gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

SEJARAH PERGERAKAN MAHASISWA

“Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Gunung Semeru dari akarnya. Tapi berikan aku 10 orang pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”-Soekarno

Rantai perubahan disertai jatuh bangunnya bangsa ini tidak lepas dari peran pemuda. Pemuda mengawal dan sebagai garda terdepan bangsa ini dari kolonialis maupun tangan besi penguasa. Pergerakan pemuda atau mahasiswa menjadi penentu dalam setiap arah bangsa ini.

Mahasiswa mempunyai kemampuan intelegensi yang mendukung akan setiap gerakan. Peran mahasiswa dalam mengkaji setiap kebijakan, membuat suatu formula atau konsep pembaharuan, dan sebagai penyambung lidah rakyat. Mengkaji setiap kebijakan yang sesuai dan bermanfaat bagi kehidupan sosial maupun sebagai langkah strategis menuju masyarakat sosialisme Indonesia.

GMNI sebagai wadah pergerakan mahasiswa berdiri mengawal bangsa ini sejak 1954. Sejarah banyak mencatat pergerakan GMNI hingga kini. Membangun front nasional dan menuju masyarakat yang adil dan sejahtera tanpa adanya penindasan manusia terhadap manusia merupakan cita-cita luhur di GMNI. Demikian sejarah mencatat, dan masih banyak yang belum selesai. Melanjutkan perjuangan kaum pemuda kini ada di pundak kita. Berikut adalah pembagian sejarah pergerakan mahasiswa:

Pasca kemerdekaan

  1. 1.       Perjuangan melawan kolonialis dan imperialis

Perjuangan pemuda dalam mengusir kolonialis Belanda maupun Portugis pada waktu itu. Perlawanan mereka yang begitu massif di dorong oleh keyakinan religious yang kuat. Menganggap perjuangan mereka sebagai jihad fi sabilillah. Tokoh-tokoh yang lahir seperti Imam Bonjol, Pattimura, Sisimangaraja, Dipanegoro, dll.

  1. 2.       SDI (Syarikat Dagang Indonesia)

Berdiri 16 Oktober 1905 dengan skala gerakan nasional. Konsentrasi perjuangan SDI adalah melawan kolonialisme dan membangun ekonomi mandiri bangsa. SDI didirikan oleh H. Samanhudi dan H.O.S Tjokroaminoto. Pergerakan SDI mendapatkan respon massif dan eskalatif dari masyarakat dengan didukung oleh kaum pemuda terbaik di zamannya.

  1. 3.       Boedi Oetomo

Berdiri 20 Mei 1908. Pergerakan Boedi Oetomo bergerak untuk kemaslahatan masyarakat. Cita-cita yang dibangun adalah menuju masyarakat yang bebas dari belenggu penjajah dan merdeka. Meskipun dalam pergerakannya lebih banyak kooperatif dengan penjajah.

  1. 4.       Perhimpunan Indonesia

Ciri khas gerakan pemuda organisasi Perhimpunan Indonesia adalah gerakan intelektual. Banyak pemuda yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia adalah kalangan mahasiswa. Tokoh yang hadir pada saat itu ialah Mohammad Hatta. Perjuangan mereka tak lepas terhadap masalah kemerdekaan hakiki yang menjadi hak setiap bangsa. Berbeda dengan organisasi atau perhimpunan lainnya, Perhimpunan Indonesia berkonsentrasi terhadap media agitasi dan propaganda serta terhadap kajian-kajian intelektual.

  1. 5.       Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Sebuah momentum bagi pemuda bagi lahirnya sebuah pergerakan eskalatif pemuda yang begitu bergelora. Mendeklarasikan sebuah persatuan nasional, “kesatuan bahasa, bangsa dan tanah air! Yakni Indonesia” Semangat sumpah pemuda akan mengusir penjajah begitu menggelora dan mewujudkan Indonesia merdeka tanpa adanya penghisapan manusia terhadap manusia.

  1. 6.       Perlawanan terhadap agresi militer Jepang

Ketika takluknya Belanda ke tangan Jepang. Kini berganti baju yang kala itu dilakukan oleh Jepang. Berbeda dengan Belanda yang bersifat ekstraktif atau mengeksploitasi Sumberdaya alam, dan perkebunan skala luas. Tapi Jepang berorientasi pada pemanfaatan sumberdaya manusia untuk kebutuhan perang mereka.

Pergerakan pemuda tetap menggelora walau sudah berpindah tangan. Praktek kerja paksa masih terjadi dan wajib militer yang dibangun Jepang memicu semangat untuk merebut kemerdekaan dari tangan Jepang. Banyak organisasi kepemudaan lahir ditengah masyarakat untuk membangun sebuah front nasional. Ya petani, ya buruh, ya tukang becak, ya pegawai, dan lainnya semua harus bersatu acap Soekarno berulang kali membangkitkan semangat perjuangan.

Proklamasi Kemerdekaan

Sebuah awal momentum yang dinantikan bangsa Indonesia sejak lama ialah Proklamasi kemerdekaan. Kemerdekaan secara politik dari tangan kolonialis. Dimana Jepang sudah menyerah kepada sekutu akibat serangan bom Hirosima dan Nagasaki. Hancurnya perekonomian dan pemerintahan Jepang menyebabkan krisis parah. Mendengar hal itu, kaum pemuda yang semangatnya begitu menggelora menculik Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok untuk sesegera mungkin mendeklarasikan kemerdekaan didepan rakyat Indonesia.

Proklamasi pun dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945. Tidak lepas dari kaum pemuda, Soekarno dan Hatta yang membangun kembali semangat juang para pemuda untuk terus masuk dalam garda revolusi Indonesia menuju masyarakat Sosialisme Indonesia. Indonesia lahir sebagai Negara merdeka berkat dukungan dan perjuangan kaum pemuda.

Pasca Kemerdekaan

  1. 1.       Bandung Lautan Api

Beberapa tahun kemudian setelah proklamasi, Belanda melakukan agresi militer untuk merebut kembali sumberdaya alam serta manusia Indonesia. Agresi militer yang terbangun dibeberapa tempat seperti Bandung menjadi peristiwa yang monumental bagi sejarah Indonesia. Pengorbanan yang begitu besar dengan membumihanguskan kota, sehingga masyarakat mengungsi pada April 1946. Tentu tak lupa bagi kita melihat pengorbanan Mohammad Toha dalam melakukan aksi “bom syahid” di gudang persenjataan musuh di usia 19 tahun.

  1. 2.       Gerakan Mahasiswa Era 1965

Respon terhadap mahasiswa yang menyaksikan korupsi birokrasi dan ketimpangan sosial dan ancaman PKI (Partai Komunis Indonesia). Dalam situasi ini tak lepas dari kepentingan politik Negara Barat untuk menjatuhkan pemerintahan Soekarno. Imperialis Barat yang menganggap pemerintahan Soekarno tak bias kooperatif dalam pengelolaan sumberdaya alam. Nasionalisasi serta redistribusi akses produksi serta gerakan nasional Reforma Agraria sangat bertentangan bagi kepentingan Imperialis Barat.

Menganggap gerakan mahasiswa sebagai cara yang paling efektif digunakan untuk menghancurkan pemerintahan Soekarno. Dikenal Tritura (tiga tuntutan rakyat) yaitu; 1. Turunkan harga, 2. Rombak cabinet Dwikora, 3. Bubarkan PKI. Gerakan mahasiswa yang didukung oleh TNI AD mendapatkan pressure yang sangat kuat bagi pemerintahan Soekarno. Akhir peristiwa kontroversial Gestok berhasil menjatuhkan Soekarno dari tahta Presiden sementara disatu sisi, gerakan mahasiswa pun didukung oleh masyarakat.

Lewat peristiwa yang sangat panjang tersebut akhirnya Soekarno lengser dan dijadikan tahanan politik di era setelahnya yaitu Soeharto. Soekarno adalah ancaman bagi pemerintahan tangan besi era Soeharto.

 

  1. 3.       Gerakan Mahasiswa Era 1974

Gerakan mahasiswa mempersoalkan dampak peminjaman hutang luar negeri, penjajahan lewat investasi, dan juga menuntut penghapusan Asisten Pribadi Presiden. Banyak mahasiswa ditangkap dan dipenjara akibat tuduhan kontroversial pengrusakan dan kerusuhan massal. Konsentrasi perjuangan mahasiswa ialah Jakarta. Puncaknya pada tanggal 15 Januari 1974 dikenal sebagai peristiwa MALARI (Lima Belas Januari).

Rezim militeristik dan tangan besi Soeharto berhasil menggagalkan aksi para demonstran. Serangan bertubi-tubi terhadap pemerintahan Soeharto terus lahir. Dengan gagasan yang cenderung sama ialah TURUNKAN SOEHARTO. Banyak kasus dimana aset-aset bangsa dikuasai asing dan keluarga serta krooni-kroninya. Rakyat kehilangan akses untuk memiliki hasil produksi mereka. Revolusi hijau yang menjadi kebijakan Soeharto terbukti untuk menciptakan skala pertanian luas yang dikuasai oleh pemilik modal. Rakyat tersingkir dari hak atas mengelola sumberdaya alam. Banyak kasus lainnya yang melatarbelakangi lahirnya pemberontakan di zaman Soeharto.

 

  1. 4.       Gerakan Mahasiswa Era 1978

Gerakan mahasiswa kembali lahir dengan isu yang berbeda yakni membubarkan organ ekstra kampus dan membuat Badan Pengawasan Kampus yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah. Kebijakan ini dikenal dengan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kampus). Setelah diterapkannya NKK/BKK, aksi yang dilakukan mahasiswa lebih sporadis dan incidental.

Dizaman Soeharto, mahasiswa mengalami pengkerdilan, de-politisasi, dan de-ideologisasi. Mahasiswa/rakyat dilarang berbicara permasalahan pemerintahan di depan publik terkait soal politik. Tekanan dari pemerintah terhadap mahasiswa membuat gerakan mahasiswa lebih massif lagi. Perilaku represif Soeharto terhadap gerakan mahasiswa tidak berhasil memukul mundur dan melemahkan semangat perjuangan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Universitas dan Perguruan Tinggi lainnya.

 

  1. 5.       Gerakan Mahasiswa Era 1998

Akibat hutang pinjaman luar negeri yang begitu besar, dan krisis global akibat surat hutang (obligasi) Wall Street berdampak kepada Bank Amerika, menghantam krisis moneter di Indonesia. Harga barang melambung tinggi, pengangguran tinggi, kerusuhan massal, meningkatnya tindakan kriminalitas. Berbagai kasus tersebut kembali melatarbelakangi mahasiswa turun ke jalan menuntut Soeharto turun dari tangkuh pemerintahan. Mahasiswa berhasil menduduki gedung DPR/MPR sebagai pusat pemerintahan. Soeharto berhasil diturunkan setelah 32 tahun menjabat sebagai Presiden RI.

 

  1. 6.       Gerakan Mahasiswa Era Reformasi

Pasca jatuhnya Soeharto, mahasiswa di era-reformasi seolah-olah gagap terhadap kuasa pemerintahan yang berganti tangan dari Presiden represif melalui proses demokratis. Kroni-kroni Soeharto tetap duduk dalam kursi pemerintahan membawa agenda yang sama seperti terdahulunya dan kembali mengacaukan arah perjuangan mahasiswa. Mahasiswa kehilangan musuh lamanya, tetapi kini sudah berganti baju yang lebih soft dan damai.

Pergerakan mahasiswa tetap menyala lewat lembaga intra kampus maupun ekstra kampus seperti halnya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Dan sebagai tugas GMNI untuk mengembalikan persatuan nasional dan mewujudkan masyarakat sejahtera.

GMNI sebagai representasi pergerakan mahasiswa lahir ditengah situasi serta kondisi yang tidak lagi sesuai dengan harapan masyarakat dan cita-cita bangsa. GMNI merespon segala aksi dengan dasar kesadaran moral, tanggung jawab intelektual, pengabdian sosial, dan kepedulian politiknya.

Mengurai kembali sejarah pergerakan bangsa ini tidak lepas dari sejarah mahasiswa. Sekembalinya GMNI dari tangan represif Soeharto di zaman Orba, GMNI kembali meningkatkan eskalasi politiknya hingga meleburkan diri ditengah masyarakat membela kaum tertindas. Model pergerakan GMNI dilandasi oleh ideologi bangsa dan azas perjuangan kita Marhaenisme. Perjuangan kaum pemuda terutama di GMNI belumlah SELESAI!!! GMNI JAYA! MARHAEN MENANG!!

 

Dibawakan dalam Pekan Penerimaan Anggota Baru

Komisariat Pertanian, April 2013

Trianda surbakti, Wakabid Agitasi dan Propaganda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 19, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters