjing komunitas ini bisa merangkup uang mulai dari 500 ribu sampai 3 juta per ekor, belum lagi apabila penjualan anjing banyak.

“Kalo untuk anjing tidak usah takut, anjing pada dasarnya tidak akan myerang. Dia menghormati kita dan bagi orang-orang yang berminat memelihara anjing jangan ragu-ragu, tapi sebelum memelihara jangan sampai menggangu keuangan kita,” tutup Arif. Jadi, apa hewan peliharaanmu?

 

 

Indriati Kusmayani

Wakabid Sarinah

DPC GMNI Sumedang

Iklan

One comment on “Berawal dari Hobi Menghasilkan Edukasi

  1. emma
    Oktober 3, 2014

    boleh minta alamat unpad dog community lovers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 2, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters