gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Kenapa Harus Impor Garam?

Sejak  Indonesia dinyatakan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, yang telah diproklamirkan oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta ,rakyat Indonesia belum pernah merasakan bagaimana enaknya menjadi warga Negara merdeka yang sesungguhnya walaupun sebenarnya Indonesia itu telah dinyatakan merdeka dan bebas dari penjajahan Negara – Negara lain. Hal itu tampak jelas kita lihat dan kita ketahui bahwa penyebabnya adalah banyaknya diantara warga Indonesia sendiri khususnya para pemerintah yang menjadi komprador – komprador bangsa dan masih tingginya sifat kapitalisme yang jauh dari Pancasila dan UUD’45.
            Para komprador ini tidak pernah memikirkan bagaimana sebenarnya kehidupan masyarakat kecil atau miskin baik yang tinggal dikota maupun yang tinggal di desa, mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri dan mengejar kekayaan pribadi tanpa memikirkan akibat yang dihadapi oleh orang lain atas tindakan yang telah mereka perbuat itu. Mereka tidak menghiraukan banyaknya masyarakat yang pengangguran dan gelandangan yang tidak mempunyai lapangan pekerjaan dan tidak mempunyai ilmu pengetahuan.
            Sampai saat ini tindakan – tindakan keji dan merugikan warga Indonesia yang dilakukan oleh para komprador bangsa belum juga usai dan nyatanya lama – kelamaan tindakan yang merugikan masyarakat Indonesia secara umumnya semakin marak dan membanjiri kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini lah yang menjadi faktor utama yang menyebabkan Masyarakat Indonesia keseluruhan belum menikmati dan merasakan menjadi warga Indonesia merdeka yang sesungguhnya.
            Salah satu masalah besar yang dialami oleh masyarakat Indonesia saat ini yang tidak begitu diperhatikan dan dihiraukan pemerintah Indonesia adalah terjadinya kegiatan impor garam. Padahal hal ini sangat menyangkut kehidupan para petani garam Indonesia. Tapi pemerintah Indonesia masih menutup mata mereka atas masalah yang sedang dihadapi oleh para petani garam idonesia saat ini. Mereka pura – pura tidak tahu atasa apa yang sedang meraka perbuat dan tidak mau tahu apa akibatnya bagi masyarakat Indonesia atas tindakan mereka itu khusunya bagi para petani garam.
Terasa aneh memang jika kita mendengar bahwa Indonesia mengimpor garam. Timbul berbagai pertanyaan pada diri kita mengenai hal ini. Sebanarnya Indonesia Negara perairan atau tidak? Perairan Indonesia itu kekeringan ya? Pantai disekitar perairan Indonesia sudah habis ya karena abrasi? Kemana para petani garam Indonesia mereka berubah propesi ya? Kenapa Indonesia bisa mengimpor garam padahal perairan Indonesia sangat luas yaitu sekitar 3.287.010  dan pantainya sangat panjang sehingga disebut dengan Negara perairan? Bagi para pemerintah dan komprador – komprador bangsa yang tidak tahu diri mungkin pertanyaan ini memang sebuah pertanyaan bodoh dan tidak perlu dihiraukan tapi apakah mereka sadar jika pertanyaan yang seperti ini adalah suatu ejekan bagi kinerja mereka sendiri
            Bagaimana sebenarnya pemerintah Indonesia saat ini, apakah mereka masih menganggap kalau petani garam itu manusia atau tidak,yang sebenarnya sangat menunggu dan membutuhkan perlindungan serta pertolongan dari pemerintahnya sendiri. Apakah pemerintah sadar betapa kejamnya mereka melakukan impor garam sedangkan petani garam Indonesia telah bersusah payah dan bekerja keras untuk menghasilkan garam bagi seluruh warga Indonesia? Dimana sebenarnya hati pemerintah melihat hal ini.
            Jika alasan mengimpor garam adalah karena garam hasil dari Indonesia kurang asin atau kurang berasa, apakah pemerintah sadar kalau selama ini mereka pernah memperdulikan para petani garam seperti memberikan infrastruktur yang bagus dan memadai serta menyediakan bagi para petani garam peralatan – peralatan yang diperlukan untuk proses pengolahan garam. Pemerintah jangan Cuma hanya meminta hasil yang maksimum saja dari petani garam tanpa menyadari hala apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung pembuatan garam di Indonesia. Para petani garam juga memerlukan peralatan dan infrastruktur yang memadai untuk menghasilkan garam yang maksimum,jika infrastrukturnya juga tidak memadai otomatis hasilnya akan kurang bagus sehingga menyebabkan rasa garam hasil dari Indonesia kurang asin
            Bagaimana nasib para petani garam Indonesia saat ini tidak dipedulikan oleh pemerintah. Mereka hanya terus dan terus melakukan impor tanpa memikirkan bagaimana kehidupan petani garam. Tidakkah pemerintah sadari jika mereka terus – terusan melakukan impor garam maka garam hasil dari Indonesia sendiri tidak akan laku dan para petani garam Indonesia akan kehilangan pekerjaan mereka. Apakah dengan melihat kondisi yang seperti ini pemerintah masih tega melakukan impor garam dan tidak menghargai garam hasil masyarakat Indonesia sendiri atau malah meningkatkan jumlah impor garam dan membiarkan para petani garam Indonesia melarat?
            Pemerintahan saat ini memang sudah bertolak belakang dengan dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Padahal pada alinea ke-4 Pembukaan UUD’45 dinyatakan bahwa tujuan Indonesia salah satunya yaitu “mensejahterakan kehidupan rakyat Indonesia” , tapi pada nyatanya saat ini pemerintah malah membuat masyarakat Indonesia semakin terpuruk dan melarat. Komprador bangsa terus bertambah banyak dan menyiksa kehidupan warga Indonesia khusunya masyarakat – masyarakat kecil.
             Tindakan  – tindakan para komprador yang telah membuat para petani garam Indonesia semakin melarat sudah seperti penjajahan yang dilakukan oleh Negara lain kepada Indonesia pada masa lampau. Masyarakat kecil semakin miskin dan para komprador bangsa khusunya pemerintah semakin kaya diatas penderitaan masyarakatnya sendiri.
            Kapan pemerintah Indonesia mulai membuka mata hati mereka, seluruh masyarakat menantikan kemerdekaan yang sesungguhnya dan bebas dari tindakan – tindakan yang sangat merugikan dan menindas mereka. Indonesia perlu perubahan dan revolusi secara besar – besaran untuk mencapai tujuan Negara Indonesia. Sekarang saatnya pemerintah berpihak pada masyarakat secara keseluruhan bukan untuk dirinya sendiri. Perjuangan bangsa Indonesia pada jamana dahulu untuk merebut kemerdekaan serta perjuangan Soekarno-Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan perlu ditumbuhkan pada generasi sekarang demi tujuan dan cita – cita bangsa Indonesia.
*) dimuat di: tabloid inspirasi

ARION EUODIA SARAGIH GARINGGING
UNIVERSITAS PADJADJARAN, FAKULTAS PERTANIAN
Aktivis GmnI Sumedang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 19, 2013 by in Semua untuk Semua.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.453 pengikut lainnya

Visitors

free counters