gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Kartini Muda

Berawal dari sepucuk surat yang ditulis oleh Raden Ajeng Kartini, sebuah pergerakan baru dimulai. Dalam suratnya, kartini menuliskan pemikiran-pemikirannya mengenai kondisi sosial saat itu di Indonesia khususnya tentang wanita Jawa saat itu yang hidup dalam kungkungan adat yang kuat. Wanita harus patuh adat, tidak dapat menikmati pendidikan, dipingit, dinikahkan dengan lelaki yang bahkan yang tidak dikenal sebelumnya dan harus siap di madu.

Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu…ini adalah sepenggal dari isi surat Kartini yang dengan tegas menyatakan ketidaksepakatannya dengan penyalahgunaan agama pada saat itu. Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.Berangkat dari hal itu, Kartini mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seperti kaum muda wanita Eropa, yang bebas dari kungkungan adat, dapat menikmati pendidikan dan bahkan tanpa pingitan dan paksaan untuk menikah.

Melalui perjuangan Kartini yang sangat gigih memperjuangkan nasib  kaum wanita, sekarang kita wanita Indonesia dapat menikmati kebebasan itu. Banyak wanita-wanita sekarang yang sukses dan tidak sedikit yang menjadi pemimpin. Megawati Sukarno Putri dan Sri Mulyani adalah dua contoh wanita sukses yang telah menjadi pemimpin wanita di negeri ini. Hal ini telah membuktikan bahwa perjuangan Kartini sudah berbuah manis dan kita telah mengecap manisnya. Tentu saja kita sebagai wanita Indonesia yang merdeka juga telah merasakan hal tersebut.

Ironinya, walaupun perjuangan Kartini telah berhasil dan sudah banyak hal yang membuktikan bahwa wanita itu bisa dan mampu serta layak mendapat perlakuan yang sama seperti lelaki, namun masih banyak wanita-wanita Indonesia yang diperlakukan secara tidak manusiawi. Begitu banyak wanita-wanita Indonesia yang ditindas diluar negeri sebagai TKI dianiaya, mereka harus menggantungkan nasibnya di negeri jiran karena minimnya lapangan pekerjaan di negeri ini. Dari antara mereka banyak yang luka-luka, dijadikan budak seks dan tidak sedikit yang meninggal dunia. Hal ini tentu bertolak belakang dengan apa yang telah dicita-citakan oleh Kartini. Disatu sisi, wanita telah merdeka dan dapat berkarya sebagai Kartini-kartini muda, tetapi disisi lain kita harus menyaksikan bahwa masih banyak saudari-saudari kita yang belum merdeka seperti kita. Mereka dijajah dengan imperialisme gaya baru.

Yang lebih menyakitkan lagi adalah bahwa pemerintah kita tidak mampu bertindak tegas dalam mengatasi permasalahan tersebut. Sampai detik ini pemerintah belum mengambil langkah riil dalam menghadapi permasalahan ini. Begitu banyak wanita Indonesia yang telah jadi korban dan apakah kita juga hanya bisa diam saja? Apakah kita akan tetap berpangku tangan sama seperti yang dilakukan oleh pemerintah kita?

Lalu sebagai seorang wanita, apa yang kita perbuat sekarang? Apakah kita hanya ikut bertepuk tangan ketika Kartini berhasil menghancurkan sekat yang membatasi kebebasan laki-laki dan perempuan? Dan hanya bisa ikut menangis menyaksikan saudari-saudari kita ditindas dengan kasar? Apakah kita sepakat jika wanita itu identik dengan 3 UR (dapur , sumur, kasur)? Tentu tidak!! Jika demikian apa yang dapat kita lakukan sebagai Kartini-kartini muda?

Oleh : Yenglis Dongche Damanik

Komisariat FISIP UNPAD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 26, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.453 pengikut lainnya

Visitors

free counters