gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Memikirkan Kembali Konsep Negara Merdeka

Revolusi fisik 17 Agustus 1945 adalah awal momentum kemerdekaan secara politik. Republik Indonesia berdiri ditengah situasi sulit pasca kemerdekaan dengan agresi militer Belanda dan kemiskinan. Namun perjuangan yang tak kenal henti oleh para founding fathers, niscaya Indonesia akan merdeka secara politik dan ekonomi. Cita-cita yang diamanahkan menuju Negara yang merdeka seratus persen.

Beberapa dekake ini banyak situasi yang malah menyimpang dari cita-cita bangsa. Kemiskinan, kelaparan, pengangguran melimpah, alih fungsi lahan, taraf hidup rendah dan lain sebagainya. Negara yang kaya dan subur ini disulap menjadi arena tempur oleh segelintir pengusaha. Banyak kalangan pengusaha yang menguasai Sembilan puluh persen lahan produktif Negara. Dengan data statistik 200juta rakyat Indonesia kelaparan dengan taraf hidup dibawah 2 US Dollar Amerika per hari. Ironis dimana Negara yang kaya dan subur harus menanggung beban yang begitu berat tanpa adanya peran pemerintah. Pertarungan antara masyarakat atau kelas bawah dengan pengusaha yang di backup oleh pemerintah. Dimana sangat bertentangan dengan cita-cita bangsa dan amanah Negara mensejahterakan rakyatnya dan memberikan seluas-luasnya asset Negara kepada rakyat.

Konsep Negara merdeka yang sudah dicita-citakan hanya menjadi imanjinasi. Negara melepas kendali politiknya kepada pengusaha kaya. Ditengah globalisasi saat ini, pengusaha memiliki peran penting dalam konflik agraria, kemiskinan, taraf hidup masyarakat yang rendah, dsb. Kendali politik yang dipegang oleh parah pengusaha mengeliminisir peran Negara terutama masyarakat kelas bawah.

Aset Negara yang harusnya dikelola Negara sebesarnya harus dimanfaatkan oleh rakyat tanpa adanya kepemilikan individu maupun korporasi. Pengelolaan sumber dasar ekonomi berupa lahan, dan aset Negara harus kelola oleh rakyat. Tugas Negara untuk mengontrol, akses produksi, dan proteksi dalam pengelolaan tersebut tetap berjalan.

Pembagian hasil yang harus diatur oleh pihak pengusaha dan masyarakat pun harus menjadi perhatian penting. Hasil kerja yang tidak sesuai dengan upah yang diatur pengusaha menjadi sebabnya. Berkontribusi menjadikan masyarakat buruh upahan mempunyai taraf hidup yang rendah. Pengendalian dalam pengaturan hasil kerja buruh upahan yang sesuai harus menjadi perhatian Negara. Dengan mengatur bagi hasil yang sesuai bagi buruh dimana kelayakan jaminan sosial pun menjadi syarat utama.

Pembangunan kembali industri nasional, dengan menasionalisasi aset Negara yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat. Air, udara, dan tanah seperti yang terkandung dalam UUD Pasal 33 menjadi tolak ukur industri nasional. Negara harus merebut kembali kendali politiknya dengan meraih kekuatan dari massa rakyat. Dengan begitu industri nasional menjadi tahap kedua setelah rakyat memiliki kembali hak kepemilikannya dari pihak pengusaha. Dimana kepemilikan ini pun harus menjadi tanggung jawab Negara untuk mengaturnya kembali. Rakyat produktif harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Pengelolaan berkelanjutan harus menjadi tugas dari industri nasional untuk mendistribusikan akses produksi dan menciptakan kedaulatan pangan.

Ekonomi yang mandiri harus bebas aktif juga dalam hal politik terutama ditengah situasi globalisasi. Negara harus membuka seluas-luasnya politik bebas aktif dengan Negara lain terutama dengan Negara miskin dan sedang berkembang. Konsep kemerdekaan yang sejatinya harus menjadi cita-cita bersama. Mengembangkan kembali ekonomi kerakyatan dengan mengkomparasikan industri nasional dengan menuju Indonesia yang merdeka.

TRIANDA SURBAKTI

AKTIVIS GMNI SUMEDANG

MAHASISWA FPIK UNPAD 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.453 pengikut lainnya

Visitors

free counters