gmnisumedang

Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang!

Kronologis Persidangan FORKORANCAB III Di Bandung

Kronologis persidangan

  1. Bahwa Forkorancab III GMNI Jawa Barat diselenggarakan pada tanggal 23-24 Maret 2013 di Gedung KNPI Jawa Barat, Bandung, telah SAH dibuka pada tanggal 23 Maret 2013, dan telah menghasilkan keputusan yang SAH, bahwa Bung Boni dan Bung Armat telah dipilih secara SAH sebagai Ketua dan Sekretaris Korda GMNI Jawa Barat periode 2013-2015, tetapi kemudian dianggap tidak sah oleh Ketua Pelaksana karena menganggap keputusan yang diambil adalah tidak sah karena pengambilan keputusan tidak dilakukan oleh ½ n + 1 cabang definitif dari total 15 cabang definitif, dan panitia akan melaksanakan Forkorancab ulang.

  2. Bahwa menanggapi pernyataan Ketua Pelaksana tersebut bahwa pelaksanaan Forkorancab tidak sah dan pengambilan keputusan tidak sah, berdasarkan AD/ART GMNI pada Anggaran Dasar pasal 17 ayat 5 dinyatakan “Dalam 2 (dua) tahun sekali dilaksanakan pemilihan pengurus Koordinator Daerah yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 DPC di wilayah yang bersangkutan” dan Tata Tertib sidang BAB VII pasal 7 ayat 2 “Forkorancab dianggap SAH jika paling sedikit dihadiri oleh 2/3 (dua per tiga) dari utusan DPC Definitif yang berhak diundang, maka pada saat pembukaan Forkorancab yang dihadiri oleh 12 Cabang definitif, sehingga Forkorancab dinyatakan SAH. Dan di dalam sebuah forum yang SAH, segala keputusan dan ketetapan yang diambil juga SAH.

  3. Bahwa pada saat sidang pleno III akan dilanjutkan setelah menunggu pimpinan sidang I yang tidak kunjung hadir, akhirnya pimpinan sidang II berinisiatif untuk meminta panitia mengumpulkan peserta dan setelah terdapat 8 cabang definitif, persidangan dimulai kembali, namun saat akan melanjutkan persidangan, 6 cabang lain mulai masuk dan keputusan untuk melanjutkan sidang menuai protes dari cabang lain yang tidak sepakat untuk melanjutkan sidang dengan alasan harus menunggu pimpinan sidang I, yang akhirnya berujung pada peristiwa pengeroyokan 4 kader GMNI Sumedang oleh panitia pelaksana.

  4. Bahwa alasan pimpinan sidang I tidak hadir di forum karena “peserta belum quorum dan ruangan sidang belum steril karena masih banyak pihak yang bukan peserta berada di ruang sidang” merupakan alasan yang tidak berdasar sebab itu seharusnya menjadi tugas dari panitia pelaksana pimpinan sidang agar mengarahkan jalannya persidangan lebih kondusif, alih-alih tidak menghadiri persidangan. Dan saat itu, forum sudah quorum karena sudah diisi oleh 8 cabang definitif (bogor, bekasi, depok, sumedang, majalengka, kuningan, indramayu dan cirebon)

  5. Bahwa alasan terjadinya perisiwa pengeroyokan terhadap 4 kader GMNI Sumedang karena seorang peserta (Bung Nuel, GMNI Sumedang) yang mendorong tubuh peserta lain (saudara sharon, GMNI bandung) yang menjadi pemicu juga tidak berdasar karena yang memancing provokasi terlebih dahulu adalah karena saudara sharon (GMNI bandung) marah – marah didalam forum sambil mendatangi dan menghina kader GMNI Sumedang dengan menyebutkan kata “anjing” ke arah peserta yang menyulut provokasi. Terlebih, saat itu posisi saudara sharon BUKAN PESERTA sidang.

  6. Sidang dilanjutkan kembali setelah keadaan kondusif dengan agenda pembacaan hasil sidang komisi. Saat berlangsungnya pembacaan hasil sidang komisi, 7 cabang Walk Out dari persidangan dan tersisa 7 cabang definitif untuk melanjutkan agenda persidangan. Dan panitia pelaksana juga mengundurkan diri karena menganggap tidak mampu lagi untuk melaksanakan tugasnya menjaga kelancaran persidangan.

  7. Sidang pleno IV dibuka dengan 7 cabang definitif  dan dilanjutkan agenda pemilihan pengurus korda selanjutnya dan telah menghasilkan keputusan dan ketetapan bahwa Bung Boni dan Bung Armat sebagai Ketua dan Sekretaris Korda Jawa Barat periode 2013-2015. Hal ini dinyatakan SAH mengingat Tata Tertib persidangan pasal 12 ayat 1-4.

  1. Sidang dianggap sah apabila dihadiri ½ n + 1 dari jumlah cabang yang hadir

  2. Apabila ketentuan pada ayat (1) tidak terpenuhi, sidang dapat ditunda 2×30 menit

  3. Apabila ketentuan ayat (2) tidak terpenuhi maka sidang dapat dilanjutkan dan dianggap sah setelah mendapatkan persetujuan dari forum

  4. Sidang dapat mengambil keputusan – keputusan yang sah apabila disetujui minimal ½ n + 1 dari peserta yang hadir

  1. Pada pasal 12 ayat (1) “sidang dianggap sah apabila dihadiri ½ n + 1 dari jumlah cabang yang hadir. Namun karena 8 cabang sudah Walk Out dari persidangan, maka tersisa 7 cabang definitif. Karena tidak memenuhi kriteria, maka lanjut ke ayat (2) “apabila ketentuan pada ayat (1) tidak terpenuhi, sidang dapat ditunda 2×30 menit”. Karena 8 cabang sudah Walk Out atas keinginan dari peserta itu sendiri dan secara sadar melakukannya, maka 8 cabang peserta yang melakukan Walk Out dianggap secara sadar sudah MENANGGALKAN HAKNYA SEBAGAI PESERTA FORKORANCAB, sehingga tidak perlu menunggu waktu 2×30 menit atas dasar tidak ada lagi peserta yang perlu untuk ditunggu untuk mencapai legitimasi ½ n + 1 cabang definitif. Lalu dilanjutkan ke ayat (3) “apabila ketentuan ayat (2) tidak terpenuhi maka sidang dapat dilanjutkan dan dianggap sah setelah mendapatkan persetujuan dari forum”. Saat itu seluruh peserta forum menyetujui agar persidangan dilanjutkan sehingga sidang dilanjutkan dan dianggap SAH. Dan pada ayat (4) “Sidang dapat mengambil keputusan – keputusan yang sah apabila disetujui minimal ½ n + 1 dari peserta yang hadir” dan karena seluruh peserta sidang telah setuju dan memberikan rekomendasi terhadap pemilihan ketua dan sekretaris terpilih, maka seluruh rangkaian sampai kepada hasil pemilihan Pengurus Korda periode 2013-2015 dinyatakan SAH.

  2. Statement dari Ketua Pelaksana untuk melaksanakan Forkorancab ulang juga tidak berdasar karena berdasarkan AD/ART GMNI Anggaran Rumah Tangga Pasal 23 tentang Forum Koordinasi Antar Cabang ayat (1) menyebutkan “diselenggarakan oleh Koordinator Daerah dalam suatu wilayah propinsi dan atau dari hasil kesepakatan DPC-DPC dengan membentuk kepanitiaan dalam rapat antar DPC-DPC. Karena Koordinator Daerah yang sebelumnya telah demisioner, dan tidak ada rapat antar DPC-DPC se Jawa Barat untuk menentukan Forkorancab ulang, maka tidak ada kesepakatan untuk Forkorancab ulang dan secara tegas dan sah tidak dapat dilaksanakan.

  3. Dan dengan demikian jelas bahwa pelaksanaan Forkorancab III Jawa Barat di Bandung, 23-24 Maret 2012 adalah SAH dan segala keputusan yang diambil didalamnya sampai kepada pemilihan Bung Boni dan Bung Armat sebagai Ketua dan sekretaris Korda periode 2013-2015 adalah SAH dan dapat dipertanggungjawabkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 50.451 pengikut lainnya

Visitors

free counters
%d blogger menyukai ini: