gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Industrialisasi (perikanan) untuk siapa?

Beberapa bulan lalu ingatan kita tertuju dengan wacana baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan kebijakan untuk mengembangkan sistem logistik ikan nasional, sebagai langkah membenahi distribusi ikan di tanah air. Pemerintah bersama stakeholders yang lain berusaha menyiapkan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) untuk membangun mata rantai distribusi ikan dari daerah, sebagai langkah membenahi distribusi produk perikanan. Alasannya penyebaran distribusi ikan dari sentra produksi belum optimal, sementara aspek kontuinitas pasokan sangat diperlukan sebagai kebutuhan konsumsi dan industri pengolahan perikanan. Kebijakan dengan kredo Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN), merupakan bagian dari pengembangan Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS).

Lewat  sambutan menteri kelautan dan perikanan pada peringatan hari nusantara tahun 2011, bahwa industrialisasi perikanan merupakan salah satu kebijakan kelautan yang pro rakyat. Kebijakan ini menggunakan pendekatan kawasan industri berbasis ekonomi kerakyatan sehingga hasil pembangunan dapat meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat (www. kkp.go.id ).

Berangkat dari latar belakang dan sambutan menteri baru tersebut, nampaknya serius untuk  menerapkan Kebijakan dengan kredo Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) dalam pembenahan sistem untuk ketersediaan bahan baku (ikan) kebutuhan konsumsi dan industri dalam negeri. Namun perlu kita cermati bersama bahwasanya sistem yang ditawarkan kementerian kelautan dan perikanan mengenai konsep (SLIN), inipun pernah diterapkan juga dalam sistem yang dipakai oleh sektor pertanian dalam hal ini sistem BULOG.

Apapun sebutan dan namanya, sistem tersebut pada intinya sudah pernah dipakai oleh kementerian pertaniam dan sejauh ini belum bisa dikatakan sebagai sistem yang berhasil, toh buktinya sektor pertanian kita saat ini masih bergantung dengan produk impor seperti padi,gula dll. Bahasan kita bukan fokus pada evaluasi sebuah sistem yang diterapkan oleh kementan, akan tetapi lebih fokus untuk mempertimbangkan dan mengkritisi dalam hal ini penerapan sistem SLIN yang akan di terapkan oleh kementerian kelautan dan perikanan untuk ketersediaan bahan baku ikan dalam negeri.

Jika kementerian kelautan dan perikanan akan menerapkan konsep yang nantinya akan membawa dampak terhadap kesejateraan masyarakat dan pro terhadap rakyat, perlulah sejenak untuk berkunjung ke kampung-kampung pesisir agar supaya konsep tersebut tidak sia-sia dan bertentangan dengan kondisi yang ada di lapangan.

Sebagai contoh nyata, misalnya disaat kebutuhan industri pengolahan perikanan dibidang pemindangan dan pengalengan mengalami kelangkaan bahan baku ikan pemerintah lebih memilih membuat kebijakan impor untuk menutupi kelangkaan bahan baku, hal asil keran impor terbuka lebar dan beberapa bulan yang lalu kita dihebohkan dengan kebanjiran ikan impor sampai meramba pasar tradisional dan membuat resah pedagang resah dikarenakan ikan yang di jual lebih murah ketimbang ikan lokal.

Maka akan menjadi sebuah persoalan baru, manakala konsep SLIN ini berjalan tidak dibarengi dengan penguatan kapasitas armada nelayan tradisional, teknologi tepat guna nelayan, penyediaan lahan produksi budidaya tambak untuk nelayan dan pembekalan untuk penguatan kapasitas sumberdaya manusianya.

Sebagai generasi muda, yang akan menggantikan tampuk kepemimpinan dimasa yang akan datang wajib kiranya untuk  kita bersama–sama stakeholders sektor perikanan bergandengan tangan untuk ikut serta berkontribusi dalam sumbangsi pemikiran  dan ikut serta dalam mengawal jalannya pembanguna bangsa dan negara yang lebih baik.

 

Ahmad Tabroni

Ketua Koorda Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat

Iklan

One comment on “Industrialisasi (perikanan) untuk siapa?

  1. Vick
    April 24, 2013

    dalam SLIN, yang menjadi fokus pemerintah khususnya KKP adalah pengaturan terhadap warehousing dan distribusi..dalam pelatihan kepada nelayan, pengadaaan alat tepat guna dan lain-lain adalah tugas dari direktoral tertentu!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 22, 2013 by in Suara Umum.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters